Ringkasan Khotbah, 20 Desember 2015

KESELAMATAN YANG SEMPURNA DI DALAM YESUS

Yohanes 3:1-18


Pertemuan Yesus dengan Nikodemus  (Yohanes 3:1-2) :
Percakapan antara Tuhan Yesus dan Nikodemus terjadi pada malam hari. karena tidak ingin  terganggu dengan orang banyak, bukan karena ia takut dilihat oleh orang banyak. Selain itu, ada aturan pada masa itu tentang jam belajar di malam hari bagi setiap guru. Jadi bisa dikatakan bahwa Nikodemus menggunakan momen tersebut untuk belajar dari Yesus.

Percakapan Yesus dengan Nikodemus (Yohanes 3:3-12)
Nikodemus berkata:  “Rabi, kami tahu, bahwa Engkau adalah guru yang datang dari Allah; sebab tidak ada seorang pun yang dapat membuat tanda-tanda ini seperti yang Engkau lakukan kecuali jika Allah menyertainya” (3:2). Pernyataan Nikodemus begitu menarik untuk diperhatikan. Ia bukan hanya menyebut Yesus sebagai “Rabi” namun dengan jelas menyebut Dia “guru yang diutus Allah”. Ia mendasarkan hal ini pada pandangan umum orang Yahudi yang melakukan mujizat-mujizat dan tentunya mujizat-mujizat seperti yang Yesus perbuat, mengindikasikan jelas bahwa Ia adalah utusan Allah.

Namun meski, Nikodemus memahami Yesus sebagai guru yang diutus oleh Allah. Yesus menjawab dalam ayat 3, dan jawaban-Nya menukik tajam, “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan kembali, ia tidak dapat melihat Kerajaan Allah”. Apa yang dimaksud dengan dilahirkan kembali? Istilah “kelahiran kembali” dapat diartikan sebagai suatu peristiwa atau kejadian yang dikerjakan oleh Roh Kudus satu kali dalam diri orang percaya, dan hasilnya akan membawanya menjadi bagian dalam keselamatan & kerajaan Allah untuk selamanya. Yesus memberikan jawabnya demikian: “Aku berkata kepadamu sesungguhnya jika seseorang tidak dilahirkan dari air dan Roh maka ia tidak dapat masuk ke dalam kerajaan Allah” (ayat 5). Dalam bagian ini, Yesus memberi penegasan yang kuat “I tell you the truth” (“Aku berkata kepadamu, sesungguhnya ...”). Yesus hendak menekankan bahwa apa yang Ia katakan inilah kebenaran yang sebenar-benarnya.

Kesimpulan:Berdasarkan penjelasan di atas, yang mampu mengahantarkan seseorang kepada keselamatan bukan karena perbuatan baik, namun karena pekerjaan Allah melalui kelahiran baru, yang pada akhirnya membawa seseorang untuk memahami dan percaya kepada Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat.  Bukankah ini merupakan model keselamatan yang sempurna.


Ringkasan Khotbah Minggu 20 Desember 2015 oleh Ev. Frists Heriyanto
                                     

Info Minggu, 27 Desember 2015

Berita Duka
Telah pulang ke rumah Bapa di Sorga, Selasa 22 Des 2015 ibu Ong Siok Nio 93 th (kakak dari ibu Ong Mei Ik). Telah dimakamkan, Sabtu 26 Des 2015 di pemakaman Kaliwates.
Segenap hamba Tuhan, majelis & jemaat turut berduka cita. Kiranya Tuhan memberi penghiburan kepada keluarga duka.

Kalender
Mulai hari ini kalender gereja dibagikan setiap hari Minggu sampai terakhir    10 Jan 2016. Jika diantara waktu itu ada yang belum menerima, dapat    menghubungi Ev. Kariaman Gea.

Ibadah Buka Tahun

     Hari/Tanggal : Jumat, 1 Januari 2016
     Waktu             : 08.00 Wib
     Pembicara     : Ev. Kariaman Gea
     Liturgos         : Ls Herman N.
     Pemusik         : Shintia Deby P.
     Singer            : Fenny A. , Ls. Nelson Luan, Christine E.
     Tema              : Tahun Baru Hidup Baru
     Tempat           : GKT Jember
Mohon perhatian dan kehadiran seluruh jemaat.

Komisi Wanita
    Hari/tanggal : Rabu, 6 Januari 2016
    Waktu           : 18.00 Wib
    Pembicara        : Ls. Herman N
    Liturgos           : Anna Novia
    Pemusik        : Restiaminingsih
    Tema                : Kuat di Dalam Tuhan
    Acara            : Perjamuan Kasih (biaya 10.000/orang)
    Tempat         : Aula
Pendaftaran dapat menghubungi ibu Hauw Mie ling /ibu Liem Djing Yin. Mohon perhatian dan kehadiran seluruh anggota Komisi Wanita.

Natal MAG
    Hari/Tanggal  : Jumat, 8 Januari 2016
    Waktu             : 18.30 Wib
    Pembicara     : Pdt. Dr. M. Sudhi Dharma, M. Th
    Tema              : Hidup Bersama Sebagai Keluarga Allah
    Tempat             : Grand Edelweiss Ballroom Cempaka Hill Hotel
Mohon perhatian dan kehadiran seluruh jemaat.

Pokok-Pokok Doa

     1. Ibadah buka tahun, Komisi Wanita & Natal MAG
     2. Hamba Tuhan, Majelis dan pertumbuhan iman jemaat.
     3. Jemaat yang berulang tahun, lanjut usia dan sakit:
         Ibu Wong Yek Lan, Bpk. Liem Fuk Liang, Bpk. Hendrik Handoko,
         Ibu Than Mei Siang & Bpk Afuk
     4. Bangsa dan Negara Indonesia.

Ringkasan Khotbah Minggu, 18 Oktober 2015

SELAMATKAN JIWA, BERAPAPUN HARGANYA

Roma 1:16-17, Matius 28:19-20

 


Gereja ada karena pemberitaan Injil. Tanpa pemberitaan Injil, tidak mungkin ada gereja. Itulah sebabnya gerejapun  harus  terus menyatakan keselamatan di dalam Yesus Kristus.

Mengapa kita harus memberitakan Injil ?
1.    Karena Injil berisi hati Allah sendiri. Hati Allah adalah hati yang sangat mengasihi kita manusia berdosa. Ketika manusia jatuh dalam dosa, maka Allah datang ke dunia dalam rupa manusia, untuk menebus dosa-dosa manusia. Allah rela mengorbankan nyawaNya, demi keselamatan umat
manusia. Jadi bukan manusia yang mencari Allah, tetapi Allah sendiri yang mencari manusia berdosa.
Tuhan Yesus pernah berkata : “Aku datang bukan untuk orang benar, tetapi Aku datang untuk orang berdosa.” Jadi jelas bahwa Injil adalah inisiatif Allah sendiri. Jadi ketika kita memberitakan Injil berarti kita memberitakan isi hati Allah kepada manusia. Ketika kita memberitakan  Injil berarti kita hidup sesuai isi hati Allah.

2.    Karena Injil adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan.  Roma 1:16-17: “Sebab aku mempunyai keyakinan yang kokoh dalam Injil, karena Injil adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan setiap orang yang percaya, pertama-tama orang Yahudi, tetapi juga orang Yunani. Sebab di dalamnya nyata kebenaran Allah, yang bertolak dari iman dan memimpin kepada iman,
seperti ada tertulis: "Orang benar akan hidup oleh iman."

Melalui Injil ada kuasa Tuhan yang mampu mengubahkan hidup manusia berdosa. Sebab melalui Injil, manusia mengenal kasih Tuhan, pengampunan dari Tuhan, penebusan dosa, dsb.

3.    Karena  pemberitaan Injil, adalah perintah Allah.  Matius 28:19-20: “Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman."

Orang Kristen tidak dapat berdalih, bahwa dia tidak dapat memberitakan Injil, karena dia bukan hamba Tuhan, bukan sarjana theologia dll. Memberitakan Injil adalah perintah Tuhan bagi setiap orang Kristen. Orang Kristen tidak perlu kuatir, karena perintah Tuhan selalu disertai dengan janji Tuhan. Bila kita giat memberitakan Injil,maka Tuhan berjanji akan selalu menyertai kita sampai pada akhir zaman.

Konsekwensi Pemberitaan Injil:
Paulus berkata di dalam Filipi 1:21: Bagiku hidup adalah Kristus, dan mati adalah keuntungan. Artinya seluruh hidup Paulus, hanya untuk Tuhan Yesus. Paulus rindu lewat perkataan dan perbuatannya, dapat memuliakan Kristus. Paulus tidak mau memuliakan namanya, tetapi hanya memuliakan nama Kristus. 
Istilah mati adalah keuntungan, artinya mati karena pekabaran Injil. Paulus siap memikul salib, siap menyangkal diri, siap menderita demi Kristus. Paulus siap membayar harga, sekalipun nyawanya menjadi taruhan  demi Injil. 

Ringkasan Khotbah Minggu 18 Oktober 2015 oleh Pdt. Dwi Budi Cahyono
                                     

Info minggu, 25 Oktober 2015

Ucapan Terima Kasih
Segenap hamba Tuhan, Majelis dan jemaat mengucapkan terima kasih atas pelayanan Pdt. Sia Kok Sin pada ibadah KKR Pemuda-Remaja, ibadah I dan II. Tuhan memberkati pelayanannya.

Berita Duka
Telah pulang ke rumah Bapa di Sorga bpk. Gembong Sriyono ayah dari bpk. Brian Presty Sancaka dalam usia 69 tahun pada tanggal 19 Oktober 2015 dan telah dimakamkan pada tanggal 21 Oktober 2015 di Solo.
Segenap Hamba Tuhan, Majelis dan jemaat, turut berduka cita. Kiranya Tuhan memberikan penghiburan bagi keluarga yang ditinggalkan.

Pada hari Jumat-Minggu, 23-25 Oktober 2015, Pdt. Djoni Febrianto akan mengikuti Retreat GC (Growing Couple) di Trawas. Mohon perhatian dan dukungan doa jemaat.

KKR Pemuda-Remaja
KKR Pemuda-Remaja wilayah IV dan V akan diadakan pada:
    Hari/tanggal  : Senin, 26 Oktober 2015
    Pukul             : 18.00 WIB
    Tema              : Jadikan Aku Alat-Mu Ya Tuhan
    Pembicara      : Pdt. Sia Kok Sin, D. Th.
    Tempat          : GKT Jember
Mohon perhatian dan kehadiran seluruh anggota Komisi Pemuda dan Remaja.

Jadwal Presentasi Komisi
    *Rabu, 4 November 2015
      Misi         : 18.00-19.00 wib
      Diakonia: 19.00-20.00 wib
      Pasutri     : 20.00-21.00 wib
   
    *Jumat, 13 November 2015
      Wanita   : 18.00-19.00 wib
      Musik      : 19.00-20.00 wib
      Usianda  : 20.00-21.00 Wib
   
    *Jumat, 20 November 2015
      Remaja   : 18.00-19.00 wib
      Pemuda  : 19.00-20.00 wib
      Anak       : 20.00-21.00 wib

    Diharapkan tepat waktu.
    Mohon perhatian dan kehadiran pengurus komisi.

Pemberkatan Nikah
Sabtu, 14 November 2015; pk. 11.00 wib akan diadakan pemberkatan nikah Sdr. Yudhistira Santosa dan Sdri. Lusiana Halim di GKT Jember. Bagi    jemaat yang merasa keberatan, dapat menyampaikan kepada Majelis  secara tertulis paling lambat 9 November 2015. Mohon perhatian seluruh jemaat.

Ringkasan Khotbah Minggu, 4 Oktober 2015

SALING MEMBANGUN DI  DALAM KRISTUS

Markus 2:1-12

 


Ada seorang lumpuh yang tidak bisa berbuat apa-apa. Hidupnya sangat bergantung pada belas kasihan orang lain. Bisa saja orang lumpuh itu mengambil langkah bunuh diri, krn merasa hidup tidak berguna lagi. Tetapi syukurlah pada saat itu ada 4 orang yang berbelas kasihan dengan dia. Mereka berinisiatif membawa orang lumpuh itu ke hadapan Tuhan Yesus untuk disembuhkan. Waktu itu Tuhan Yesus ada di dalam sebuah rumah, sedang mengajar firman Tuhan. Banyak orang  mengerumuni Dia, baik di dalam rumah sampai di luar rumah. Jadi nampaknya tidak ada jalan membawa orang lumpuh itu sampai ke hadapan Tuhan Yesus. Akhirnya muncul ide, untuk naik atap rumah dan membuka atap tsb, lalu menurunkan orang lumpuh tepat di depan Yesus.

