Ringkasan Khotbah, 20 Desember 2015

KESELAMATAN YANG SEMPURNA DI DALAM YESUS

Yohanes 3:1-18


Pertemuan Yesus dengan Nikodemus  (Yohanes 3:1-2) :
Percakapan antara Tuhan Yesus dan Nikodemus terjadi pada malam hari. karena tidak ingin  terganggu dengan orang banyak, bukan karena ia takut dilihat oleh orang banyak. Selain itu, ada aturan pada masa itu tentang jam belajar di malam hari bagi setiap guru. Jadi bisa dikatakan bahwa Nikodemus menggunakan momen tersebut untuk belajar dari Yesus.

Percakapan Yesus dengan Nikodemus (Yohanes 3:3-12)
Nikodemus berkata:  “Rabi, kami tahu, bahwa Engkau adalah guru yang datang dari Allah; sebab tidak ada seorang pun yang dapat membuat tanda-tanda ini seperti yang Engkau lakukan kecuali jika Allah menyertainya” (3:2). Pernyataan Nikodemus begitu menarik untuk diperhatikan. Ia bukan hanya menyebut Yesus sebagai “Rabi” namun dengan jelas menyebut Dia “guru yang diutus Allah”. Ia mendasarkan hal ini pada pandangan umum orang Yahudi yang melakukan mujizat-mujizat dan tentunya mujizat-mujizat seperti yang Yesus perbuat, mengindikasikan jelas bahwa Ia adalah utusan Allah.

Namun meski, Nikodemus memahami Yesus sebagai guru yang diutus oleh Allah. Yesus menjawab dalam ayat 3, dan jawaban-Nya menukik tajam, “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan kembali, ia tidak dapat melihat Kerajaan Allah”. Apa yang dimaksud dengan dilahirkan kembali? Istilah “kelahiran kembali” dapat diartikan sebagai suatu peristiwa atau kejadian yang dikerjakan oleh Roh Kudus satu kali dalam diri orang percaya, dan hasilnya akan membawanya menjadi bagian dalam keselamatan & kerajaan Allah untuk selamanya. Yesus memberikan jawabnya demikian: “Aku berkata kepadamu sesungguhnya jika seseorang tidak dilahirkan dari air dan Roh maka ia tidak dapat masuk ke dalam kerajaan Allah” (ayat 5). Dalam bagian ini, Yesus memberi penegasan yang kuat “I tell you the truth” (“Aku berkata kepadamu, sesungguhnya ...”). Yesus hendak menekankan bahwa apa yang Ia katakan inilah kebenaran yang sebenar-benarnya.

Kesimpulan:Berdasarkan penjelasan di atas, yang mampu mengahantarkan seseorang kepada keselamatan bukan karena perbuatan baik, namun karena pekerjaan Allah melalui kelahiran baru, yang pada akhirnya membawa seseorang untuk memahami dan percaya kepada Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat.  Bukankah ini merupakan model keselamatan yang sempurna.


Ringkasan Khotbah Minggu 20 Desember 2015 oleh Ev. Frists Heriyanto
                                     

Map