Ringkasan Khotbah, Minggu, 21 Agustus 2016

BERPERANG MELAWAN KESERUPAAN DENGAN DUNIA

Kejadian 6:9-22



Berikut adalah sifat-sifat yang dimiliki oleh Nuh sehingga ia menjadi seorang yang mendapatkan kasih setia Allah

1.    Nuh Adalah Seorang Yang Benar
Dalam ayat 9, Firman Tuhan mengatakan bahwa Nuh seorang yang benar di antara orang-orang sezamannya. Benar yang dimaksud di sini adalah Nuh memelihara kesalehan hidup di hadapan Tuhan.

2.    Nuh Seorang Yang Tidak Bercela
Sebenarnya istilah benar dan tidak bercela itu artinya hampir sama. Dalam terjemahan lain menggunakan istilah tulus. Ini berati Nuh hidup benar di hadapan Tuhan dengan tulus tanpa disertai motivasi yang lain.

3.    Nuh Hidup Bergaul Dengan Allah
Dalam Alkitab Perjanjian Lama hanya ada dua orang yang disebut hidup bergaul dengan Allah yaitu Henokh dan Nuh. Sebenarnya hidup bergaul dengan Allah dalam terjemahan aslinya adalah hidup bersama-sama dengan Allah. Artinya Nuh hidup berkenan kepada Allah. Senjata yang digunakan Nuh dalam menghadapi dunia sehingga mampu berbeda dengan dunia sekitarnya adalah


1.    Senjata Iman
Nuh memiliki iman yang teguh kepada Tuhan. Nuh tetap mengasihi Allah. Sehingga firman Tuhan mengatakan bahwa Nuh hidup bergaul dengan Allah.

2.    Senjata Kekudusan
Nuh seorang yang mampu yang menjaga kekudusan hidupnya. Nuh mampu menjaga kekudusan hidupnya sehingga tidak terpengaruh dengan cara hidup orang-orang yang ada di Zaman Nuh.

3.    Senjata Ketaatan
Nuh adalah orang yang taat kepada Tuhan. Di saat Tuhan memerintahkan Nuh untuk membuat bahtera, Nuh mau melaksanakannya. Kemudian di saat Tuhan memerintahkan Nuh untuk mengumpulkan semua binatang untuk di bawa ke dalam bahtera. Kedua perintah ini adalah sesuatu yang tidak masuk akal bagi Nuh. Tetapi Nuh tetap mau melakukannya.

KESIMPULAN
Jangalah biarkan diri kita terlena terhadap tawaran dunia. Kini saatnya kita harus maju berperang melawan kuasa Iblis. Oleh karena itu serahkanlah dirimu untuk dipakai oleh Allah sebagai prajuritNya di tengah-tengah dunia yang semakin gelap ini.

Ringkasan Khotbah 14 Agustus 2016 oleh Pdt. Kariaman Gea



Map