Ringkasan Khotbah Minggu, 13 September 2015

TERIMALAH SATU DENGAN YANG LAIN SEPERTI KRISTUS

Hosea 1:1-3; Hosea 2:18-19; Hosea 3;1


Hubungan Tuhan dengan kita umatNya, seringkali digambarkan dengan hubungan antara suami dengan istri.  Hosea 2:18-19,  Tuhan sendiri berkata demikian kepada orang Israel: “Aku akan menjadikan engkau isteri-Ku untuk selama-lamanya dan Aku akan menjadikan engkau isteriKu dalam keadilan dan kebenaran, dalam kasih setia dan kasih sayang. Aku akan menjadikan engkau isteriKu dalam kesetiaan, sehingga engkau akan mengenal TUHAN.”  

Sebagai gambaran kasih Tuhan itu, Tuhan perintahkan Nabi Hosea untuk menikahi Gomer, seorang wanita pelacur.  Memang ada penafsiran mengatakan, bahwa semula Gomer itu bukan pelacur, tetapi seorang perawan, kemudian setelah menikah dengan Nabi Hosea, dia menunjukkan  ketidaksetiaannya, dia pergi dengan pria lain. Dari perkawinan dengan Nabi Hosea, Gomer  dikarunia 3 orang anak yang bernama : Yizreel, Lo Ruhama, Lo Ami.
Sudah punya 3 anak, Gomer didapati masih juga melacur. Jadi Gomer bukan 1 kali melacur, tetapi sudah berkali-kali melacur. Pantaskah wanita semacam ini, terus diambil istri oleh nabi Hosea.

Namun saudara, sungguh mengagetkan ketika kita baca di dalam Hosea 3:1 Tuhan berkata demikian kepada Hosea: :“Berfirmanlah TUHAN kepadaku: "Pergilah lagi, cintailah perempuan yang suka bersundal dan berzinah, seperti TUHAN juga mencintai orang Israel, sekalipun mereka berpaling kepada allah-allah lain ….". Lewat sikap Tuhan ini, sesungguhnya Tuhan sedang mengajak kita, melatih kita, belajar menerima kekurangan, kelemahan,kesalahan, bahwa kesalahan yang sangat melukai hati kita.

Selain belajar menerima kesalahan, kekurangan dari saudara seiman kita,  mari kita juga belajar menerima kelebihan sesama kita, sama seperti Tuhan menerima kelebihan kita. Kepada jemaat Efesus, Tuhan pernah berkata demikian :  Wahyu 2:2-3: “Aku tahu segala pekerjaanmu: baik jerih payahmu maupun ketekunanmu. Aku tahu, bahwa engkau tidak dapat sabar terhadap orang-orang jahat, bahwa engkau telah mencobai mereka yang menyebut dirinya rasul, tetapi yang sebenarnya tidak demikian, bahwa engkau telah mendapati mereka pendusta. Dan engkau tetap sabar dan menderita oleh karena nama-Ku; dan engkau tidak mengenal lelah. (Jadi ada 4 point pujian yg Tuhan berikan kpd jemaat Efesus), kalimat berikutnya perhatikan : Wahyu 2:4-5: Namun demikian Aku mencela engkau, karena engkau telah meninggalkan kasihmu yang semula.
 Sebab itu ingatlah betapa dalamnya engkau telah jatuh! Bertobatlah dan lakukanlah lagi apa yang semula engkau lakukan. Jika tidak demikian, Aku akan datang kepadamu dan Aku akan mengambil kaki dianmu dari tempatnya, jikalau engkau tidak bertobat.”

(1 point kesalahan /kelemahan Tuhan ingatkan): engkau telah meninggalkan kasihmu yang semula. Ini menunjukkan bahwa Tuhan sangat menghargai kelebihan dari umatNya.Tuhan tidak mau mengabaikan sisi positif dari jemaat Efesus. Jadi dengan menyebutkan 4 point  kebaikan jemaat Efesus, tujuan utama Tuhan adalah memberi semangat kpd jemaat ini, agar apa yang sudah
baik, dipertahankan, bahkan kalau bisa tingkatkan lagi.


Ringkasan Khotbah Minggu 13 September 2015 oleh Pdt. Djoni Febrianto
                                     

Map