Ketika Tuhan Yesus melihat pemandangan ini, Tuhan sangat berkenan, karena perbuatan mereka menunjukkan kasih, kepedulian terhadap sesama bahkan menunjukkan iman mereka yang sungguh-sungguh kepada Tuhan Yesus. Itu sebabnya Tuhan Yesus berkata kepada orang lumpuh itu:  "Kepadamu Kukatakan, bangunlah, angkatlah tempat tidurmu dan pulanglah ke rumahmu!" Dan orang itupun bangun, segera mengangkat tempat tidurnya dan pergi ke luar, disaksi
kan oleh orang banyak.

Disinilah kita melihat, bahwa Tuhan sangat berkenan dan memberkati umatNya yang hidup saling membangun, saling menopang, saling menolong satu sama lain. 
Tuhan Yesus sendiri, di dalam Yesaya 42:3 dan Matius 12:20 berkata demikian : “Buluh yang patah terkulai tidak akan diputuskan-Nya, dan sumbu yang pudar nyalanya tdk akan dipadamkan-Nya, sampai Ia menjadikan hukum itu menang.”

Melalui kalimat ini, Tuhan menempatkan diri-Nya untuk selalu : memberi pengharapan, di tengah-tengah tidak ada lagi harapan.Memberi masa depan, di tengah-tengah kondisi yang nampaknya sudah tidak  ada lagi masa depan. Itulah hati Tuhan kita.
  
Dalam PL ada kisah menarik, itulah kisah Musa, Harun dan Hur (Keluaran 17:8-13). Pada wkt itu bangsa Israel berperang melawan bangsa Amalek. Musa memerintahkan kepada Yosua untuk menyiapkan pasukan perang. Sementara Musa, Harun dan Hur naik ke puncak bukit.

Dikatakan dalam Keluaran 17:11-13: “Dan terjadilah, apabila Musa mengangkat tangannya, lebih kuatlah Israel, tetapi apabila ia menurunkan tangannya, lebih kuatlah Amalek. Maka penatlah tangan Musa, sebab itu mereka mengambil sebuah batu, diletakkanlah di bawahnya, supaya ia duduk di atasnya; Harun dan Hur menopang kedua belah tangannya, seorang di sisi yang satu, seorang di sisi yang lain, sehingga tangannya tidak bergerak sampai matahari terbenam. Demikianlah Yosua  mengalahkan Amalek dan rakyatnya dengan mata pedang.”

Nah ini kisah yang menarik, disaat tangan Musa lemah, maka tangan Harun dan Hur menopangnya, sampai matahari terbenam, akhirnya Yosua berhasil mengalahkan
orang Amalek.

Ini pelajaran berharga bagi kita anak-anak Tuhan. Bahwa Tuhan menghendaki agar kita anak-anaknya saling mendukung, saling menopang, saling menguatkan, saling membangun satu sama lain, agar semua berhasil.

Bagaimana cara kita dapat hidup saling membangun? Kita dapat hidup saling
mendoakan, memberikan ayat-ayat firman Tuhan yang menguatkan sesama kita, memberi pujian atas kelebihan sesama kita,  menegur sesama kita di dalam kasih,
serta memohon maaf atas segala kesalahan kita.

Ringkasan Khotbah Minggu 04 Oktober 2015 oleh Pdt. Djoni Febrianto
                                     

Info Minggu, 11 Oktober 2015

Ucapan Terima Kasih
Terima kasih atas pelayanan Vocal Group dari UNEJ pada ibadah II. Tuhan memberkati.

Pergantian Pengurus
     *Remaja : Nicholas Evan Setiawan digantikan Kennant Evander Jessavi
     *Pasutri  : Mat Yasin digantikan Johnny M. Ganda
     *Misi      : David Andhika Setiawan digantikan Made Suryanata
                       Sasmito Noto Hadi digantikan Restiaminingsih

Komisi Diakonia
Donor darah diadakan Minggu 11 Oktober 2015, pukul 10.00 WIB.

Sosialisasi Program Gereja Tahun 2016
Majelis mengundang seluruh pengurus komisi untuk menghadiri acara sosialisasi tersebut, yang akan diadakan pada :
    Hari/tgl : Jumat, 16 Oktober 2015
    Pukul      : 18.00 WIB
    Tempat  : Aula GKT Jember
Diharapkan setiap sekretaris komisi dapat membawa flashdisk. Pemberitahuan ini bersifat undangan.
Mohon perhatian dan kehadiran seluruh pengurus komisi GKT Jember.

Komisi Misi
    *Hari/tgl     : Sabtu, 17 Oktober 2015
      Pukul         : 18.00 WIB
      Pembicara : Pdt. Dwi Budi Cahyono
      Acara         : Ibadah Malam Misi
      Tema          : Pelayanan Misi Lintas Budaya
      Tempat      : GKT Jember
Mohon perhatian dan kehadiran seluruh jemaat.

    *Hari/tgl     : Minggu, 18 Oktober 2015
      Pukul         : 11.00-selesai
      Pembicara : Pdt. Dwi Budi Cahyono
      Acara        : Pembinaan
      Tema         : Cerdik Seperti Ular, Tulus Seperti Merpati
      Tempat      : GKT jember
Mohon perhatian dan kehadiran seluruh anggota Komisi Misi.

Kependetaan Ev. Anam Peni Asih
Majelis mengusulkan kependetaan Ev. Anam Peni Asih ke Sinode GKT. Jika ada jemaat yang merasa keberatan dapat menyampaikan kepada Majelis secara tertulis paling lambat 17 Okt 2015.
Mohon perhatian seluruh Jemaat.



HUT Komisi Anak
    Hari/tgl         : Minggu, 18 Oktober 2015
    Pukul               : 09.00 WIB
    Pembicara    : Ev. Elani, M. Pd. K
    Tempat          : Aula GKT Jember
Mohon perhatian seluruh orang tua anak sekolah minggu.

KKR Pemuda-Remaja
KKR Pemuda-Remaja wilayah IV dan V akan diadakan pada:
     Hari/tanggal : Senin, 26 Oktober 2015
     Pukul             : 18.00 WIB
     Tema              : Jadikan Aku Alat-Mu Ya Tuhan
     Pembicara      : Pdt. Sia Kok Sin, D. Th.
     Tempat          : GKT Jember
Mohon perhatian dan kehadiran seluruh anggota Komisi Pemuda dan Remaja.

Pokok-pokok Doa
    1. Acara sosialisasi program gereja, Malam Misi, HUT Komisi Anak &
        KKR Pemuda-Remaja.
    2. Hamba Tuhan, Majelis, Aktivis dan pertumbuhan iman jemaat.
    3. Jemaat yang berulang tahun, lanjut usia dan sakit :          
         Ibu Siaw Lie Sia, Ibu Liem Mei Ik, Ibu Sie Sioe Mei, Bpk. Pang Sie Mei & Sdri. Kiki.
    4. Bangsa dan Negara Indonesia. 

Ringkasan Khotbah Minggu, 20 September 2015

Roma 12:9-21

KARAKTERISTIK KASIH


Saudara, di dalam perikop yang sudah kita baca tadi, dengan jelas kita melihat bahwa Paulus berulang-ulang memberikan contoh mengenai karakteristik kasih.  Hari ini kita akan belajar dua  karakteristik kasih.

I. Kasih itu tulus (ay. 9-13)
Paulus membuka perikop 12:9-21 dengan mengatakan “Hendaklah kasih itu jangan pura-pura.”
Kasih itu harus tulus dan tidak munafik. Kasih yang tulus seperti Allah mengasihi manusia, dan tentunya sudah dirasakan oleh orang percaya.

Paulus menggunakan “Philadelphia” yang berarti ikatan kasih yang terjadi di dalam sesama anggota keluarga. Contoh kasih yang tulus, yaitu kasih orangtua kepada anak-anaknya. Kasih yang keluar dengan sendirinya, tanpa dipaksa, dan tanpa mengharapkan imbalan.  Orangtua tetap mengasihi anaknya, walaupun orangtua tahu bahwa anaknya tidak mampu untuk membayar pengorbanan yang sudah mereka berikan.

II. Kasih itu tidak membalas kejahatan (ay. 14-21)
Kondisi jemaat Roma pada waktu itu tidaklah baik.  Ada konflik antara orang Yahudi Kristen dengan Gentile Kristen, dan ditambah lagi adanya penganiayaan dari pemerintahan Romawi. Tentunya keadaan ini merupakan sebuah pergumulan bagi jemaat Roma  untuk mengasihi orang yang telah berbuat jahat kepada mereka. Walaupun tidak mudah, namun itulah kasih yang seharusnya ditunjukkan  orang percaya kepada sesama dan dunia.

Di dalam ayat 14 Paulus mengatakan : “Berkatilah siapa yang menganiaya kamu, berkatilah dan jangan mengutuk!” Dia mengutip pengajaran Yesus dalam Matius 5:44, “Tetapi Aku berkata kepadamu: Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi  mereka yang menganiaya kamu.”

Dan Lukas 6:28 “Mintalah berkat bagi orang yang mengutuk kamu; berdoalah bagi orang yang mencaci kamu.”

Meminta berkat kepada Allah berkaitan erat dengan sebuah doa.  Bukanlah hal yang mudah berdoa kepada Allah, untuk memohon berkat bagi orang yang telah berbuat jahat kepada kita.
Namun berkali-kali Paulus mengingatkan jemaat Roma,

“Janganlah membalas kejahatan dengan kejahatan!”
“Hiduplah dalam perdamaian dengan semua orang!”
“Kalahkanlah kejahatan dengan kebaikan!”

Ringkasan Khotbah Minggu 20 September 2015 oleh Ls. Herman N.

Info Minggu, 27 September 2015

Ucapan Terima Kasih
Segenap Hamba Tuhan, Majelis dan jemaat mengucapkan terima kasih atas pelayanan Ev. Yudi  Handoko pada Ibadah I dan II di GKT Jember. Tuhan memberkati

Berita Duka
Telah pulang ke rumah Bapa di Sorga, Bpk. Toyo Mantoro (Tjia Tjin Tjek) pada hari Senin, 21 September 2015 dan telah dikremasikan pada hari Kamis 24 September 2015.
Segenap Hamba Tuhan, Majelis dan jemaat turut berduka cita.
Kiranya Tuhan memberikan penghiburan bagi keluarga yg ditinggalkan.

Pelayanan Gembala Sidang
Minggu, 27 September 2015, Pdt. Djoni Febrianto akan melayani firman Tuhan di GKT Pos PI Bangil. Mohon dukungan doa dari jemaat.
   
Perjamuan Kudus
Minggu, 4 Oktober 2015 akan diadakan Perjamuan Kudus.
     *Petugas pagi :
         Elizabeth Fransiska, Ester Ang, Hauw Mie Ling, Mat Yasin.
     *Petugas sore :
         Heny Iviawati, Ester Soehar, Trisana Dewi Handoyo, Mat Yasin.
     *Petugas keliling
        Hauw Mie Ling
Diharapkan jemaat dapat mempersiapkan diri dan mengenakan  pakaian atasan putih.
Mohon perhatian dan kehadiran seluruh jemaat.

Komisi Wanita
Rabu, 7 Oktober 2015 Komisi Wanita akan mengadakan bakti sosial ke panti asuhan Kanaan. Bagi jemaat yang mau mendukung acara tersebut dapat memberikan sumbangan berupa barang layak pakai : baju, tas, sepatu & buku  rohani.
Dikumpulkan paling lambat 4 Oktober 2015 pada ibu Hauw Mie Ling atau ibu Liem Djing Yin.
Mohon perhatian seluruh jemaat.


Komisi Pemuda
    Hari/tgl         : Sabtu, 10 Okt. 2015
    Acara            : Persekutuan dan Berbagi Kasih
    Tempat         : Lembaga Pemasyarakatan/Penjara di Jember

Doakan dan dukung pelayanan ini dengan memberikan sumbangan berupa uang, untuk membeli 50 paket (peralatan mandi, mie instan,kopi & gula) x Rp. 50.000.
Dikumpulkan paling lambat 4 Oktober 2015 pada Ls. Herman N.
Mohon perhatian dan dukungan seluruh jemaat.

