Soli Deo Gloria (27/8/2017) - Ev. Nahum Daely

Soli Deo Gloria 
Roma 11:36


Soli Deo Gloria “Segala Kemuliaan Hanya Bagi Tuhan”. Sola kelima dari 5 sola pilar teologi refoemed. Kelima sola ini membawa kita kepada tujuan Allah yaitu untuk memuliakan Dia. 

Tema ini menyadarkan bahwa hanya Allah sendirilah yang layak untuk Dimuliakan. Sebagai Pencipta alam semesta beserta segala isinya, sumber dari segala hikmat, kekuatan dan hormat. Untuk menyatkan misi Allah dalam diri kita merupakan hal yang sulit karena Kecondongan manusia adalah sombong. Adam dan Hawa jatuh dalam dosa kesombongan. Mereka tergoda dengan bisikan iblis bahwa engkau sekali2 tidak akan mati tapi justru menjadi seperti allah. Godaan ini yang membuat mereka mengabaikan perintah Allah bahkan tidak takut akibat tersebut. Allah berkata jika engkau memakan buah di tengah taman/terlarang engkau mati (bukan akan mati tapi MATI). Demi memuaskan hasrat  mereka tidak takut mati. Tidak heran mengapa Allah menciptakan manusia dari debu tanah. Debu tanah bukanlah bahan baku yang baik debu tanah tidak ada harganya, diinjak2 orang dll. Jika kita merenungkan, benda2 di sekitar kita satu level lebih tinggi di atas kita bukan?. Meskipun demikian Allah menghargai manusia dengan istimewa dengan menghembuskan nafasNya bahkan dimahkotaiNya dengan kemuliaan.

 Nats yang kita baca ini adalah Merupakan Doxology Agung (Sebuah pengakuan bahwa  segala sesuatu Dari, Oleh & Kepada Dia dan hanya Dialah yang layak DIMULIAKAN). Paulus begitu sadar akan hakekat Allah sebagai pribadi satu2nya yang layak DIMULIAKAN. 

Doxology ini tidak hanya ada dalam teks yang kita baca, dalam surat2nya yang lain juga sering kali menemukan Doxology dalam suratnya. Perjumpaanya dengan Kristus menyadarkan dia bahwa dia tidak ada apa2nya, tidak ada yang perlu dimegahkan di dalam diri manusia selain kemegahan di dalam Kristus. (dari Dia, Oleh Dia dan kepada Dia). 

Mother Teresa menggemparkan dunia lewat pelayanan sosialnya yang begitu mengagumkan. Melayani orang2 buangan, orang2 tua, orang2 sakit kusta, borok dll. Bagi sebagian orang pelayanan ini dianggap menjijikan. Dalam kekaguman itu dia berkata “I'm a little pencil in the hand of a writing God, who is sending a love letter to the world.” Saya hanya sebatang pensil di tangan Tuhan, dirinya bagaikan surat Allah sebagai jawaban ketika orang2 yang dilayaninya berseru2 namun tidak ada yang mendegarkan, ketika tidak ada yang peduli dengan mereka dan merasa terbuang justru di situlah Allah hadir melalui dirinya. Bukan dia yang hebat tetapi Allah yang dia sembahlah yang hebat dan memakainya secara luar biasa.

 Soli Deo Gloria itu akan kembali kepada sumbernya jika kita menyadari bahwa: Segala yang kita punya , Harta, Kecerdasan, Hidup lancar, Kesehatan, Kesuksesan & Berbagai kelebihan adalah dari Allah. Tidak ada yang perlu dibanggakan di bawah kolong langit selain bermegah di dalam Kritus yang telah menyelamatkan kita.

SOLI DEO GLORIA

Ringkasan Khotbah 27 Agustus 2017 || Ev. Nahum Daely






Map