Makna Ibadah kristiani - Ev. Nahum Daely ( 26 Maret 2017 )

Makna Ibadah Kristiani
Yosua 24:14; Yes. 29:13; Maz. 51:19


Beribadah merupakan perintah Tuhan. Allah mengususkan hari sabat untuk diriNya. Allah memanggil kita menghampiriNya dan menikmati karyaNya. Allah berbicara kepada kita melalui firmanNya dan kita mengeskpresikan isi hati kita melalui pujian dan doa.

Hal-hal sederhana yang  seringkali membuat ibadah tidak bermakna dan tidak berkenan kepada Allah:

Datang Terlambat Terlambat merupakan kelebihan terbesar sebagian orang Indonesia. Keterlambatan menujunkkan kesiapan/kesungguhan hati kita meresponi panggilan sang Raja Agung. Ngobrol Salah satu kelebihan jemaat GKT Jember adalah orang-orangnya “komunikatif” saking komunikatifnya sampai-sampai waktu ibadah dipakai untuk curhat, komentar dll. Yang terparah adalah ngobrol saat  firman diberitakan. Gadgets  (HP). Salah satu keprihatinan terbesar saya adalah ketika menyaksikan orang2 yang begitu maniak HP. Tidak terkecuali saat ibadah dan saat mendegarkan firman Tuhan. 

Sikap Ibadah yang berkenan dan membawa berkat:

1. Ibadah dengan Rasa takut & hormat Yos. 24:14. Ibadah dalam bahasa Yunani menggunakan kata “proskuneo” yang berarti tiarap/tersungkur/ merebahkan diri/ menyembah LAI.
Allah yang kitasembah adalah Allah yang TRANSENDENT (Agung, melampaui akal, tidak terbatas dan Maha-Maha). Jika pembesar dunia aja kita begitu hati-hati dan hormat terlebih-lebih saat menghampiri Allah Yang Agung. Ketika kehadiran kita tidak dipersiapkan/ datang terlambat, sibuk ngobrol sana sini apalagi saat mendengarkan firman Tuhan, bermain-main dengan gadgets saat ibadah. Bukankah itu menunjukan sikap yang tidak hormat? Bagimana Allah berkenan dengan ibadah.

2. Ibadah dengan rasa Syukur Maz. 51:19.  Kejatuhan dalam dosa menciptakan jurang pemisah antara Allah dan manusia. Tidak mungkin lagi terjadi perjumpaan antara Allah yang suci dan manusia yang berdosa petapi kenyataannya Allah masih mau mencari dan menyapa manusia bahkan menunjukkan kasih-Nya untuk mengampuni. Rasa hancur hati dan tidak layaklah yang Allah mau. Hanya oleh anugerahNya semata kita dilayakan menghampiri tahtaNya yang kudus. 



Ringkasan Kotbah 26 Maret 2017 oleh Ev. Nahum D.

Map