Komisi Diakonia
     Hari/tgl         : Minggu, 11 Okt. 2015
     Pk.                : 10.00 WIB - selesai
     Acara            : Donor Darah
     Tempat         : GKT Jember
Pendaftaran : Eva Virlyana dan Kho May Djing (paling lambat tgl 4 Oktober 2015).
Mohon perhatian dan partisipasi jemaat.

Pokok-pokok Doa
    1. Bakti Sosial Komisi Wanita.    
    2. Hamba Tuhan, Majelis, Aktivis dan pertumbuhan iman jemaat.    
    3. Jemaat yang berulang tahun, lanjut usia dan sakit :          
         Ibu Siaw Lie Sia, Ibu Liem Mei Ik, Ibu Sie Sioe Mei, Bpk. Pang Sie Mei & Sdri. Kiki.
    4. Bangsa dan Negara Indonesia. 

Ringkasan Khotbah Minggu, 13 September 2015

TERIMALAH SATU DENGAN YANG LAIN SEPERTI KRISTUS

Hosea 1:1-3; Hosea 2:18-19; Hosea 3;1


Hubungan Tuhan dengan kita umatNya, seringkali digambarkan dengan hubungan antara suami dengan istri.  Hosea 2:18-19,  Tuhan sendiri berkata demikian kepada orang Israel: “Aku akan menjadikan engkau isteri-Ku untuk selama-lamanya dan Aku akan menjadikan engkau isteriKu dalam keadilan dan kebenaran, dalam kasih setia dan kasih sayang. Aku akan menjadikan engkau isteriKu dalam kesetiaan, sehingga engkau akan mengenal TUHAN.”  

Sebagai gambaran kasih Tuhan itu, Tuhan perintahkan Nabi Hosea untuk menikahi Gomer, seorang wanita pelacur.  Memang ada penafsiran mengatakan, bahwa semula Gomer itu bukan pelacur, tetapi seorang perawan, kemudian setelah menikah dengan Nabi Hosea, dia menunjukkan  ketidaksetiaannya, dia pergi dengan pria lain. Dari perkawinan dengan Nabi Hosea, Gomer  dikarunia 3 orang anak yang bernama : Yizreel, Lo Ruhama, Lo Ami.
Sudah punya 3 anak, Gomer didapati masih juga melacur. Jadi Gomer bukan 1 kali melacur, tetapi sudah berkali-kali melacur. Pantaskah wanita semacam ini, terus diambil istri oleh nabi Hosea.

Namun saudara, sungguh mengagetkan ketika kita baca di dalam Hosea 3:1 Tuhan berkata demikian kepada Hosea: :“Berfirmanlah TUHAN kepadaku: "Pergilah lagi, cintailah perempuan yang suka bersundal dan berzinah, seperti TUHAN juga mencintai orang Israel, sekalipun mereka berpaling kepada allah-allah lain ….". Lewat sikap Tuhan ini, sesungguhnya Tuhan sedang mengajak kita, melatih kita, belajar menerima kekurangan, kelemahan,kesalahan, bahwa kesalahan yang sangat melukai hati kita.

Selain belajar menerima kesalahan, kekurangan dari saudara seiman kita,  mari kita juga belajar menerima kelebihan sesama kita, sama seperti Tuhan menerima kelebihan kita. Kepada jemaat Efesus, Tuhan pernah berkata demikian :  Wahyu 2:2-3: “Aku tahu segala pekerjaanmu: baik jerih payahmu maupun ketekunanmu. Aku tahu, bahwa engkau tidak dapat sabar terhadap orang-orang jahat, bahwa engkau telah mencobai mereka yang menyebut dirinya rasul, tetapi yang sebenarnya tidak demikian, bahwa engkau telah mendapati mereka pendusta. Dan engkau tetap sabar dan menderita oleh karena nama-Ku; dan engkau tidak mengenal lelah. (Jadi ada 4 point pujian yg Tuhan berikan kpd jemaat Efesus), kalimat berikutnya perhatikan : Wahyu 2:4-5: Namun demikian Aku mencela engkau, karena engkau telah meninggalkan kasihmu yang semula.
 Sebab itu ingatlah betapa dalamnya engkau telah jatuh! Bertobatlah dan lakukanlah lagi apa yang semula engkau lakukan. Jika tidak demikian, Aku akan datang kepadamu dan Aku akan mengambil kaki dianmu dari tempatnya, jikalau engkau tidak bertobat.”

(1 point kesalahan /kelemahan Tuhan ingatkan): engkau telah meninggalkan kasihmu yang semula. Ini menunjukkan bahwa Tuhan sangat menghargai kelebihan dari umatNya.Tuhan tidak mau mengabaikan sisi positif dari jemaat Efesus. Jadi dengan menyebutkan 4 point  kebaikan jemaat Efesus, tujuan utama Tuhan adalah memberi semangat kpd jemaat ini, agar apa yang sudah
baik, dipertahankan, bahkan kalau bisa tingkatkan lagi.


Ringkasan Khotbah Minggu 13 September 2015 oleh Pdt. Djoni Febrianto
                                     

Info Minggu, 20 September 2015

Latihan Paduan Suara Umum
Selasa, 22 September 2015 akan diadakan Latihan Paduan Suara Umum. Mohon perhatian seluruh anggota Paduan Suara Umum.

Komisi Misi
     Persekutuan Komisi Misi akan diadakan pada :
     Hari / tanggal : Rabu, 23 September 2015
     Tempat                : Aula GKT
     Waktu                : 18.00-selesai
     Liturgos            : Ls. Megawati
     Pembicara       : Ls. Nelson Luan
     Thema             : Menyebranglah Kemari dan Tolonglah Kami

Bagi anggota Komisi Misi yang mau dijemput, dapat menghubungi gereja.
Mohon perhatian dan kehadiran seluruh anggota Komisi Misi.

Perjamuan Kudus
Minggu, 4 Oktober 2015 akan diadakan Perjamuan Kudus. Diharapkan bagi jemaat yang sudah dibaptis dapat mempersiapkan diri dan mengenakan pakaian putih.
Mohon perhatian dan kehadiran seluruh jemaat.

Komisi Wanita
Rabu, 7 Oktober 2015 Komisi Wanita akan mengadakan bakti sosial ke panti asuhan Kanaan. Bagi jemaat yang mau mendukung acara tersebut, dapat mempersembahkan : uang, beras, minyak, sabun, sapu dan sikat. Serta barang layak pakai : baju, tas, sepatu & buku rohani.
Dikumpulkan paling lambat 4 Oktober 2015 pada ibu Hauw Mie Ling atau ibu Liem Djing Yin. Mohon perhatian seluruh jemaat.

Pokok-pokok Doa
    1. Persekutuan Komisi Misi dan Bakti Sosial Komisi Wanita.    
    2. Hamba Tuhan, Majelis, Aktivis dan pertumbuhan iman jemaat.    
    3. Jemaat yang berulang tahun, lanjut usia dan sakit :          
        Ibu Kurniawati, Ibu Tjang Pik Yun, Ibu Liu Lie Cen, Bpk. Tjin Tjek,  Sdri. Kiki.
    4. Bangsa dan Negara Indonesia. 

Info Minggu, 6 September 2015

UCAPAN TERIMA KASIH
Segenap hamba Tuhan, Majelis dan jemaat mengucapkan terima kasih atas pelayanan Pdt. Suwanton di GKT Jember pada ibadah I dan II. Tuhan memberkati.

PELANTIKAN MAJELIS GKT JEMBER PERIODE 2015-2017
Minggu, 6 September 2015; di Ibadah II akan dilaksanakan  Pelantikan Majelis  GKT  Jember   periode 2015 - 2017.  Adapun  susunan  Majelis periode 2015-2017 adalah sebagai berikut :
         Ketua              :  Heny Iviawati
         Wakil Ketua     :  Hadi Soehalim
         Sekretaris       :  Trisana Dewi Handoyo
         Bendahara I     :  Ester Ang
         Bendahara II    :  Elizabeth Fransisca
         Anggota I          :  Ester Soehar
         Anggota II        :  Ratna Indahwati
         Anggota III       :  Hauw Mie Ling
         Anggota IV       :  Mat Yasin

BERITA DUKA
Telah pulang ke rumah Bapa di Sorga ibu Tan Tjhing Niang pada hari Selasa, 1 September 2015 dalam usia 81 tahun. Ibadah pemberangkatan jenazah  akan  dilaksanakan  pada  hari Minggu,  6 September 2015;  pukul 09.30 WIB. Dimakamkan di pemakaman Kaliwates. Segenap hamba  Tuhan, Majelis dan jemaat turut berduka cita, kiranya Tuhan memberikan penghiburan bagi keluarga yang ditinggalkan.

LATIHAN PADUAN SUARA
Latihan paduan suara akan diadakan setelah kebaktian II. Mohon perhatian dan kehadiran seluruh anggota Paduan Suara.

DOA MISI
Senin, 7 September 2015 akan diadakan doa Misi pukul 07.00 wib-  selesai di ruang doa. Bagi jemaat yang rindu mendoakan dan di doakan bisa turut serta dalam doa Misi. Mohon perhatian seluruh anggota Komisi Misi.

GLADI BERSIH
Senin, 7 September 2015; pukul 18.00 WIB akan diadakan gladi bersih. Mohon perhatian dan kehadiran seluruh panitia dan pengisi acara.

Ringkasan Khotbah Minggu, 23 Agustus 2015

MENGHORMATI ORANGTUA

Efesus 6:1-3, Keluaran 20:12


Banyak orangtua yang mengeluh karena anak-anak mereka tidak lagi menghormati mereka sebagai orang tua, bahkan banyak anak-anak yang cenderung memberontak kepada orangtua mereka.  Dalam 2 Timotius 3:2 dikatakan bahwa memang  sekarang ini ada banyak anak -anak cenderung memberontak kepada orang tua. Oleh karena itu kita sebagai orang tua memiliki tanggung jawab besar agar anak-anak kita jangan sampai mereka menjadi orang yang memberontak kepada orang tua atau tidak taat kepadaorang tua.

Dalam Efesus 6:1-2, firman Tuhan mengatakan bahwa seorang anak harus menghormati atau taat kepada orang tua. Ketaatan kepada orang tua adalah suatu yang harus dilakukan oleh seorang anak. Dalam ayat 1 dikatakan bahwa  “KARENA HARUSLAH DEMIKIAN. Artinya tidak ada alasan apapun untuk tidak menaati orang tua.

Anak menghormati orang tua atau taat kepada orang tua tidak datang dari dalam diri mereka sendiri tetapi melalui didikan orang tua. Anak tidak bisa kita harapkan untuk hormat dan taat kepada orang tua dengan sendirinya. Banyak orang tua yang tidak memahami akan hal ini sehingga orang tua  hanya menuntut anak untuk menghormat atau taat kepada orang tua.

Dalam Ulangan 6:6-9, Musa mengingatkan orang Israel bahwa orang Israel harus mengajarkan kepada anak-anak mereka tentang Tuhan. dan bukan hanya pada saat-saat tertentu tetapi dalam seluruh aspek kehidupan mereka.  Kemudian orang tua khususnya ayah memiliki peranan yang sangat penting dalam mendidik anak-anaknya supaya takut akan Tuhan. Jadi di sini kita melihat bahwa sebenarnya yang menjadi pusat pendidikan kita adalah Allah bukan dunia atau yang lainnya.

BAGAIMANA MENDIDIK ANAK MENGHORMATI ORANGTUA.
1.    Mendorong agar mengalami kelahiran baru
2.    Menjadi teladan bagi anak-anak
3.    Mengajarkan firman Tuhan
4.    Berdoa

BERKAT BAGI ANAK YANG MENGHORMATI ORANG TUA.
Tuhan berjanji bahwa Dia akan memberkati mereka yang menghormati orang tuanya di dalam Tuhan. Oleh karena itu tidak akan pernah sia-sia jerih payah mereka yang menghormati orang tua mereka ketika masih hidup.

