Ringkasan Kotbah 18 Januari 2015

SERUPA DENGAN YESUS DALAM MENGAMPUNI

Lukas 23:34, Efesus 4:32, Matius 6:14-15



Saudara, tema kita pada hari ini berbicara tentang pengampunan. Mengampuni bukanlah sesuatu yang gampang untuk dilakukan. Namun demikian walaupun sulit untuk dilakukan mengampuni bukanlah suatu pilihan. Orang Kristen harus bisa mengampuni sesamanya.  Tuhan Yesus telah memberikan teladan kepada kita  ketika berada di atas kayu salib, Tuhan Yesus memberikan mengampuni manusia.

1.    YESUS MEMILIKI HATI YANG PENUH KASIH
Doa Tuhan Yesus dalam adalah doa yang ajaib dan sulit untuk masuk akal. Mengapa ajaib? Karena doa ini merupak perkataan Tuhan Yesus yang pertama, ini berarti sesaat setelah Tuhan Yesus disalibkan. Mengapa Tuhan Yesus sanggup melakukan demikian karena Tuhan Yesus memiliki hati yang penuh kasih. Bagaimana dengan kita adakah kasih Yesus memenuhi hati kita atau kebencian, sakit hati atau dendam yang ada di dalam hati kita.


2.    YESUS MENYADARI KETIDAKSEMPURNAAN MANUSIA

Mengapa Tuhan mengajarkan kita mengampuni karena Tuhan tau bahwa manusia itu tidak sempurna. Bapa ampuni mereka karena mereka tidak mengerti apa yang mereka perbuat. Ini berarti Yesus mengerti bahwa manusia terbatas dalam memahami kehendak Allah. Yesus memahami bahwa manusia tidak bisa sempurna. Karena Allah mengerti atau sadar bahwa manusia itu tidak sempurna, itulah sebabnya Yesus mau mengampuni kita. Kita suka menuntut orang sempurna bahkan lebih sempurna dari kita. Manusia itu pasti memiliki kelemahan dan kelebihan. Kalau kita menginginkan manusia yang sempurna, saya yakin di dunia ini tidak akan pernah kita ketemukan sampai akhir hidup kita. Namun tidak berarti menyadari kelemahan atau ketidak sempurnaan orang lain, lalu kita kompromi dengan
kelemahannya atau membiarkannya dalam kelemahannya, firman Tuhan meminta kita untuk menegur dan membangun sesama kita supaya lebih baik. Kita tetap menegurnya agar dia dapat berubah.

3.    YESUS MENGHENDAKI KEBAIKAN MANUSIA
Saudara, saya tidak bisa membayangkan seandainya Tuhan berdoa, Bapa habisilah mereka karena mereka sudah berbuat jahat kepada AnakMu yang Engkau kasihi ini.  Meraka pantas Bapa untuk menerima hukuman ini.  Tetapi doa Tuhan Yesus tidak demikian, justru meminta kepada Bapa untuk mengampuni orang yang telah menyalibkan Dia.  Artinya apa saudara, ini berarti Tuhan Yesus menghendaki kebaikan manusia. Saudara, mengapa kita sulit mengampuni? Karena kita menginginkan orang itu binasa. Kalau dunia menghendaki kebinasaan sesamanya tetapi orang percaya tidak demikian. Tuhan mengutus kita ke dalam dunia ini untuk kita menjadi berkat bagi sesama kita.

KESIMPULAN
Berusaha mengampuni sama mempertahankan kebencian sama-sama sakit  atau susah.  Tetapi ingatlah bahwa hidup anda akan menuju ke arah yang  lebih baik ketika anda berjuang mengampuni sedangkan ketika anda berjuang mempertahankan kebencian hidup anda akan menuju kehancuran.

Ringkasan Kotbah 18 Januari 2015 oleh Ev. Kariaman Gea
           

Info Minggu, 18 Januari 2015

1. UCAPAN TERIMA KASIH
Majelis, Hamba Tuhan dan Jemaat mengucapkan terima kasih kepada Ibu Pdt. Irene Jesica atas pelayanan di GKT Jember pada ibadah I dan II. Tuhan memberkati.

2. SEMINAR PENGEMBANGAN GKT
Pdt. Djoni Febrianto dan Ev. Kariaman Gea akan mengikuti Seminar Pengembangan GKT (SPG) di Batu mulai tanggal 20 - 22 Januari 2015. Mohon dukungan doa jemaat.

3. PERJAMUAN KUDUS
Minggu, 1 Februari 2015 akan diadakan Perjamuan Kudus pada ibadah I dan II. Diharapkan jemaat dapat mempersiapkan diri dan mengenakan atasan putih. Mohon perhatian jemaat sekalian.

4. KELAS KATEKISASI
Kelas Katekisasi akan dimulai pada hari Minggu, 1 Februari 2015. Bagi Jemaat yang mau mengikuti kelas Katekisasi dapat menghubungi Pdt. Djoni Febrianto atau Ev. Kariaman Gea. Mohon perhatian jemaat sekalian.

5. KOMISI PASUTRI
     Komisi Pasutri akan diadakan pada:
     Hari/Tanggal : Sabtu, 24 Januari 2015
     Pukul               : 18.30 WIB
     Tema               : Komitmen Pasutri
     Pembicara       : Pdt. Djoni Febrianto
     Liturgi              : Ibu Megawati
     Pemusik          : Shintia Deby Prayitno
     Tempat              : GKT Jember.
     Mohon perhatian dan kehadiran seluruh anggota Komisi Pasutri.

