Serupa di Dalam Pengorbanan Kristus (15 Maret 2015)

SERUPA DI DALAM PENGORBANAN KRISTUS

Matius 27:15-21


Pada saat Tuhan Yesus diadili, Pilatus tidak menemukan satupun kesalahan Tuhan Yesus. Sehingga sulit bagi Pilatus untuk menjatuhkan hukuman mati kepada Tuhan Yesus. Dan telah menjadi suatu kebiasaan bagi Pilatus untuk membebaskan satu orang hukuman pada tiap-tiap hari raya itu atas pilihan orang banyak. Pada waktu itu ada dalam penjara seorang yang terkenal kejahatannya yang bernama Yesus Barabas.”  Apa kejahatan Barabas ? Dia seorang pemberontak, bersama rekan-rekannya, dia memberontak sekaligus membunuh. Dia dikenal sebagai penjahat kelas kakap. Dia layak dihukum mati.

Selanjutnya Pilatus berkata kepada orang2x Yahudi : "Siapa yang kamu kehendaki kubebaskan bagimu, Barabas atau Yesus, yang disebut Kristus ?"“Ketika Pilatus sedang duduk di kursi pengadilan, isterinya mengirim pesan kepadanya: "Jangan engkau mencampuri perkara orang benar itu, sebab karena Dia aku sangat menderita dalam mimpi tadi malam."” Tentunya pesan istri Pilatus ini, semakin meyakinkan Pilatus bahwa Yesus tidak bersalah. “Pilatus menjawab dan berkata kepada mereka kedua kalinya : "Siapa di antara kedua orang itu yang kamu kehendaki kubebaskan bagimu?" Kata mereka: "Barabas..” “Kata Pilatus kepada mereka: "Jika begitu, apakah yang harus kuperbuat dengan Yesus, yang disebut Kristus?" Mereka semua berseru: "Ia harus disalibkan!" Katanya: "Tetapi kejahatan apakah yang telah dilakukan-Nya?" Namun mereka makin keras berteriak: "Ia harus disalibkan!". Sepintas kita melihat nampak terjadi ketidakadilan, yang benar jadi salah, dan yang salah jadi benar. Apakah Tuhan Yesus memang menjadi korban ketidakadilan ? Jawabannya tidak.Sesungguhnya peristiwa pengganti Barabas oleh Tuhan Yesus, memang sudah direncanakan oleh Tuhan sendiri, untuk menunjukkan betapa besar pengorbannya bagi dosa-dosa manusia. Dia yang tidak berdosa, rela menanggung hukuman Barabas yang berdosa.

Sekalipun kejahatan kita tidak sehebat Barabas, tetapi status kita sama, sebagai orang berdosa. Jelas dikatakan di dalam Roma 3:23-24: “Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah, dan oleh kasih karunia telah dibenarkan dengan cuma-cuma karena penebusan dalam Kristus Yesus.” Roma 6:23: “Sebab upah dosa ialah maut; tetapi karunia Allah ialah hidup yang kekal dalam Kristus Yesus, Tuhan kita.”Jadi upah dosa itu kematian. Ketika Tuhan mati di kayu salib, Dia bukan hanya menggantikan posisi Barabas tetapi menggantikan juga posisi kita. Namun sayang, seringkali pengorbanan Tuhan Yesus ini tidak dimengerti, sering di salahpahami, bahkan ditolak. Dikatakan di dalam Injil Yohanes 1:9-11 demikian :  “Terang yang sesungguhnya, yang menerangi setiap orang, sedang datang ke dalam dunia. Ia telah ada di dalam dunia dan dunia dijadikan oleh-Nya, tetapi dunia tidak mengenal-Nya. Ia datang kepada milik kepunyaan-Nya, tetapi orang-orang kepunyaan-Nya itu tidak menerima-Nya.”

Apa yang mendasari pengorbanan Tuhan Yesus ini ? Dasarnya cuman satu yaitu kasih. Tanpa kasih tidak mungkin ada pengorbanan. Jelas dikatakan di dalam Yohanes 3:16: karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan AnakNya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepadaNya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal. Jadi jelas bahwa Tuhan Yesus datang ke dunia itu, karena di dorong oleh kasih Allah yang sangat besar..

Ringkasan kotbah 15 Maret 2015 oleh Ev. Anam Peni Asih

Map