Ringkasan Khotbah Minggu 23 Agustus 2015 oleh Ev. Kariaman Gea
                                     

Info Minggu, 30 Agustus 2015

UCAPAN TERIMA KASIH
Segenap Hamba Tuhan, Majelis dan jemaat mengucapkan terima kasih atas pelayanan Ev. Eko  Mujiono di GKT Jember pada ibadah I dan II.Tuhan memberkati.

AMPLOP UCAPAN SYUKUR
Minggu ini akan dibagikan amplop ucapan syukur HUT ke 63 GKT Jember dan akan kumpulkan kembali pada acara HUT GKT Jember. Mohon perhatian seluruh jemaat.

JALAN SEHAT USIANDA
Selasa, 1 September 2015; pukul 15.00 (berkumpul di gereja) akan diadakan Jalan Sehat Usianda. Mohon perhatian dan partisipasi seluruh anggota Usianda.

GLADI BERSIH
Senin, 7 September 2015; pukul 18.00 WIB akan diadakan gladi bersih. Mohon perhatian dan kehadiran seluruh panitia dan pengisi acara.

PELANTIKAN PENGURUS KOMISI
Minggu, 13 September 2015 akan diadakan pelantikan pengurus komisi pada ibadah II. Mohon perhatian dan kehadiran pengurus komisi yang akan dilantik.

Pembagian tugas hamba Tuhan GKT Jember
     Pdt. Djoni Febrianto : Gembala Sidang, Pembimbing Komisi Usianda dan Koordinator Visitasi
     Ev. Kariaman Gea : Pembimbing Komisi Anak dan Pasutri
     Ev. Nahum Daely : Pembimbing Komisi Musik dan Koordinator
     Persekutuan Doa
     Ls. Herman Napitupulu : Pembimbing Komisi Pemuda dan Remaja
     Ls. Yohanes Nelson Luan : Pembimbing Komisi Misi dan Diakonia

POKOK-POKOK DOA
    1. Hamba Tuhan, Majelis, Aktivis dan pertumbuhan Iman jemaat.
    2. Ibadah syukur HUT ke 63 GKT Jember 9 September 2015.
    3. Jemaat yang berulang tahun, lanjut usia dan sakit :
        Ibu Tjang Pik Tong, Ibu Siaw Lie Sia, Ibu Tan Tjing Niang,
        Ibu Liem Mei Ik, Sdri. Kiki
    4. Bangsa dan Negara Indonesia.

Ringkasan Khotbah 31 Mei 2015

BELAJAR DARI KESABARAN KRISTUS

Matius 26:57-68; Matius 27:11-14



Dalam hal  apakah Tuhan Yesus bersabar ?

1.    Dalam hal menghadapi manusia apa adanya
*) Tuhan Yesus menghadapi ahli-ahli Taurat, tua-tua Yahudi dan Imam besar yg meludahiNya dan orang-orang lain yang memukul Dia (Matius 26:67)
*) Tuhan Yesus menghadapi Imam besar yang menuduhNya telah menghujat Allah, karena Yesus mengatakan Ia sebagai Mesias, Anak Allah, mulai sekarang kamu akan melihat Anak Manusia duduk di sebelah kanan yang Maha Kuasa.
*) Serdadu-serdadu Wali Negeri yang mengolok-olok Dia, menyalibkan Dia
*) Orang-orang yang menyamakan Tuhan Yesus dengan penyamun-penyamun yang disalib – Matius 27:38
*) Orang-orang yang mencela Tuhan Yesus dengan mengatakan,”Orang lain Ia selamatkan tetapi Ia tidak dapat menyelamatkan diri-Nya. Turunlah dari salib dan kami akan percaya kepada-Mu
Tuhan Yesus sabar kepada semua orang ini, Tuhan Yesus sabar mendengar apapun yang mereka katakan juga sabar  ketika orang-orang memperlakukan dgn tidak wajar : mencela, mengolok-olok, meludahi dan menyalibkan-Nya.

Matius 26:63 Tuhan DIAM.  Ketika seseorang diperlakukan tidak benar, reaksinya hanya ada 2 kemungkinan MARAH atau diam. Ketika DIAM itu menunjukkan bhw seseorang itu dpt menguasai diri dan sabar. Tuhan bisa saja marah namun Ia tidak lakukan itu.

2.    Dalam menghadapi persoalan hidup
Persoalan yang dihadapi Tuhan Yesus saat itu adalah orang-orang tidak percaya  padaNya. Yesus mengatakan bhw diriNya adalah Mesias namun mereka menganggap itu tidak benar, sehingga mereka membawa ke Mahkamah agama, mencela, meludahi, mencambuk dan menyalibkan Tuhan Yesus.
Sudah jelas Tuhan Yesus mengatakan yang benar namun saat itu imam besar menuduh bahwa Yesus menghujat Allah (v.65. Maka Imam Besar itu mengoyakkan pakainnya dan berkata : ”IA  MENGHUJAT ALLAH”. Untuk apa kita perlu saksi lagi. Sekarang telah kamu dengar hujat-Nya.)  HUJAT  BLASPHEMIA : menghina, memfitnah. Tuhan yang mengatakan kebenaran,  oleh orang2x yang tidak percaya termasuk oleh imam Besar Tuhan Yesus dianggap sebagai manusia yg menghina, memfitnah Allah.

Di sini kita melihat YANG BENAR DIANGGAP SALAH, seharusnya kebenaran diterima BENAR. Walaupun demikian Tuhan Yesus tetap sabar. Jika Tuhan Yesus sudah memberikan contoh untuk bersikap SABAR dalam menghadapi manusia dan persoalan dari orang-orang yang belum percaya serta para murid yg menyangkal, mengkhianati dan meninggalkannya. Marilah kita juga belajar sabar dlm menghadapi sesama dgn macam-macam karakter, latar belakang, pekerjaan, pendidikan dsb.  Marilah kita juga belajar SABAR ketika menghadapi persoalan dlm pekerjaan, keluarga dan pelayanan, persoalan kesehatan, hubungan dgn sesama dsb. Marilah kita belajar dari MAHA GURU KITA TUHAN YESUS YANG SABAR.


Ringkasan Khotbah 31 Mei 2015 Oleh : Pdt. Djoni Febrianto

Info minggu, 14 Juni 2015

BERITA DUKA
Telah meninggal dunia:
1. Ibu  Marizah  (Ibunda dari bpk. Fatah)  pada  hari Selasa, 19 Mei 2015 dalam usia 83 tahun dan    telah dimakamkan di Blitar.
2. Ibu  Tjio  Tjan  Ing  (ibunda  dari  ibu Loe Kwe Yin)  pada  hari  Minggu, 31 Mei 2015  dalam  usia  94 tahun. Jenazah  dimakamkan  pada  hari Minggu, 7  Juni  2015;  pukul  09.00  WIB, di  pemakaman  Kaliwates.
Kami  Hamba Tuhan,  Majelis  dan  jemaat  turut berduka cita kiranya Tuhan memberikan penghiburan bagi keluarga yang ditinggalkan.

SIDANG SINODE GKT
Tanggal 9 - 11 Juni 2015 Pdt. Djoni Febrianto, Ev. Kariaman Gea, Bpk. Hadi Soehalim, Bpk. Johnny M. Ganda dan Ibu Heny Iviawati akan mengikuti Sidang Sinode di Hotel Purnama Batu Malang. Mohon dukungan doa jemaat.

PERSEKUTUAN KOMISI MISI
    Persekutuan Komisi Misi akan diadakan pada :
    Hari/ Tanggal : Sabtu, 13 Juni 2015
    Pukul               : 18.00 WIB
    Tempat           : AULA GKT Jember
Mohon perhatian dan kehadiran seluruh anggota Komisi Misi.

AKSI DONOR DARAH
Aksi donor darah akan diadakan pada hari Minggu, 21 Juni 2015; pukul 10.00 WIB di GKT Jember. Mohon perhatian dan partisipasi seluruh Jemaat.


POKOK-POKOK DOA
    1. Sidang Sinode GKT tanggal 9 - 11 Juni 2015.
    2. Pemilihan Majelis periode 2015-2017.
    3. Hamba Tuhan, Majelis dan pertumbuhan Iman jemaat.
    4. Jemaat yang berulang tahun, lanjut usia dan sakit :
        Ibu Kurniawati, Ibu Tjang Pik Yun, Ibu Liu Lie Cen, Ibu Tjang PikTong, Ibu Siaw Lie Sia
    5. Bangsa dan Negara Indonesia.

Ringkasan Khotbah Minggu, 24 Mei 2015

MANAGEMENT HIDUP KRISTIANI

Lukas 14:28-30


Manusia hidup itu seperti mendirikan menara, makin lama makin tinggi dan menara itu harus bisa diselesaikan. Bila tidak selesai, maka orang akan mengejek  atau mengolok, dia hanya bisa membangun tetapi tidak dapat menyelesaikan. Oleh sebab itu betapa pentingnya membuat rencana, menghitung biayanya, materinya dan lain sebagainya. Management yg lemah, akan mengakibatkan integritas yang lemah bahkan akhirnya tidak dapat dipercaya.
Bangunlah hidup kita dari bawah ke atas dengan sebaik-baiknya. Menjadi murid Yesus, tidak terjadi dengan sendirinya,perlu usaha, rencana dan perhitungan yang baik. Tuhan Yesus tidak pernah mengabaikan namanya management. Tidak bisa tidak, orang hidup tanpa management. Jangan membangun hidupmu, dengan mata buta, tetapi  rencanakan yang baik.

Bagaimana mengelola hidup ini ?
1.    Awali dengan trusting God/Percaya kepada Tuhan.  Andalkan Tuhan, yakinlah bahwa Tuhan itu baik dan menyediakan yang terbaik.  Kita harus menjadi orang Kristen yang dewasa. Jangan lepaskan Tuhan, disaat  bisnis lemah, disaat badai masalah menghantam kita, jangan pernah meragukan Tuhan.  Letakkan landasan kita kepada Tuhan,  jangan goyah. Percayakan diri kita sepenuhnya kepada Tuhan.

2.    Akhiri dengan  sasaran/goal yang jelas. Jangan biarkan hidup ini mengalir seperti air. Jangan buta dan jangan naif, pikirkan dengan serius apa gol kita ?  Tanyakan pada diri kita: “Sebelum saya mati, warisan iman apa yg dapat saya berikan kepada anak cucu saya, atau generasi saya di masa akan datang ?

3.    Latihlah diri kita sedemikian rupa,agar  kita berhasil meraih gol kita. Paulus berkata di dalam 1 Korintus :26-27: “Sebab itu aku tidak berlari tanpa tujuan dan aku bukan petinju yang sembarangan saja memukul. Tetapi aku melatih tubuhku dan menguasainya seluruhnya, supaya sesudah memberitakan Injil kepada orang lain, jangan aku sendiri ditolak.” Bagaimana cara melatih kerohanian kita ? latihlah berdoa, membaca firman Tuhan setiap hari, dan menaati setiap perintah Tuhan dengan serius. Pasti tambah hari kerohanian kita makin bertumbuh.


Ringkasan Khotbah 24 Mei 2015 Oleh : Pdt. Em. Paulus Kurnia

Info Minggu, 31 Mei 2015

IBADAH KELUARGA
Minggu, 31 Mei 2015; pkl. 17.00 WIB akan diadakan ibadah keluarga. Mohon perhatian dan partisipasi seluruh jemaat untuk dapat mengajak keluarganya hadir.

JALAN SEHAT USIANDA
Jalan sehat usianda akan diadakan pada :
    Hari/ Tanggal : Selasa, 2 Juni 2015
    Pukul                : 15.00 (kumpul di gereja)
    Tempat            : Perum. Mojopahit (belakang Carefour)
Mohon perhatian dan partisipasi seluruh anggota usianda.

PELATIHAN EE KIDS
    Pelatihan penginjilan bagi anak-anak dengan metode EE Kids akan diadakan pada :
    Hari/Tanggal : Sabtu, 6 Juni 2015
    Pukul               : 16.00-20.00 WIB
    Tempat           : AULA GKT Jember
    Pembicara       : Tim EE Kids Malang
Diharapkan para guru sekolah minggu dan guru SDK Aletheia Jember dapat mengikuti pelatihan  tersebut.

PERJAMUAN KUDUS
Minggu, 7 Juni 2015 akan diadakan Perjamuan Kudus pada ibadah I dan II. Bagi jemaat  yang  sudah dibaptis  diharapkan mempersiapkan diri dan mengenakan atasan putih. Mohon perhatian dan kesediaan seluruh jemaat.

