Ringkasan Khotbah 26 April 2015

PEDULI SPERTI KRISTUS

(Yoh. 13: 34; Luk 4: 17 – 21)



        Lukas 4:17-21 merupakan solidaritas yang membebaskan sebagai program hidup Yesus atau tugas pengutusan Yesus. Kedatangan Tuhan Yesus Kristus ke dalam dunia (Mission statement ) Tuhan Yesus Kristus. Antara lain:

* Kabar baik bagi orang-orang Miskin (peduli kpd orang miskin)
Orang-orang miskin menjadi alamat yang dituju oleh kabar baik Yesus. Yesus datang membawa alternatif kehidupan baru, agar orang miskin, menderita diatasi. Dalam bacaan kita "miskin" dipakai kata "ptokos" adalah kaum pengemis, orang tidak memiliki apa-apa yaitu yang tidak memiliki tanah, pekerjaan, rumah dan para budak. Termasuk juga orang-orang sakit, kusta, dan orang yang tersisih,tak berdaya serta tidak memiliki masa depan. Berita ini mau mengatakan bahwa Yesus berpihak kepada orang miskin dan membela yang tertindas.

*Memberitakan pembebasan bagi orang-orang tawanan
(peduli). Kata "tawanan" menunjuk: pertama orang-orang yang ditangkap karena memberontak kepada pemerintah romawi dan menunggu hukuman mati. Sementara menanti hukuman mereka dijadikan budak, dipaksa kerja seumur hidupnya. Dan tidak memiliki harapan hidup. Kedua, orang-orang yang berhutang dengan orang lain karena tak bisa membayar maka di jadikan budak sementara, akan bebas kalau telah lunas membayar. Orang-orang ini tidak memiliki hak hidup, tidak memiliki hak beragama bahkan menikah. Memberitakan pembebasan bagi orang-orang tertawan artinya mengembalikan dan mengaku martabat dan hak-hak manusia sesuai dengan hakekat manusia sebagai gambar Allah.

*Memberitakan penglihatan bagi orang buta (peduli). Menunjuk pada "orang buta" secara jasmani yang biasanya karena radang mata yang bernanah atau buta sejak lahir biasanya menjadi pengemis dan dianggap sebagai hukuman Tuhan (Yoh.9:2) mereka disingkirkan, diejek dan diasingkan dari masyarakat. Penglihatan bagi orang buta artinya mengangkat dari ketergantungan pada orang lain dan mengusahakan kehidupan yang bergantung pada usaha diri sendiri dan pada Tuhan.

*Membebaskan orang-orang yang tertindas (peduli). Orang tertindas biasanya orang yang menanggung beban pajak yang sangat tinggi 70 %., orang-orang Samaria yang diasingkan dan tidak dianggap. Kedatangan Yesus membebaskan manusia dari manusia yang menekan orang lain, atau orang-orang yang egois, baik secara ekonomi, agama dan sosial. Dengan tegas Yesus berkata: "ketika aku lapar, kamu memberi aku makan, ketika aku haus, kamu memberi aku minum, ketika aku telanjang kamu memberi aku pakaian,  se-sungguhnya segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang saudaraKu yang paling hina ini, kamu telah melakukan untuk Aku" (Matius 25:31-46)  dengan tegas dikatakan bahwa menolong orang yang paling hina berarti melayani Tuhan, tetapi mengabaikan orang yang paling hina berarti mengabaikan Tuhan dan tidak melayani Yesus, bukan pengikutnya.

Ringkasan Kotbah 26 April 2015 oleh Pdt. Yan Aran Mering

Map