Ringkasan Khotbah Minggu, 6 Maret 2016

KASIH YANG SEMPURNA

Matius 5:38-48


PengorbananNya di atas kayu salib adalah bukti nyata kasihNya yang begitu sempurna atas hidup kita. Seperti apakah kasih yang sempurna itu ? Mari pada pagi/sore hari ini, kita renungkan pengajaran Tuhan Yesus tentang kasih yang sempurna itu di dalam Injil Matius 5:38-48:

Matius 5:38: “Kamu telah mendengar firman: Mata ganti mata dan gigi ganti gigi.
Tuhan Yesus memulai pengajaranNya dengan mengutip hukum yang ada di dalam PL yaitu  mata ganti mata, gigi ganti gigi. Hukum ini dikenal sebagai hukum pembalasan. Di dalam PL hukum ini muncul dalam 3 kitab: yaitu kitab Keluaran, Imamat dan Ulangan. Coba saya bacakan ayat dalam kitab Keluaran 21:23-25: “Tetapi jika perempuan itu mendapat kecelakaan yang membawa maut, maka engkau harus memberikan nyawa ganti nyawa, mata ganti mata, gigi ganti gigi, tangan ganti tangan, kaki ganti kaki, lecur ganti lecur, luka ganti luka, bengkak ganti bengkak.” Inilah hukum pembalasan yg ada dalam PL. Tujuan dari hukum ini, semula baik, yaitu untuk membatasi pembalasan, agar pembalasan tidak meluas, siapa yang bersalah, hanya dia sajalah yang harus menanggung kesalahannya bukan orang lain dan hukumannya juga harus sama  dengan kerusakan yang telah dilakukan , tidak boleh lebih dari itu.

Matius 5:39: “Tetapi Aku berkata kepadamu: Janganlah kamu melawan orang yang berbuat jahat kepadamu, melainkan siapapun yang menampar pipi kananmu,
berilah juga kepadanya pipi kirimu.”

Apa makna tampar pipi kanan, beri juga pipi kiri ?  ini memiliki arti : penghinaan dua kali lipat. Menampar pipi kanan berarti menggunakan telapak tangan, artinya orang itu sudah terhina, menampar pipi kiri berarti memakai punggung tangan/bagian belakang telapak tangan, artinya terhina dua kali lipat. Jadi menurut Tuhan Yesus, meskipun ada orang  yang dengan sengaja menghina engkau dengan hinaan yang paling menyakitkan, paling merendahkan harga dirimu, jangan engkau membalasnya.

Matius 5:43-45: “Kamu telah mendengar firman: Kasihilah sesamamu manusia dan bencilah musuhmu. Tetapi Aku berkata kepadamu: Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu. Karena dengan demikianlah kamu menjadi anak-anak Bapamu yang di sorga, yang menerbitkan matahari bagi orang yang jahat dan orang yang baik dan menurunkan hujan bagi orang yang benar dan orang yang tidak benar.”

Istilah kasihilah sesamamu dipakai istilah agape. Agape itu artinya : kasih yang tidak pernah berakhir,kasih tanpa batas, kasih yang tidak kenal menyerah. Kalau kita memperlakukan orang dengan kasih agape itu berarti kita akan membuang segala pikiran jahat mengenai dia , mengasihi tanpa batas, tanpa mengharapkan balasan, tanpa memperhitungkan perlakuan orang itu thd kita, entah dia pernah menghina kita, menyakiti kita, kita tetap mengasihi dia. Kasih agape tidak didasarkan semata-mata pada perasaan, tetapi kasih agape lebih menekankan pada soal kemauan/kehendak dan dilakukan dengan penuh kesadaran. Ketika hati kita dipenuhi dengan kasih Kristus, maka sebenarnya setiap kita pasti dimampukan untuk mengasihi orang-orang yang pernah menyakiti hati kita.



Ringkasan Khotbah Minggu, 6 Maret 2016 oleh Pdt Djoni Febrianto


Map