RAPAT PANITIA RETREAT
Rapat panitia retreat akan diadakan pada :
    Hari/Tanggal : Kamis, 4 Juni 2015
    Pukul             : 19.00 WIB
    Tempat          : Ruang Konsistori
Mohon perhatian dan  kehadiran  segenap  panitia  retreat. Warta ini bersifat undangan.


POKOK-POKOK DOA
    1. Pemilihan Majelis periode 2015 - 2017.
    2. Hamba Tuhan, Majelis dan pertumbuhan Iman jemaat.
    3. Jemaat yang berulang tahun, lanjut usia dan sakit :
        Bpk. Tju Khay Man, Bpk. Hartono Ali, Bpk. Tjin Tjek, Bpk. Tjang Ming Djen
    4. Bangsa dan Negara Indonesia.

Ringkasan Khotbah 26 April 2015

PEDULI SPERTI KRISTUS

(Yoh. 13: 34; Luk 4: 17 – 21)



        Lukas 4:17-21 merupakan solidaritas yang membebaskan sebagai program hidup Yesus atau tugas pengutusan Yesus. Kedatangan Tuhan Yesus Kristus ke dalam dunia (Mission statement ) Tuhan Yesus Kristus. Antara lain:

* Kabar baik bagi orang-orang Miskin (peduli kpd orang miskin)
Orang-orang miskin menjadi alamat yang dituju oleh kabar baik Yesus. Yesus datang membawa alternatif kehidupan baru, agar orang miskin, menderita diatasi. Dalam bacaan kita "miskin" dipakai kata "ptokos" adalah kaum pengemis, orang tidak memiliki apa-apa yaitu yang tidak memiliki tanah, pekerjaan, rumah dan para budak. Termasuk juga orang-orang sakit, kusta, dan orang yang tersisih,tak berdaya serta tidak memiliki masa depan. Berita ini mau mengatakan bahwa Yesus berpihak kepada orang miskin dan membela yang tertindas.

*Memberitakan pembebasan bagi orang-orang tawanan
(peduli). Kata "tawanan" menunjuk: pertama orang-orang yang ditangkap karena memberontak kepada pemerintah romawi dan menunggu hukuman mati. Sementara menanti hukuman mereka dijadikan budak, dipaksa kerja seumur hidupnya. Dan tidak memiliki harapan hidup. Kedua, orang-orang yang berhutang dengan orang lain karena tak bisa membayar maka di jadikan budak sementara, akan bebas kalau telah lunas membayar. Orang-orang ini tidak memiliki hak hidup, tidak memiliki hak beragama bahkan menikah. Memberitakan pembebasan bagi orang-orang tertawan artinya mengembalikan dan mengaku martabat dan hak-hak manusia sesuai dengan hakekat manusia sebagai gambar Allah.

*Memberitakan penglihatan bagi orang buta (peduli). Menunjuk pada "orang buta" secara jasmani yang biasanya karena radang mata yang bernanah atau buta sejak lahir biasanya menjadi pengemis dan dianggap sebagai hukuman Tuhan (Yoh.9:2) mereka disingkirkan, diejek dan diasingkan dari masyarakat. Penglihatan bagi orang buta artinya mengangkat dari ketergantungan pada orang lain dan mengusahakan kehidupan yang bergantung pada usaha diri sendiri dan pada Tuhan.

*Membebaskan orang-orang yang tertindas (peduli). Orang tertindas biasanya orang yang menanggung beban pajak yang sangat tinggi 70 %., orang-orang Samaria yang diasingkan dan tidak dianggap. Kedatangan Yesus membebaskan manusia dari manusia yang menekan orang lain, atau orang-orang yang egois, baik secara ekonomi, agama dan sosial. Dengan tegas Yesus berkata: "ketika aku lapar, kamu memberi aku makan, ketika aku haus, kamu memberi aku minum, ketika aku telanjang kamu memberi aku pakaian,  se-sungguhnya segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang saudaraKu yang paling hina ini, kamu telah melakukan untuk Aku" (Matius 25:31-46)  dengan tegas dikatakan bahwa menolong orang yang paling hina berarti melayani Tuhan, tetapi mengabaikan orang yang paling hina berarti mengabaikan Tuhan dan tidak melayani Yesus, bukan pengikutnya.

Ringkasan Kotbah 26 April 2015 oleh Pdt. Yan Aran Mering

Info Minggu, 3 Mei 2015

UCAPAN TERIMA KASIH
Segenap Hamba Tuhan, Majelis dan jemaat mengucapkan terima kasih atas pelayanan Pdt. Em. Peterus Pamudji di GKT  Jember pada KKR Jemaat, ibadah I dan II. Tuhan memberkati.

BERITA DUKA
Telah pulang ke rumah Bapa di Sorga pada hari Jumat, 1 Mei 2015, Ibu Tasya Pineta Wijaya (adik dari ibu Lisha Sagitha) di usia 41 tahun. Jenazah dimakamkan di pemakaman Mumbul Nusa Dua Bali. Segenap Hamba Tuhan, Majelis dan Jemaat mendoakan kiranya Tuhan memberikan penghiburan dan kekuatan bagi keluarga yang ditinggalkan.

JALAN SEHAT USIANDA
Selasa, 5 Mei 2015; pkl. 14.30 Wib (kumpul di gereja) diadakan Jalan Sehat Usianda. Pendaftaran kepada ibu Lidya Liu. Mohon perhatian seluruh anggota Komisi Usianda.

LATIHAN PADUAN SUARA UMUM
Selasa, 5 Mei 2015 diadakan latihan Paduan Suara Umum. Mohon perhatian seluruh anggota Paduan Suara Umum.

RAPAT KOORDINASI
Jumat, 8 Mei 2015; pukul 18.00 WIB akan diadakan Rapat Koordinasi. Mohon kehadiran ketua, sekretaris dan bendahara dari komisi Anak, Pasutri, Wanita, Diakonia dan Misi. Warta ini bersifat undangan.

PEMBERKATAN NIKAH
     Pemberkatan Nikah Kudus Sdr. Sentosa Wijaya dan Vina Andriana, akan diadakan pada :
     Hari/tanggal      : Minggu, 17 Mei 2015
     Pukul                    : 11.00 WIB
     Tempat                : GKT Jember
Bila ada keberatan dari jemaat dapat menyampaikan kepada Majelis paling lambat 12 Mei 2015.

POKOK-POKOK DOA
    1. Pelayanan Pdt. Em. Peterus Pamudji di GKT Jember.
    2. Hamba Tuhan, Majelis dan pertumbuhan Iman jemaat.
    3. Jemaat yang berulang tahun, lanjut usia dan sakit :
        Bpk. Tju Khay Man, Bpk. Hartono Ali, Bpk. Tjin Tjek,
        Bpk. Tjang Ming Djen, Ibu Maria Tampubolon
    4. Bangsa dan Negara Indonesia.


Ringkasan Khotbah Minggu, 12 April 2015

KAMU AKAN MELIHAT DIA

Markus 16:7; Lukas 24:36-49


Kamu akan melihat Dia, adalah ucapan yang disampaikan oleh malaikat Tuhan kepada para wanita yang datang ke kubur Yesus. Saat mereka melihat kubur Yesus terbuka, mereka berjumpa dengan malaikat yang berkata demikian : Jangan takut, kamu mencari Yesus orang Nazaret yang disalibkan itu. Ia telah bangkit. Ia tidak ada disini. Sekarang pergilah, katakanlah kepada murid-murid-Nya dan kepada Petrus: Ia mendahului kamu ke Galilea; di sana kamu akan melihat Dia, seperti yang sudah dikatakan-Nya kepada kamu." (Mrk 16:7). Kamu akan melihat Dia. Inilah kabar gembira yang disampaikan oleh malaikat Tuhan kpd semua murid Tuhan Yesus, kamu akan melihat Dia.

Perkataan malaikat ini sungguh terjadi: Tuhan Yesus langsung menjumpai para muridNya, sambil berkata : Damai sejahtera bagi kamu. Para murid terkejut dan takut, mereka mengira mereka melihat hantu. Namun Tuhan dengan sabar, menunjukkan bahwa Dia bukan hantu, Dia sungguh adalah Tuhan yang sudah bangkit dari antara orang mati. Inilah satu kesempatan istimewa yang Tuhan nyatakan kepada para murid, Tuhan menampakkan diriNya kpd setiap murid-muridNya. Sukacita para murid, juga menjadi sukacita kita pada hari ini, karena kita tahu bahwa ada kebangkitan dibalik kematian. Ada kehidupan dibalik kematian. Ini sebuah pengharapan dari kehidupan kita manusia. Itulah sebabnya jangan takut menghadapi kematian. Karena Tuhan Yesussudah berkata demikian : "Akulah kebangkitan dan hidup; barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan hidup walaupun ia sudah mati, dan setiap orang yang hidup dan yang percaya kepada-Ku, tidak akan mati selama-lamanya. Percayakah engkau akan hal ini?"” (Yoh 11:25-26).

Jangan pernah ragu dalam mengikut Kristus. “Akan tetapi Ia berkata kepada mereka: "Mengapa kamu terkejut dan apa sebabnya timbul keragu-raguan di dalam hati kamu? Lihatlah tangan-Ku dan kaki-Ku: Aku sendirilah ini; rabalah Aku dan lihatlah, karena hantu tidak ada daging dan tulangnya, seperti yang kamu lihat ada pada-Ku." Sambil berkata demikian, Ia memperlihatkan tangan dan kaki-Nya kepada mereka.” (Luk 24:38-40). Di dalam moment Paskah ini, mari kita memeriksa iman kita kepada Tuhan Yesus, masihkah iman kita teguh kepada Tuhan Yesus, atau kita ini mulai bimbang atau ragu, karena berbagai persoalan hidup yang kita hadapi. Percaya setiap perkataan Tuhan Yesus sebagai kebenaran mutlak dalam hidup saudara. “Ia berkata kepada mereka: "Inilah perkataan-Ku, yang telah Kukatakan kepadamu ketika Aku masih bersama-sama dengan kamu, yakni bahwa harus digenapi semua yang ada tertulis tentang Aku dalam kitab Taurat Musa dan kitab nabi-nabi dan kitab Mazmur." Lalu Ia membuka pikiran mereka, sehingga mereka mengerti Kitab Suci. KataNya kepada mereka : Ada tertulis demikian : Mesias harus menderita dan bangkit dari antara orang mati pada hari ketiga (Luk 24:44-45). Jadilah saksi bagi Kristus. Lukas 24: 47-49: “dan lagi: dalam nama-Nya berita tentang pertobatan dan pengampunan dosa harus disampaikan kepada segala bangsa, mulai dari Yerusalem. Kamu adalah saksi dari semuanya ini. Dan Aku akan mengirim kepadamu apa yang dijanjikan Bapa-Ku. Tetapi kamu harus tinggal di dalam kota ini sampai kamu diperlengkapi dengan kekuasaan dari tempat
 tinggi."”(Luk24:47-49)

Ringkasan Kotbah 12 April 2015 oleh Pdt Djoni Febrianto

Info Minggu, 19 April 2015

UCAPAN TERIMA KASIH
Segenap Hamba Tuhan, Majelis dan jemaat mengucapkan terima kasih atas  pelayanan  dr.  Harry Ratulangi  pada  Pengobatan  Gratis, Persekutuan Pasutri, Pertemuan Misi, ibadah I dan II di GKT Jember. Tuhan Memberkati.

PERMOHONAN BEASISWA

Minggu ini akan diberikan formulir permohonan beasiswa terutama bagi yang bersekolah di SKA Aletheia Jember dapat mengambil formulir tersebut kepada Ibu Kho May Djing. Formulir ini  diserahkan paling lambat 3 Mei 2015. Mohon perhatian seluruh jemaat.

PERTEMUAN MISI
Minggu, 19 April  2014; pukul 11.00 WIB diadakan pertemuan  Misi dengan  dr. Harry Ratulangi  di  GKT  Jember.  Mohon perhatian dan kehadiran seluruh pengurus dan anggota Komisi Misi.

LATIHAN PADUAN SUARA UMUM
Selasa, 21 dan 28 April 2015 latihan Paduan Suara Umum DILIBURKAN dan latihan  akan  dimulai  kembali  pada  Selasa,  5  Mei  2015. Mohon perhatian seluruh anggota Paduan Suara Umum.