6. POKOK-POKOK DOA

     1. Pelayanan Ibu Pdt. Irene Jesica pada ibadah I dan II, Seminar GKT Jember di Batu dan  Perjamuan Kudus 1 Februari 2015
     2. Hamba Tuhan, Majelis dan pertumbuhan Iman jemaat.
     3. Jemaat yang berulang tahun, lanjut usia dan sakit.
     4. Bangsa dan Negara Indonesia.

Ringkasan Khotbah Minggu, 28 Desember 2014

Datanglah Ya Raja Damai

Yakobus 1:2-8


    Apakah kita mampu menghayati penderitaan yang kita alami sebagai sukacita? Hal ini tidaklah gampang, membutuhkan kedewasaan rohani bagi kita untuk bisa memahami penderitaan sebagai sukacita. Orang Kristen tidak mungkin lepas dari penderitaan. Bahkan mungkin penderitaan kita melebihi penderitaan atau kesukaran  orang yang tidak percaya. Seperti yang dikatakan Tuhan Yesus dalam Matius 7:13-14. Dalam Firman Tuhan menjelaskan kepada kita bahwa penderitaan atau kesukaran orang Kristen berbeda dengan penderitaan orang yang ada diluar Tuhan. Penderitaan orang percaya memiliki tujuan. Dalam firman Tuhan yang kita baca paling tidak ada 2 tujuan penderitaan orang Kristen

1.    Untuk Menghasilkan Ketekunan (V 3)
Apa itu ketekunan? Dalam bahasa Yunani digunakan kata HUPOMONE yang berarti kemampuan bertahan dalam kesukaran, bukan dengan sikap sekedar bertahan (diam atau pasif), tetapi dengan sikap sedemikian rupa sehingga kita mampu menjadikan situasi atau hal yang tidak menyenangkan itu menjadi sesuatu yang memuliakan Tuhan.

2.    Untuk Menyucikan Orang Kristen (V 4)
Dalam Ay 4 menunjukkan tujuan pemberian kesukaran itu, yaitu supaya kita menjadi sempurna dan utuh dan tak kekurangan sesuatu apapun. Sama seperti emas harus dibakar supaya menjadi murni, dan pohon anggur harus dibersihkan / dipangkasi supaya lebih banyak berbuah, maka orang kristen harus mengalami kesukaran supaya hidupnya bisa disucikan.
Kalau kita sudah melihat tujuan penderitaan orang percaya. Sekalang kita melihat bagaimana orang Kristen menghadapi penderitaan :

1.    Menganggap Penderitaan Sebagai Suatu Kebahagian ( V. 2)
Firman Tuhan ini tidak berarti kita bahwa dengan sengaja mencari-cari penderitaan  atau kesukaran.  Dalam ayatnya yang ke 2, menunjukkan bahwa kita tidak mencari dengan sengaja. Tetapi yang membuat berbahagia adalah dampak dari penderitaan itu sendiri. Saudara banyak orang berubah karena mengalami penderitaan. Banyak orang percaya kepada Tuhan Yesus karena mereka mengalami penderitaan atau kesukaran. Banyak orang yang imannya bertumbuh karena mengalami penderitaan.

2.    Meminta Hikmat Dari Tuhan (V. 5-6)
Dalam ayat 5-6, Tuhan mengetahui dengan jelas bahwa manusia tidak mampu menghadapi penderitaan bahkan cenderung kita putus asa dan bingung ketika menghadapi penderitaan. Oleh karena itu Tuhan meminta kita agar kita meminta hikmat dari Tuhan supaya kita mampu menghadapi kesukaran dengan benar. Allah adalah sumber hikmat, dan Ia berjanji akan memberikan hikmat asalkan kita mau memintanya kepadaNya (ay 5b).
 
KESIMPULAN
Penderitaan orang Kristen tidak ada yang sia-sia oleh karena ketika kita menghadapi penderitaan hadapilah dengan berserah kepada Tuhan. Karena tidak ada penderitaan orang percaya yang sia-sia dihadapan Tuhan.

Ringkasan Kotbah 28 Desember 2014 oleh Ls. Herman Napitupulu
           

Info Minggu, 4 January 2015

1. RALAT PERSEKUTUAN KOMISI WANITA
     Persekutuan Komisi Wanita akan diadakan pada:
     Hari/Tanggal : Rabu, 7 Januari 2015
     Pukul                  : 18.00 WIB
     Pembicara           : Ls. Pero Paulus
     Tema                  : Hati yang baru
     Acara                  : Perjamuan Kasih
     (Diharapkan setiap wanita membawa 3 buah kue)
     Mohon perhatian dan kehadiran anggota Komisi Wanita.

2. CUTI HAMBA TUHAN
     Pdt. Djoni Febrianto mengambil cuti mulai tgl 26-30 Desember 2014 dan 2-10 Januari 2015

3. NATAL BERSAMA MAG
     Doakan dan hadirilah Natal bersama MAG yang diadakan pada :
     Hari/Tanggal : Selasa, 6 Januari 2015
     Pukul                  : 17.00 WIB
     Tempat               : GOR (Gedung Serba Guna) Jl. Nusantara-Jember

4. FORMULIR POKOK DOA
     Hamba Tuhan menyediakan formulir pokok doa bagi jemaat , sehubungan dengan itu bagi jemaat yang rindu didoakan atau memiliki pokok doa dapat mengisi formulir tersebut dan mengembalikannya kepada Hamba Tuhan.

5. POKOK-POKOK DOA
     1. Natal MAG dan persekutuan Komisi Wanita.
     2. Hamba Tuhan, Majelis dan pertumbuhan Iman jemaat.
     3. Jemaat yang berulang tahun, lanjut usia dan sakit.
     4. Bangsa dan Negara Indonesia.

Map