Kokoh Di Tengah Badai (6 Nopember 2016)

KOKOH DI TENGAH BADAI
Matius 7:24-27; Yohanes 15:5-7


Bgmn agar kita tetap kokoh di tengah badai yg melanda hidup kita. Hidup dekat dgn Tuhan. Jujur sebenarnya kita manusia ini tdk ada apa-apanya, bila kita tdk dekat dgn Tuhan. Tuhan Yesus menggambarkan diri kita itu seperti ranting, & Dia adlh pohonnya. Selama ranting msh melekat pada pohon, maka ranting itu pasti hdp,tetapi bila ranting itu terlepas dari pohon, maka ranting itu pasti mati. Dgn tegas Tuhan Yesus berkata : diluar Aku, kamu tdk bs berbuat apa-apa. Sbnrnya di mata Tuhan, kita ini sgt lemah, bahkan kita ini tdk ada apa-apanya. Pemazmur Daud, dgn jujur bkta : Hny dkt Allah saja aku tenang, daripada-Nyalah keselamatanku, hanya Dialah gunung batuku, keselamatanku & kota bentengku, aku tdk akan goyah. Daud mengtakan sprti ini, saat dikejar-kejar oleh anaknya sendiri Absalom. Absalom memberontak kpd ayahnya, & menguasai takhta kerajaannya. Kondisi semacam ini tentu sgt berat & sgt sulit. Daud adalah prajurit yg gagah perkasa, sdh byk musuh yg dia kalahkan, tetapi sguh tdk mdh menghadapi pengkhianatan anaknya sendiri. Dlm kondisi seperti ini, Daud bkta : Hny dkt Allah saja aku tenang, daripada-Nyalah keselamatanKu. Akhirnya Daud selamat & Absalom tewas. Nah saudara, bgm cara kita dkt dgn Tuhan? Caranya adlh dkt dgn firmanNya. Tuhan Yesus prnh berkata “Jikalau km menuruti perintah-Ku, km akan tggl di dlm kasih-Ku, seperti Aku menuruti perintah Bapa-Ku & tinggal di dlm kasih-Nya.” (Yoh 15:10).  

Bila kita hidup di dlm firman Kristus, maka kita berada dlm kasihNya. Org yg dikasihi, itulah org yg sgt dkt di hati Tuhan. Lebih jelas lg Tuhan Yesus di dlm Matius 7:24-27 memberi gambaran yg jelas kpd kita tntg kondisi rmh yg kokoh & rmh yg hancur saat badai melanda. Tuhan Yesus bkta : "Setiap org yg mendengar perkataan-Ku ini & melakukannya, ia sama dgn org yg bijaksana, yg mendirikan rumahnya di atas batu. Kemudian turunlah hujan & dtglah banjir, lalu angin melanda rumah itu, tetapi rumah itu tdk rubuh sebab didirikan di atas batu. Tetapi setiap org yg mendengar perkataan-Ku ini & tdk melakukannya, ia sama dgn org yg bodoh, yg mendirikan rumahnya di atas pasir. Kemudian turunlah hujan dan datanglah banjir, lalu angin melanda rmh itu, sehingga rubuhlah rmh itu & hebatlah kerusakannya."

Bagaimana agar kuat menghadapi badai kehidupan? Yg kedua yaitu : kita membutuhkan sesama yg dpt menguatkan & menopang iman kita, saat badai melanda hidup kita. Saudara tentu msh ingat, bgmn pergumulan Raja Daud, pada saat dikejar oleh Saul hendak dibunuh. Satu pergumulan yang sangat berat. Dlm kondisi seperti itu, Yonatan anak raja Saul, malah bersahabat dgn Daud. Sampai-sampai nyawa Yonatanpun hampir melayang, ketika dia sdg membela Daud di hadapan Saul ayahnya. Saul mengambil tombak & me-lemparkan ke arah Yonatan. Persahabatan dan kasih dari Yonatan ini, mampu menopang Daud dalam pergumulannya, Daud merasa tidak sendiri, 
masih ada yang peduli dengan dirinya

Ringkasan Khotbah 06 Nopember 2016 oleh Pdt. Djoni Febrianto

Map