SENAM SEHAT USIANDA
     Senam usianda akan diadakan pada :
     Hari/Tanggal : Selasa 21 April 2015
     Pukul                 : 15.30 Wib (Kumpul di gereja)
     Mohon perhatian seluruh anggota Komisi Usianda.

KEBAKTIAN KEBANGUNAN ROHANI

     Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR) diadakan pada :
     Hari/ Tanggal : Sabtu, 2 Mei 2015
     Pukul                  : 18.00 WIB
     Tempat              : GKT Jember
     Pembicara          : Pdt. Em. Peterus Pamudji
     Mohon dukungan doa dan kehadiran seluruh jemaat GKT Jember.
   
POKOK POKOK DOA
    1. Pemilihan Majelis periode 2015-2017.
    2. Hamba Tuhan, Majelis dan pertumbuhan jemaat.
    3. Jemaat yang berulang tahun, lanjut usia dan sakit : Bpk. Haryanto,
        Bpk. Hoeng Tjin Wong, Ibu Oei Gwat Ing, Ibu She Lie Nio, Ibu Hoo Siu Chen
    4. Bangsa dan Negara Indonesia.



   

Ringkasan Khotbah Minggu, 5 April 2015

KAMU AKAN MELIHAT DIA

Markus 16:7; Lukas 24:36-49


Kamu akan melihat Dia, adalah ucapan yang disampaikan oleh malaikat Tuhan kepada para wanita yang datang ke kubur Yesus. Saat mereka melihat kubur Yesus terbuka, mereka berjumpa dengan malaikat yang berkata demikian : Jangan takut, kamu mencari Yesus orang Nazaret yang disalibkan itu. Ia telah bangkit. Ia tidak ada disini. Sekarang pergilah, katakanlah kepada murid-murid-Nya dan kepada Petrus: Ia mendahului kamu ke Galilea; di sana kamu akan melihat Dia, seperti yang sudah dikatakan-Nya kepada kamu." (Mrk 16:7). Kamu akan melihat Dia. Inilah kabar gembira yang disampaikan oleh malaikat Tuhan kpd semua murid Tuhan Yesus, kamu akan melihat Dia. Perkataan malaikat ini sungguh terjadi: Tuhan Yesus langsung menjumpai para muridNya, sambil berkata : Damai sejahtera bagi kamu. Para murid terkejut dan takut, mereka mengira mereka melihat hantu. Namun Tuhan dengan sabar, menunjukkan bahwa Dia bukan hantu, Dia sungguh adalah Tuhan yang sudah bangkit dari antara orang mati. Inilah satu kesempatan istimewa yang Tuhan nyatakan kepada para murid, Tuhan menampakkan diriNya kpd setiap murid-muridNya.

Sukacita para murid, juga menjadi sukacita kita pada hari ini, karena kita tahu bahwa ada kebangkitan dibalik kematian. Ada kehidupan dibalik kematian. Ini sebuah pengharapan dari kehidupan kita manusia. Itulah sebabnya jangan takut menghadapi kematian. Karena Tuhan Yesussudah berkata demikian : "Akulah kebangkitan dan hidup; barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan hidup walaupun ia sudah mati, dan setiap orang yang hidup dan yang percaya kepada-Ku, tidak akan mati selama-lamanya. Percayakah engkau akan hal ini?"” (Yoh 11:25-26).

Jangan pernah ragu dalam mengikut Kristus. “Akan tetapi Ia berkata kepada mereka: "Mengapa kamu terkejut dan apa sebabnya timbul keragu-raguan di dalam hati kamu? Lihatlah tangan-Ku dan kaki-Ku: Aku sendirilah ini; rabalah Aku dan lihatlah, karena hantu tidak ada daging dan tulangnya, seperti yang kamu lihat ada pada-Ku." Sambil berkata demikian, Ia memperlihatkan tangan dan kaki-Nya kepada mereka.” (Luk 24:38-40). Markus 16:14: “Akhirnya Ia menampakkan diri kepada kesebelas orang itu ketika mereka sedang makan, dan Ia mencela ketidakpercayaan dan kedegilan hati mereka, oleh karena mereka tidak percaya kepada orang-orang yang telah melihat Dia sesudah kebangkitan-Nya.” (Mrk 16:14).

Percaya setiap perkataan Tuhan Yesus sebagai kebenaran mutlak dalam hidup saudara. “Ia berkata kepada mereka: "Inilah perkataan-Ku, yang telah Kukatakan kepadamu ketika Aku masih bersama-sama dengan kamu, yakni bahwa harus digenapi semua yang ada tertulis tentang Aku dalam kitab Taurat Musa dan kitab nabi-nabi dan kitab Mazmur." Lalu Ia membuka pikiran mereka, sehingga mereka mengerti Kitab Suci. KataNya kepada mereka : Ada tertulis demikian : Mesias harus menderita dan bangkit dari antara orang mati pada hari ketiga. (Luk 24:44-45).

Jadilah saksi bagi Kristus. Lukas 24: 47-49: “dan lagi: dalam nama-Nya berita tentang pertobatan dan pengampunan dosa harus disampaikan kepada segala bangsa, mulai dari Yerusalem. Kamu adalah saksi dari semuanya ini. Dan Aku akan mengirim kepadamu apa yang dijanjikan Bapa-Ku. Tetapi kamu harus tinggal di dalam kota ini sampai kamu diperlengkapi dengan kekuasaan dari tempat tinggi."” (Luk 24:47-49)


Ringkasan Kotbah 05 April 2015 oleh Pdt Djoni Febrianto
           

Info Minggu 12 April 2015

UCAPAN TERIMA KASIH
Segenap Hamba Tuhan, Majelis dan Jemaat mengucapkan terima kasih kepada panitia Hari Besar yang telah mempersiapkan kegiatan Hari Besar Gereja selama 2 tahun. Tuhan Memberkati

LATIHAN PADUAN SUARA UMUM
Selasa, 14 April 2015 Paduan Suara Umum ditiadakan. Mohon perhatian seluruh anggota Paduan Suara Umum.

NAMA-NAMA BAKAL CALON MAJELIS

Bagi jemaat yang telah menerima formulir usulan nama bakal Calon  Majelis  harap  segera  dikembalikan  paling  lambat 12 April 2015.

PASKAH MUSYAWARAH ANTAR GEREJA (MAG) JEMBER

Selasa, 14 April 2015 ; pukul. 16.30-19.00 WIB , bertempat di Gereja Katolik Santo Yusuf, Jl. Kartini No. 26 Jember. Mengundang seluruh jemaat untuk dapat berpartisipasi dalam ibadah Paskah tersebut.

CUTI HAMBA TUHAN
Tanggal 17-27 April 2015 Hamba Tuhan kita Ev. Kariaman Gea dan Ls. Nahum Daely akan mengambil cuti. Mohon dukungan doa Jemaat.

PENGOBATAN GRATIS (BAKTI SOSIAL)
Dalam rangka meresponi Paskah, Komisi Diakonia mengadakan pengobatan gratis pada :
     Hari tanggal   : Sabtu, 18 April 2015
     Pukul                  : 08.00-12.00 WIB
     Tempat             : AULA GKT Jember
     Pendaftaran   : Ibu Eva Virlyana (081336267272) atau TU Gereja
Pengobatan  ini  diperuntukkan  bagi  jemaat,  masyarakat  di sekeliling gereja,  dan  Karyawan  GKT Jember. Mohon  perhatian seluruh jemaat.


   

Ringkasan Kotbah 29 Maret 2015

Berkat Tuhan Dalam Keluarga

Mazmur 127

 

Sebuah keluarga hanya bisa menjadi berkat bagi orang lain dan gereja apabila
keluarga tersebut menyadari bahwa semua yang mereka miliki adalah berkat Tuhan. Dengan kata lain, sebelum memberkati orang lain, sebuah keluarga harus diberkati lebih dahulu. Kotbah minggu ini akan membahas betapa berkat Tuhan merupakan
pusat dan dasar bagi sebuah keluarga. 

Tangan Tuhan dalam segala yang dilakukan (ayat 1-2)
Inti ayat 1-2 terlihat dari pengulangan kata “sia-sia” yang muncul 3 kali. Pemazmur ingin menyatakan tentang betapa pentingnya Tuhan dalam segala hal. Hal-hal apa
 saja yang disinggung pemazmur dalam bagian ini?

1.    Kesia-siaan pembangunan rumah tanpa Tuhan (ayat 1a). Kata Ibrani “rumah” (bayit) bisa merujuk pada istana (rumah raja), bait Allah (rumah Tuhan), gedung (rumah secara fisik) maupun rumah tangga/keturunan. Dalam konteks Mazmur 127, arti yang terakhir ini tampaknya yang paling tepat, yaitu RUMAH TANGGA. Ayat 3-5 berbicara tentang sebuah keluarga/keturunan. Pemazmur juga menggunakan permainan bunyi untuk menunjukkan bahwa rumah di ayat 1 adalah keluarga/keturunan di ayat 3-5, yaitu kata “membangun” (banah) dan “anak-anak laki-laki” (banim).

2.    Kesia-siaan mengawal kota tanpa Tuhan (ayat 1b). Pada jaman dahulu keamanan sebuah kota ditentukan oleh dinding kota yang kuat, menara pengawal yang tinggi, tentara yang besar jumlahnya dan letak suatu kota yang berada di daerah pegunungan. Dari semua kriteria ini, kota Yerusalem bisa dianggap sebagai kota yang paling ideal. Kota ini terletak di pegunungan Yudea dan memiliki menara pengawal. Salomo, penulis Mazmur 127, juga memiliki banyak kapal, perisai, kuda dan penunggangnya. Walaupun memiliki semua yang diperlukan untuk menjamin keamanan suatu kota, Salomo tetap menyadari pentingnya tangan Tuhan di dalamnya, karena Tuhan adalah penjaga sesungguhnya yang menciptakan langit dan bumi serta tidak pernah lengah.

3.    Kesia-siaan kerja keras tanpa Tuhan (ayat 2). Bangsa Israel sangat paham bahwa keberhasilan pekerjaan mereka (pertanian) sangat ditentukan oleh ketaatan mereka kepada Tuhan. Kalau mereka tidak taat, Tuhan akan mengirimkan mengirimkan bangsa lain untuk menjajah dan merampas hasil pertanian mereka. Tuhan akan membuat tanah yang ditanami menjadi tidak subur. Tuhan juga akan mengirim hama tertentu untuk menghabiskan hasil panen mereka. Bangsa-bangsa kafir kuno juga menyadari pentingnya campur tangan dewa/dewi tertentu dalam keberhasilan panen mereka. Tidak heran, hampir setiap bangsa waktu itu memiliki dewa/dewi kesuburan
masing-masing.
   
Aplikasi
Melalui kotbah kali ini, biarlah setiap kita menyadari betapa perlunya kita bergantung kepada Tuhan dalam segala sesuatu. Semua yang kita miliki adalah berkat Tuhan semata-mata, baik itu keluarga, keamanan, hasil pekerjaan maupun anak-anak. Semua bukan milik kita, tetapi pemberian Tuhan. Biarlah kita juga menggunakan semua berkat itu untuk melayani Tuhan dan sesama kita. Sudahkah Saudara memberikan tenaga, waktu, pikiran dan materi yang terbaik untuk Tuhan?

Ringkasan Kotbah 29 Maret 2015 oleh Ls. Herman Napitupulu

Info Minggu, 5 April 2015

JALAN SEHAT USIANDA
     Jalan sehat Usianda akan diadakan pada:
     Hari/Tanggal : Selasa, 7 April 2015
     Pukul                 : 14.30 WIB (kumpul di gereja)
     Tempat              : Slawu
     Mohon perhatian seluruh anggota komisi Usianda. Pendaftaran Ibu Lidya Liu.

LATIHAN PADUAN SUARA UMUM
Selasa, 7 April 2015 latihan Paduan Suara Umum diliburkan. Mohon perhatian seluruh anggota Paduan Suara Umum.

NAMA-NAMA BAKAL CALON MAJELIS
Bagi jemaat yang telah menerima formulir usulan nama bakal Calon Majelis harap segera  dikembalikan paling lambat 12 April 2015. Sedangkan bagi jemaat yang belum mendapatkan formulir tersebut dapat diambil setelah kebaktian. Tuhan memberkati.

