Ringkasan Khotbah Minggu, 18 Oktober 2015

SELAMATKAN JIWA, BERAPAPUN HARGANYA

Roma 1:16-17, Matius 28:19-20

 


Gereja ada karena pemberitaan Injil. Tanpa pemberitaan Injil, tidak mungkin ada gereja. Itulah sebabnya gerejapun  harus  terus menyatakan keselamatan di dalam Yesus Kristus.

Mengapa kita harus memberitakan Injil ?
1.    Karena Injil berisi hati Allah sendiri. Hati Allah adalah hati yang sangat mengasihi kita manusia berdosa. Ketika manusia jatuh dalam dosa, maka Allah datang ke dunia dalam rupa manusia, untuk menebus dosa-dosa manusia. Allah rela mengorbankan nyawaNya, demi keselamatan umat
manusia. Jadi bukan manusia yang mencari Allah, tetapi Allah sendiri yang mencari manusia berdosa.
Tuhan Yesus pernah berkata : “Aku datang bukan untuk orang benar, tetapi Aku datang untuk orang berdosa.” Jadi jelas bahwa Injil adalah inisiatif Allah sendiri. Jadi ketika kita memberitakan Injil berarti kita memberitakan isi hati Allah kepada manusia. Ketika kita memberitakan  Injil berarti kita hidup sesuai isi hati Allah.

2.    Karena Injil adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan.  Roma 1:16-17: “Sebab aku mempunyai keyakinan yang kokoh dalam Injil, karena Injil adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan setiap orang yang percaya, pertama-tama orang Yahudi, tetapi juga orang Yunani. Sebab di dalamnya nyata kebenaran Allah, yang bertolak dari iman dan memimpin kepada iman,
seperti ada tertulis: "Orang benar akan hidup oleh iman."

Melalui Injil ada kuasa Tuhan yang mampu mengubahkan hidup manusia berdosa. Sebab melalui Injil, manusia mengenal kasih Tuhan, pengampunan dari Tuhan, penebusan dosa, dsb.

3.    Karena  pemberitaan Injil, adalah perintah Allah.  Matius 28:19-20: “Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman."

Orang Kristen tidak dapat berdalih, bahwa dia tidak dapat memberitakan Injil, karena dia bukan hamba Tuhan, bukan sarjana theologia dll. Memberitakan Injil adalah perintah Tuhan bagi setiap orang Kristen. Orang Kristen tidak perlu kuatir, karena perintah Tuhan selalu disertai dengan janji Tuhan. Bila kita giat memberitakan Injil,maka Tuhan berjanji akan selalu menyertai kita sampai pada akhir zaman.

Konsekwensi Pemberitaan Injil:
Paulus berkata di dalam Filipi 1:21: Bagiku hidup adalah Kristus, dan mati adalah keuntungan. Artinya seluruh hidup Paulus, hanya untuk Tuhan Yesus. Paulus rindu lewat perkataan dan perbuatannya, dapat memuliakan Kristus. Paulus tidak mau memuliakan namanya, tetapi hanya memuliakan nama Kristus. 
Istilah mati adalah keuntungan, artinya mati karena pekabaran Injil. Paulus siap memikul salib, siap menyangkal diri, siap menderita demi Kristus. Paulus siap membayar harga, sekalipun nyawanya menjadi taruhan  demi Injil. 

Ringkasan Khotbah Minggu 18 Oktober 2015 oleh Pdt. Dwi Budi Cahyono
                                     

Map