Menerima Sesama Apa Adanya ( Ls. Herman Napitupulu )

MENERIMA SESAMA APA ADANYA
Markus 9:38-41


Allah menghendaki setiap orang  percaya, di dalam keberbedaan yang ada, belajar menerima saudara seiman sebagai satu komunitas dalam kerajaan Allah. Dengan cara bagaimanakah kita dapat menunjukkan penerimaan terhadap saudara seiman kita?  Dari perikop yang kita baca, paling tidak ada dua cara yang seharusnya kita lakukan.

1. Dengan Cara Memandangnya Sebagai Rekan Kita (ay 39-40)
suatu hari, para murid terganggu oleh kehadiran seorang yang tidak termasuk dalam komunitas mereka. Mereka memberitahu Yesus apa yang baru saja terjadi, “Guru, kami lihat ada seorang yang bukan pengikut kita, mengusir setan demi nama-Mu.  Kami cegah orang itu, karena ia bukan pengikut kita.” Coba perhatikan beberapa kata menarik yang ditekankan oleh Yohanes (ay 38), “Kami lihat…bukan pengikut kita…kami cegah…karena ia bukan pengikut kita.”  Berkali-kali Yohanes menekankan kata kami atau kita.  Namun  Alkitab mencatat, Yesus justru melarang mereka mencegah orang itu.  Yesus malah menunjukkan sikap men-dukung terhadap orang yang tak dikenal itu. Sebenarnya apa yang menjadi alasan Yesus?  ayat 33-37, di sana diceritakan bahwa, Yesus baru saja mengajar para murid tentang arti menjadi yang terbesar, dalam perspektif kerajaan Surga.  Yesus mengambil seorang anak kecil, meletakkannya di tengah dan memeluk anak itu.  Lalu Ia berkata, “Barangsiapa menyambut seorang anak dalam nama-Ku, ia menyambut Aku.” Saat itu, Yesus mengajar para murid tentang prinsip komunitas dalam kerajaan Allah.  Barangsiapa hendak menjadi yang terbesar, harus mau menyambut dan menerima yang terkecil, yang dianggap rendah, maupun yang baru bertumbuh imannya. 

2. Dgn Cara Menghargai Tindakan Iman yg Dilakukannya Demi Kristus. (ay 41)
Konsep penghargaan dalam komunitas kerajaan Allah tidak sama dengan konsep penghargaan di dunia.  Pada ayat 41, Yesus mengajarkan konsep penghargaan dalam kerajaan Allah kepada para murid-Nya.  Ia berkata demikian, ”Barangsiapa memberi kamu minum secangkir air, oleh karena kamu adalah pengikut Kristus, sesungguhnya ia tidak akan kehilangan upahnya.” Apa istimewanya tindakan ”Memberi minum secangkir air”?  Frasa ini mengandung pengertian yang lengkap bahwa, Tuhan Yesus memang menghargai tindakan iman seseorang, yang paling kecil dan sederhana (cth; memberikan seseorang  secangkir air), namun jika tindakan tersebut dilakukan dengan sebuah motivasi, yaitu demi Kristus.

Penutup
Saudara, di dalam keberbedaan yang ada, Tuhan menghendaki saudara dan saya untuk belajar menerima saudara seiman sebagai satu komunitas dalam kerajaan Allah. Marilah kita belajar memandang saudara seiman kita sebagai rekan, bukan lawan.  Hargai setiap tindakan iman yang dilakukannya demi Kristus.  Terimalah saudara seiman kita sebagai satu komunitas dalam kerajaan Allah. 


Ringkasan Kotbah 26 Pebruari 2017 oleh Ls. Herman N.

Map