PASKAH MUSYAWARAH ANTAR GEREJA (MAG) JEMBER
Selasa, 14 April 2015; pukul. 16.30-19.00 WIB, bertempat di Gereja Katolik Santo Yusuf, Jl. Kartini No. 26 Jember. Mengundang seluruh jemaat untuk dapat berpartisipasi dalam ibadah Paskah      tersebut.

HUT POS PI BONDOWOSO
GKT Pos PI Bondowoso mengundang Hamba Tuhan, Majelis dan Jemaat untuk menghadiri ibadah syukur HUT ke 14 pada :
     Hari/Tanggal : Sabtu, 18 April 2015
     Pukul                 : 17.00 WIB
     Tema                 : Pakailah aku Tuhan
     Pembicara         : Pdt. Em. Peterus Pamudji
     Tempat              : Gedung Serbaguna Panjaitan
     Mohon perhatian dan partisipasi seluruh jemaat GKT Jember.
   
POKOK POKOK DOA
     1. Pemilihan Majelis periode 2015-2017.
     2. Hamba Tuhan, Majelis dan pertumbuhan jemaat.
     3. Jemaat yang berulang tahun, lanjut usia dan sakit : Bpk. Tju Khay Man, Bpk. Hartono Ali,     Bpk.  Tjin Tjek, Bpk. Tjang Ming Djen, Bpk. Chandra Soeputra.
     4. Bangsa dan Negara Indonesia.



   

Serupa di Dalam Pengorbanan Kristus (15 Maret 2015)

SERUPA DI DALAM PENGORBANAN KRISTUS

Matius 27:15-21


Pada saat Tuhan Yesus diadili, Pilatus tidak menemukan satupun kesalahan Tuhan Yesus. Sehingga sulit bagi Pilatus untuk menjatuhkan hukuman mati kepada Tuhan Yesus. Dan telah menjadi suatu kebiasaan bagi Pilatus untuk membebaskan satu orang hukuman pada tiap-tiap hari raya itu atas pilihan orang banyak. Pada waktu itu ada dalam penjara seorang yang terkenal kejahatannya yang bernama Yesus Barabas.”  Apa kejahatan Barabas ? Dia seorang pemberontak, bersama rekan-rekannya, dia memberontak sekaligus membunuh. Dia dikenal sebagai penjahat kelas kakap. Dia layak dihukum mati.

Selanjutnya Pilatus berkata kepada orang2x Yahudi : "Siapa yang kamu kehendaki kubebaskan bagimu, Barabas atau Yesus, yang disebut Kristus ?"“Ketika Pilatus sedang duduk di kursi pengadilan, isterinya mengirim pesan kepadanya: "Jangan engkau mencampuri perkara orang benar itu, sebab karena Dia aku sangat menderita dalam mimpi tadi malam."” Tentunya pesan istri Pilatus ini, semakin meyakinkan Pilatus bahwa Yesus tidak bersalah. “Pilatus menjawab dan berkata kepada mereka kedua kalinya : "Siapa di antara kedua orang itu yang kamu kehendaki kubebaskan bagimu?" Kata mereka: "Barabas..” “Kata Pilatus kepada mereka: "Jika begitu, apakah yang harus kuperbuat dengan Yesus, yang disebut Kristus?" Mereka semua berseru: "Ia harus disalibkan!" Katanya: "Tetapi kejahatan apakah yang telah dilakukan-Nya?" Namun mereka makin keras berteriak: "Ia harus disalibkan!". Sepintas kita melihat nampak terjadi ketidakadilan, yang benar jadi salah, dan yang salah jadi benar. Apakah Tuhan Yesus memang menjadi korban ketidakadilan ? Jawabannya tidak.Sesungguhnya peristiwa pengganti Barabas oleh Tuhan Yesus, memang sudah direncanakan oleh Tuhan sendiri, untuk menunjukkan betapa besar pengorbannya bagi dosa-dosa manusia. Dia yang tidak berdosa, rela menanggung hukuman Barabas yang berdosa.

Sekalipun kejahatan kita tidak sehebat Barabas, tetapi status kita sama, sebagai orang berdosa. Jelas dikatakan di dalam Roma 3:23-24: “Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah, dan oleh kasih karunia telah dibenarkan dengan cuma-cuma karena penebusan dalam Kristus Yesus.” Roma 6:23: “Sebab upah dosa ialah maut; tetapi karunia Allah ialah hidup yang kekal dalam Kristus Yesus, Tuhan kita.”Jadi upah dosa itu kematian. Ketika Tuhan mati di kayu salib, Dia bukan hanya menggantikan posisi Barabas tetapi menggantikan juga posisi kita. Namun sayang, seringkali pengorbanan Tuhan Yesus ini tidak dimengerti, sering di salahpahami, bahkan ditolak. Dikatakan di dalam Injil Yohanes 1:9-11 demikian :  “Terang yang sesungguhnya, yang menerangi setiap orang, sedang datang ke dalam dunia. Ia telah ada di dalam dunia dan dunia dijadikan oleh-Nya, tetapi dunia tidak mengenal-Nya. Ia datang kepada milik kepunyaan-Nya, tetapi orang-orang kepunyaan-Nya itu tidak menerima-Nya.”

Apa yang mendasari pengorbanan Tuhan Yesus ini ? Dasarnya cuman satu yaitu kasih. Tanpa kasih tidak mungkin ada pengorbanan. Jelas dikatakan di dalam Yohanes 3:16: karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan AnakNya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepadaNya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal. Jadi jelas bahwa Tuhan Yesus datang ke dunia itu, karena di dorong oleh kasih Allah yang sangat besar..

Ringkasan kotbah 15 Maret 2015 oleh Ev. Anam Peni Asih

Info Minggu, 22 Maret 2015

UCAPAN TERIMA KASIH
Segenap Hamba Tuhan, Majelis dan Jemaat mengucapkan terima kasih atas pelayanan Pdt. Hadi Sugianto pada Pembinaan Aktivis, ibadah I dan II di GKT Jember. Tuhan memberkati.

PEMBAGIAN NAMA-NAMA BAKAL CALON MAJELIS
Minggu ini, 22 Maret 2015 akan dibagikan nama-nama bakal Calon Majelis bagi jemaat yang belum mendapatkan nama-nama bakal Calon Majelis dapat diambil setelah kebaktian.

PERPISAHAN HAMBA TUHAN
Kamis, 26 Maret 2014; pukul 19.00 WIB (Setelah doa malam) akan diadakan acara perpisahan dengan Ls. Pero Paulus. Mohon perhatian dan partisipasi jemaat GKT Jember.

IBADAH KELUARGA
Minggu, 29 Maret 2015 akan diadakan ibadah keluarga pada ibadah II. Diharapkan jemaat mengajak anggota keluarganya untuk beribadah bersama. Mohon perhatian seluruh jemaat GKT Jember.

RAPAT KOORDINASI
Rabu, 1 April 2015; pukul 18.00 WIB akan diadakan Rapat Koordinasi. Warta ini bersifat undangan mohon kehadiran ketua, sekretaris dan bendahara dari komisi Usianda, Remaja, Pemuda dan MusiK. Warta ini bersifat undangan.

PERSEMBAHAN TELUR PASKAH

Bagi jemaat yang rindu memberikan persembahan telur paskah dapat menghubungi Ibu Yenny Astutik (08885359866), Ibu Ratna Indahwati (085101740744) dan ibu Hauw Mei Ling (081336933918) persembahan dapat berupa uang paling lambat sampai 31 Maret 2015.
Mohon perhatian dan partisipasi seluruh jemaat GKT Jember.

POKOK-POKOK DOA
     1. Pelayanan Pdt. Hadi Sugianto di GKT Jember.
     3. Ibadah keluarga  29 Maret 2015, Rapat Koordinasi 1 April 2015, Ibadah Jumat Agung 3 April
         dan Ibadah Paskah 5 April di GKT Jember.
     4. Hamba Tuhan, Majelis dan pertumbuhan Iman jemaat.
     5. Jemaat yang berulang tahun, lanjut usia dan sakit.
     6. Bangsa dan Negara Indonesia.

Ringkasan Kotbah 08 Pebruari 2015

YOHANES. 6: 60-71

 SETIA SEPERTI KRISTUS

Yesus merupakan satu-satunya tokoh yang menjadi teladan dalam kesetiaan. Kesetiaan Tuhan Yesus terbukti mulai dari awal datang ke dunia melayani, mati, bangkit dan naik ke Surga. Kesetiaan-Nya pun masih kita rasakan sampai saat ini. Sebagai Murid Yesus pun kita dituntut untuk meneladani kesetiaan Yesus Kristus.

Dari teks Firman Tuhan yang sudah dibaca, kita bersama-sama belajar dari kesetiaan yang ditunjukkan oleh para murid. Adapan pun dua jenis kesetiaan yang akan kita pelajari bersama:

1.    Kesetiaan Sementara
Para murid mengikut Tuhan Yesus dalam jumlah yang banyak, mereka selalu mencari Yesus. Terlepas dari motivasi mereka dalam mengikut Tuhan Yesus, apakah karena hal-hal yang telah Yesus lakukan dalam pasal sebelumnya atau karena mereka setia kepada Tuhan Yesus. Kesetiaan para murid di uji ketika Yesus memberikan pengajaran tentang bagaimana menjadi murid yang sejati. Mereka harus makan dan minum tubuh dan darah Kristus yang telah datang ke dunia. Yang dimaksudkan oleh Tuhan Yesus adalah menyatu dalam penderitaan dan kesusahan-Nya. Setelah mendengarkan pengajaran itu, mulai menggoncang kesetiaan para Murid.  Mereka tidak sanggup menerimanya dan dikatakan bahwa mereka mulai mundur dan meninggalkan Tuhan Yesus. Dapat kita lihat dalam ayat 66 “Mulai dari waktu itu banyak murid-murid-Nya mengundurkan diri dan tidak lagi mengikut Dia”. Kesetiaan akan teruji dengan berjalannya waktu, disini nyatalah kesetiaan para murid bahwa kesetiaan mereka hanyalah sementara. Terbukti ketika ada ujian akan kesetiaan mereka, maka mereka meninggalkan Tuhan Yesus. Sebagai Murid Tuhan Yesus harus tetap setia dalam keadaan apa pun, tetap percaya dan setia pada Tuhan Yesus, ketika kesetiaan kita diuji. Terkadang kita ditegur dengan pengajaran Firman Tuhan  yang keras jangan kita kendor dan mundur, namun membuat kita semakin mengasihi Tuhan.

2.    Kesetiaan Sejati
Kedua belas murid Tuhan Yesus pun di uji Kesetiaannya, Yesus bertanya kepada mereka:  Apakah kamu tidak mau pergi juga?. Merupakan suatu pertanyaan yang sulit untuk dijawab oleh para Murid. Namun dalam kuasa Tuhan, Petrus menjawab pertanyaan Tuhan Yesus dengan luar biasa. Dengan iman yang dimiliki oleh para murid, membuat mereka setia. Karena mereka tau kepada siapa mereka beriman. Jawaban Petrus merupakan pengakuan yang tulus bukan hanya didalamnya ia mengambil perkataan Yesus sebagai perkataannya sendiri (ay. 63 b),  tetapi juga iman yang diungkapkan didalamnya menyatakan kesadaran bahwa Petrus sedang menghadapi pilihan yang “Radikal” ketika hidup dipertaruhkan, tidak ada jalan lain untuk pergi ketimbang jalan mengikut Yesus. Ayat 69 merupakan hal yang  paling mendasar dalam  jawaban itu. Ini bukan sekedar reaksi spontan akan kesetiaan dan kelekatan dengan pertanyaan Yesus yang menantang; ini menyatakan pemahaman yang mendalam pada murid-murid kedalam identitas pribadi yang mereka percayai: kami telah percaya dan tahu bahwa  Engkau adalah yang kudus dari Allah. Kepastian iman merupakan dan terletak pada apa yang iman telah jadikan untuk dipahami sebagai objeknya. Orang percaya tidak berbicara tentang dirinya sendiri, tetapi tentang Dia yang ia percayai. Melalui iman yang benar dan jelas membawa orang pada suatu tindakan yang tepat dan benar pula. Jika tanpa iman yang benar maka tidak mungkin menerapkan kesetiaan itu. Aplikasi bagi kita orang percaya, marilah tunjukkan kesetiaan kita dalam mengikut Tuhan, bukan karena paksaan, atau karena ada motivasi yang lain, tetapi kesetiaan kita itu ditunjukkan karena kita tahu kepada siapa kita setia. Yaitu Tuhan Yesus Kristus.

