Ringkasan Khotbah Minggu, 4 Oktober 2015

SALING MEMBANGUN DI  DALAM KRISTUS

Markus 2:1-12

 


Ada seorang lumpuh yang tidak bisa berbuat apa-apa. Hidupnya sangat bergantung pada belas kasihan orang lain. Bisa saja orang lumpuh itu mengambil langkah bunuh diri, krn merasa hidup tidak berguna lagi. Tetapi syukurlah pada saat itu ada 4 orang yang berbelas kasihan dengan dia. Mereka berinisiatif membawa orang lumpuh itu ke hadapan Tuhan Yesus untuk disembuhkan. Waktu itu Tuhan Yesus ada di dalam sebuah rumah, sedang mengajar firman Tuhan. Banyak orang  mengerumuni Dia, baik di dalam rumah sampai di luar rumah. Jadi nampaknya tidak ada jalan membawa orang lumpuh itu sampai ke hadapan Tuhan Yesus. Akhirnya muncul ide, untuk naik atap rumah dan membuka atap tsb, lalu menurunkan orang lumpuh tepat di depan Yesus.

Ketika Tuhan Yesus melihat pemandangan ini, Tuhan sangat berkenan, karena perbuatan mereka menunjukkan kasih, kepedulian terhadap sesama bahkan menunjukkan iman mereka yang sungguh-sungguh kepada Tuhan Yesus. Itu sebabnya Tuhan Yesus berkata kepada orang lumpuh itu:  "Kepadamu Kukatakan, bangunlah, angkatlah tempat tidurmu dan pulanglah ke rumahmu!" Dan orang itupun bangun, segera mengangkat tempat tidurnya dan pergi ke luar, disaksi
kan oleh orang banyak.

Disinilah kita melihat, bahwa Tuhan sangat berkenan dan memberkati umatNya yang hidup saling membangun, saling menopang, saling menolong satu sama lain. 
Tuhan Yesus sendiri, di dalam Yesaya 42:3 dan Matius 12:20 berkata demikian : “Buluh yang patah terkulai tidak akan diputuskan-Nya, dan sumbu yang pudar nyalanya tdk akan dipadamkan-Nya, sampai Ia menjadikan hukum itu menang.”

Melalui kalimat ini, Tuhan menempatkan diri-Nya untuk selalu : memberi pengharapan, di tengah-tengah tidak ada lagi harapan.Memberi masa depan, di tengah-tengah kondisi yang nampaknya sudah tidak  ada lagi masa depan. Itulah hati Tuhan kita.
  
Dalam PL ada kisah menarik, itulah kisah Musa, Harun dan Hur (Keluaran 17:8-13). Pada wkt itu bangsa Israel berperang melawan bangsa Amalek. Musa memerintahkan kepada Yosua untuk menyiapkan pasukan perang. Sementara Musa, Harun dan Hur naik ke puncak bukit.

Dikatakan dalam Keluaran 17:11-13: “Dan terjadilah, apabila Musa mengangkat tangannya, lebih kuatlah Israel, tetapi apabila ia menurunkan tangannya, lebih kuatlah Amalek. Maka penatlah tangan Musa, sebab itu mereka mengambil sebuah batu, diletakkanlah di bawahnya, supaya ia duduk di atasnya; Harun dan Hur menopang kedua belah tangannya, seorang di sisi yang satu, seorang di sisi yang lain, sehingga tangannya tidak bergerak sampai matahari terbenam. Demikianlah Yosua  mengalahkan Amalek dan rakyatnya dengan mata pedang.”

Nah ini kisah yang menarik, disaat tangan Musa lemah, maka tangan Harun dan Hur menopangnya, sampai matahari terbenam, akhirnya Yosua berhasil mengalahkan
orang Amalek.

Ini pelajaran berharga bagi kita anak-anak Tuhan. Bahwa Tuhan menghendaki agar kita anak-anaknya saling mendukung, saling menopang, saling menguatkan, saling membangun satu sama lain, agar semua berhasil.

Bagaimana cara kita dapat hidup saling membangun? Kita dapat hidup saling
mendoakan, memberikan ayat-ayat firman Tuhan yang menguatkan sesama kita, memberi pujian atas kelebihan sesama kita,  menegur sesama kita di dalam kasih,
serta memohon maaf atas segala kesalahan kita.

Ringkasan Khotbah Minggu 04 Oktober 2015 oleh Pdt. Djoni Febrianto
                                     

Map