Ringkasan Khotbah Minggu, 20 September 2015

Roma 12:9-21

KARAKTERISTIK KASIH


Saudara, di dalam perikop yang sudah kita baca tadi, dengan jelas kita melihat bahwa Paulus berulang-ulang memberikan contoh mengenai karakteristik kasih.  Hari ini kita akan belajar dua  karakteristik kasih.

I. Kasih itu tulus (ay. 9-13)
Paulus membuka perikop 12:9-21 dengan mengatakan “Hendaklah kasih itu jangan pura-pura.”
Kasih itu harus tulus dan tidak munafik. Kasih yang tulus seperti Allah mengasihi manusia, dan tentunya sudah dirasakan oleh orang percaya.

Paulus menggunakan “Philadelphia” yang berarti ikatan kasih yang terjadi di dalam sesama anggota keluarga. Contoh kasih yang tulus, yaitu kasih orangtua kepada anak-anaknya. Kasih yang keluar dengan sendirinya, tanpa dipaksa, dan tanpa mengharapkan imbalan.  Orangtua tetap mengasihi anaknya, walaupun orangtua tahu bahwa anaknya tidak mampu untuk membayar pengorbanan yang sudah mereka berikan.

II. Kasih itu tidak membalas kejahatan (ay. 14-21)
Kondisi jemaat Roma pada waktu itu tidaklah baik.  Ada konflik antara orang Yahudi Kristen dengan Gentile Kristen, dan ditambah lagi adanya penganiayaan dari pemerintahan Romawi. Tentunya keadaan ini merupakan sebuah pergumulan bagi jemaat Roma  untuk mengasihi orang yang telah berbuat jahat kepada mereka. Walaupun tidak mudah, namun itulah kasih yang seharusnya ditunjukkan  orang percaya kepada sesama dan dunia.

Di dalam ayat 14 Paulus mengatakan : “Berkatilah siapa yang menganiaya kamu, berkatilah dan jangan mengutuk!” Dia mengutip pengajaran Yesus dalam Matius 5:44, “Tetapi Aku berkata kepadamu: Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi  mereka yang menganiaya kamu.”

Dan Lukas 6:28 “Mintalah berkat bagi orang yang mengutuk kamu; berdoalah bagi orang yang mencaci kamu.”

Meminta berkat kepada Allah berkaitan erat dengan sebuah doa.  Bukanlah hal yang mudah berdoa kepada Allah, untuk memohon berkat bagi orang yang telah berbuat jahat kepada kita.
Namun berkali-kali Paulus mengingatkan jemaat Roma,

“Janganlah membalas kejahatan dengan kejahatan!”
“Hiduplah dalam perdamaian dengan semua orang!”
“Kalahkanlah kejahatan dengan kebaikan!”

Ringkasan Khotbah Minggu 20 September 2015 oleh Ls. Herman N.

Map