                                Ringkasan Kotbah 08 Pebruari 2015 oleh Ls. Nelson Luan

Info Minggu, 15 February 2015

1. UCAPAN TERIMA KASIH
Segenap Hamba Tuhan, Majelis dan jemaat mengucapkan terima kasih atas pelayanan Pdt. Gumulya Djuharto di GKT Jember pada ceramah kekudusan seksual Pemuda-Remaja, Pesekutuan Pasutri,  ibadah I dan II. Tuhan memberkati.
   
2. LATIHAN PADUAN SUARA UMUM
Latihan paduan suara umum diadakan setelah kebaktian II. Mohon perhatian dan kehadiran anggota Paduan suara Umum.

3. PERSEKUTUAN KWAG
    Persekutuan KWAG akan diadakan pada:
    Hari/Tanggal : Selasa, 17 Pebruari 2015
    Pukul               : 17.00 WIB
    Tempat                : Gereja GSJA
                              Jl. Dr. Subandi asrama Brigif Jember
    Mohon perhatian dan kehadiran seluruh anggota Komisi Wanita. 

4. RETREAT PASUTRI
Retreat Pasutri yaitu Marriage Enrichmen (ME) akan diadakan pada tanggal 27 Pebruari 2015 - 1 Maret 2015 di Tretes View dengan biaya Rp.1.500.000/ Pasutri. Bagi jemaat yang berminat dapat menghubungi Pdt. Djoni Febrianto.

5. PERGANTIAN PENGURUS KOMISI PASUTRI
Sehubungan dengan menjabatnya Bpk. Andika Setiawan sebagai Ketua Komisi Misi maka jabatannya sebagai bendahara Komisi Pasutri akan digantikan oleh ibu Mia Astuti. Mohon perhatiannya.

6. AKSI DONOR DARAH
Minggu, 1 Maret 2015 akan diadakan aksi donor darah di GKT Jember pada pukul 10.00-12.00 WIB di ruang ibu dan anak. Bagi jemaat yang ingin ikut berpartisipasi dalam aksi donor darah dapat mendaftarkan diri kepada Ibu Eva Virlyana dan Ibu Kho May Djing. Mohon perhatiannya.

7. POKOK-POKOK DOA
    1. Pelayanan Pdt. Gumulya Djuharto di GKT Jember dan Perayaan Imlek.
    2. Hamba Tuhan, Majelis dan pertumbuhan Iman jemaat.
    3. Jemaat yang berulang tahun, lanjut usia dan sakit.
    4. Bangsa dan Negara Indonesia.

Ringkasan Kotbah 18 Januari 2015

SERUPA DENGAN YESUS DALAM MENGAMPUNI

Lukas 23:34, Efesus 4:32, Matius 6:14-15



Saudara, tema kita pada hari ini berbicara tentang pengampunan. Mengampuni bukanlah sesuatu yang gampang untuk dilakukan. Namun demikian walaupun sulit untuk dilakukan mengampuni bukanlah suatu pilihan. Orang Kristen harus bisa mengampuni sesamanya.  Tuhan Yesus telah memberikan teladan kepada kita  ketika berada di atas kayu salib, Tuhan Yesus memberikan mengampuni manusia.

1.    YESUS MEMILIKI HATI YANG PENUH KASIH
Doa Tuhan Yesus dalam adalah doa yang ajaib dan sulit untuk masuk akal. Mengapa ajaib? Karena doa ini merupak perkataan Tuhan Yesus yang pertama, ini berarti sesaat setelah Tuhan Yesus disalibkan. Mengapa Tuhan Yesus sanggup melakukan demikian karena Tuhan Yesus memiliki hati yang penuh kasih. Bagaimana dengan kita adakah kasih Yesus memenuhi hati kita atau kebencian, sakit hati atau dendam yang ada di dalam hati kita.


2.    YESUS MENYADARI KETIDAKSEMPURNAAN MANUSIA

Mengapa Tuhan mengajarkan kita mengampuni karena Tuhan tau bahwa manusia itu tidak sempurna. Bapa ampuni mereka karena mereka tidak mengerti apa yang mereka perbuat. Ini berarti Yesus mengerti bahwa manusia terbatas dalam memahami kehendak Allah. Yesus memahami bahwa manusia tidak bisa sempurna. Karena Allah mengerti atau sadar bahwa manusia itu tidak sempurna, itulah sebabnya Yesus mau mengampuni kita. Kita suka menuntut orang sempurna bahkan lebih sempurna dari kita. Manusia itu pasti memiliki kelemahan dan kelebihan. Kalau kita menginginkan manusia yang sempurna, saya yakin di dunia ini tidak akan pernah kita ketemukan sampai akhir hidup kita. Namun tidak berarti menyadari kelemahan atau ketidak sempurnaan orang lain, lalu kita kompromi dengan
kelemahannya atau membiarkannya dalam kelemahannya, firman Tuhan meminta kita untuk menegur dan membangun sesama kita supaya lebih baik. Kita tetap menegurnya agar dia dapat berubah.

3.    YESUS MENGHENDAKI KEBAIKAN MANUSIA
Saudara, saya tidak bisa membayangkan seandainya Tuhan berdoa, Bapa habisilah mereka karena mereka sudah berbuat jahat kepada AnakMu yang Engkau kasihi ini.  Meraka pantas Bapa untuk menerima hukuman ini.  Tetapi doa Tuhan Yesus tidak demikian, justru meminta kepada Bapa untuk mengampuni orang yang telah menyalibkan Dia.  Artinya apa saudara, ini berarti Tuhan Yesus menghendaki kebaikan manusia. Saudara, mengapa kita sulit mengampuni? Karena kita menginginkan orang itu binasa. Kalau dunia menghendaki kebinasaan sesamanya tetapi orang percaya tidak demikian. Tuhan mengutus kita ke dalam dunia ini untuk kita menjadi berkat bagi sesama kita.

KESIMPULAN
Berusaha mengampuni sama mempertahankan kebencian sama-sama sakit  atau susah.  Tetapi ingatlah bahwa hidup anda akan menuju ke arah yang  lebih baik ketika anda berjuang mengampuni sedangkan ketika anda berjuang mempertahankan kebencian hidup anda akan menuju kehancuran.

Ringkasan Kotbah 18 Januari 2015 oleh Ev. Kariaman Gea
           

Info Minggu, 18 Januari 2015

1. UCAPAN TERIMA KASIH
Majelis, Hamba Tuhan dan Jemaat mengucapkan terima kasih kepada Ibu Pdt. Irene Jesica atas pelayanan di GKT Jember pada ibadah I dan II. Tuhan memberkati.

2. SEMINAR PENGEMBANGAN GKT
Pdt. Djoni Febrianto dan Ev. Kariaman Gea akan mengikuti Seminar Pengembangan GKT (SPG) di Batu mulai tanggal 20 - 22 Januari 2015. Mohon dukungan doa jemaat.

3. PERJAMUAN KUDUS
Minggu, 1 Februari 2015 akan diadakan Perjamuan Kudus pada ibadah I dan II. Diharapkan jemaat dapat mempersiapkan diri dan mengenakan atasan putih. Mohon perhatian jemaat sekalian.

4. KELAS KATEKISASI
Kelas Katekisasi akan dimulai pada hari Minggu, 1 Februari 2015. Bagi Jemaat yang mau mengikuti kelas Katekisasi dapat menghubungi Pdt. Djoni Febrianto atau Ev. Kariaman Gea. Mohon perhatian jemaat sekalian.

5. KOMISI PASUTRI
     Komisi Pasutri akan diadakan pada:
     Hari/Tanggal : Sabtu, 24 Januari 2015
     Pukul               : 18.30 WIB
     Tema               : Komitmen Pasutri
     Pembicara       : Pdt. Djoni Febrianto
     Liturgi              : Ibu Megawati
     Pemusik          : Shintia Deby Prayitno
     Tempat              : GKT Jember.
     Mohon perhatian dan kehadiran seluruh anggota Komisi Pasutri.

6. POKOK-POKOK DOA

     1. Pelayanan Ibu Pdt. Irene Jesica pada ibadah I dan II, Seminar GKT Jember di Batu dan  Perjamuan Kudus 1 Februari 2015
     2. Hamba Tuhan, Majelis dan pertumbuhan Iman jemaat.
     3. Jemaat yang berulang tahun, lanjut usia dan sakit.
     4. Bangsa dan Negara Indonesia.

Ringkasan Khotbah Minggu, 28 Desember 2014

Datanglah Ya Raja Damai

Yakobus 1:2-8


    Apakah kita mampu menghayati penderitaan yang kita alami sebagai sukacita? Hal ini tidaklah gampang, membutuhkan kedewasaan rohani bagi kita untuk bisa memahami penderitaan sebagai sukacita. Orang Kristen tidak mungkin lepas dari penderitaan. Bahkan mungkin penderitaan kita melebihi penderitaan atau kesukaran  orang yang tidak percaya. Seperti yang dikatakan Tuhan Yesus dalam Matius 7:13-14. Dalam Firman Tuhan menjelaskan kepada kita bahwa penderitaan atau kesukaran orang Kristen berbeda dengan penderitaan orang yang ada diluar Tuhan. Penderitaan orang percaya memiliki tujuan. Dalam firman Tuhan yang kita baca paling tidak ada 2 tujuan penderitaan orang Kristen

1.    Untuk Menghasilkan Ketekunan (V 3)
Apa itu ketekunan? Dalam bahasa Yunani digunakan kata HUPOMONE yang berarti kemampuan bertahan dalam kesukaran, bukan dengan sikap sekedar bertahan (diam atau pasif), tetapi dengan sikap sedemikian rupa sehingga kita mampu menjadikan situasi atau hal yang tidak menyenangkan itu menjadi sesuatu yang memuliakan Tuhan.

2.    Untuk Menyucikan Orang Kristen (V 4)
Dalam Ay 4 menunjukkan tujuan pemberian kesukaran itu, yaitu supaya kita menjadi sempurna dan utuh dan tak kekurangan sesuatu apapun. Sama seperti emas harus dibakar supaya menjadi murni, dan pohon anggur harus dibersihkan / dipangkasi supaya lebih banyak berbuah, maka orang kristen harus mengalami kesukaran supaya hidupnya bisa disucikan.
Kalau kita sudah melihat tujuan penderitaan orang percaya. Sekalang kita melihat bagaimana orang Kristen menghadapi penderitaan :

1.    Menganggap Penderitaan Sebagai Suatu Kebahagian ( V. 2)
Firman Tuhan ini tidak berarti kita bahwa dengan sengaja mencari-cari penderitaan  atau kesukaran.  Dalam ayatnya yang ke 2, menunjukkan bahwa kita tidak mencari dengan sengaja. Tetapi yang membuat berbahagia adalah dampak dari penderitaan itu sendiri. Saudara banyak orang berubah karena mengalami penderitaan. Banyak orang percaya kepada Tuhan Yesus karena mereka mengalami penderitaan atau kesukaran. Banyak orang yang imannya bertumbuh karena mengalami penderitaan.

2.    Meminta Hikmat Dari Tuhan (V. 5-6)
Dalam ayat 5-6, Tuhan mengetahui dengan jelas bahwa manusia tidak mampu menghadapi penderitaan bahkan cenderung kita putus asa dan bingung ketika menghadapi penderitaan. Oleh karena itu Tuhan meminta kita agar kita meminta hikmat dari Tuhan supaya kita mampu menghadapi kesukaran dengan benar. Allah adalah sumber hikmat, dan Ia berjanji akan memberikan hikmat asalkan kita mau memintanya kepadaNya (ay 5b).
 
KESIMPULAN
Penderitaan orang Kristen tidak ada yang sia-sia oleh karena ketika kita menghadapi penderitaan hadapilah dengan berserah kepada Tuhan. Karena tidak ada penderitaan orang percaya yang sia-sia dihadapan Tuhan.

Ringkasan Kotbah 28 Desember 2014 oleh Ls. Herman Napitupulu
           

Map