Ringkasan Khotbah 31 Mei 2015

BELAJAR DARI KESABARAN KRISTUS

Matius 26:57-68; Matius 27:11-14



Dalam hal  apakah Tuhan Yesus bersabar ?

1.    Dalam hal menghadapi manusia apa adanya
*) Tuhan Yesus menghadapi ahli-ahli Taurat, tua-tua Yahudi dan Imam besar yg meludahiNya dan orang-orang lain yang memukul Dia (Matius 26:67)
*) Tuhan Yesus menghadapi Imam besar yang menuduhNya telah menghujat Allah, karena Yesus mengatakan Ia sebagai Mesias, Anak Allah, mulai sekarang kamu akan melihat Anak Manusia duduk di sebelah kanan yang Maha Kuasa.
*) Serdadu-serdadu Wali Negeri yang mengolok-olok Dia, menyalibkan Dia
*) Orang-orang yang menyamakan Tuhan Yesus dengan penyamun-penyamun yang disalib – Matius 27:38
*) Orang-orang yang mencela Tuhan Yesus dengan mengatakan,”Orang lain Ia selamatkan tetapi Ia tidak dapat menyelamatkan diri-Nya. Turunlah dari salib dan kami akan percaya kepada-Mu
Tuhan Yesus sabar kepada semua orang ini, Tuhan Yesus sabar mendengar apapun yang mereka katakan juga sabar  ketika orang-orang memperlakukan dgn tidak wajar : mencela, mengolok-olok, meludahi dan menyalibkan-Nya.

Matius 26:63 Tuhan DIAM.  Ketika seseorang diperlakukan tidak benar, reaksinya hanya ada 2 kemungkinan MARAH atau diam. Ketika DIAM itu menunjukkan bhw seseorang itu dpt menguasai diri dan sabar. Tuhan bisa saja marah namun Ia tidak lakukan itu.

2.    Dalam menghadapi persoalan hidup
Persoalan yang dihadapi Tuhan Yesus saat itu adalah orang-orang tidak percaya  padaNya. Yesus mengatakan bhw diriNya adalah Mesias namun mereka menganggap itu tidak benar, sehingga mereka membawa ke Mahkamah agama, mencela, meludahi, mencambuk dan menyalibkan Tuhan Yesus.
Sudah jelas Tuhan Yesus mengatakan yang benar namun saat itu imam besar menuduh bahwa Yesus menghujat Allah (v.65. Maka Imam Besar itu mengoyakkan pakainnya dan berkata : ”IA  MENGHUJAT ALLAH”. Untuk apa kita perlu saksi lagi. Sekarang telah kamu dengar hujat-Nya.)  HUJAT  BLASPHEMIA : menghina, memfitnah. Tuhan yang mengatakan kebenaran,  oleh orang2x yang tidak percaya termasuk oleh imam Besar Tuhan Yesus dianggap sebagai manusia yg menghina, memfitnah Allah.

Di sini kita melihat YANG BENAR DIANGGAP SALAH, seharusnya kebenaran diterima BENAR. Walaupun demikian Tuhan Yesus tetap sabar. Jika Tuhan Yesus sudah memberikan contoh untuk bersikap SABAR dalam menghadapi manusia dan persoalan dari orang-orang yang belum percaya serta para murid yg menyangkal, mengkhianati dan meninggalkannya. Marilah kita juga belajar sabar dlm menghadapi sesama dgn macam-macam karakter, latar belakang, pekerjaan, pendidikan dsb.  Marilah kita juga belajar SABAR ketika menghadapi persoalan dlm pekerjaan, keluarga dan pelayanan, persoalan kesehatan, hubungan dgn sesama dsb. Marilah kita belajar dari MAHA GURU KITA TUHAN YESUS YANG SABAR.


Ringkasan Khotbah 31 Mei 2015 Oleh : Pdt. Djoni Febrianto

Map