Ringkasan Khotbah 26 Oktober 2014

JADIKAN AKU PENJALA MANUSIA

Matius 14:13-21 dan Yohanes 4:1-42


Penjala Manusia adalah sebutan yang digunakan oleh Yesus untuk menjelaskan fungsi dan panggilan para murid-muridNya di dunia dalam memberitakan Injil Kerajaan Allah. Ada dua bagian utama yang harus kita pahami sebagai murid Kristus dalam melaksanakan tugas pemberitaan Injil. Bagian pertama adalah dasar hidup seorang murid Kristus yang memberitakan Injil (Matius 14:13-21)
Dasar hidup yang harus di miliki semua murid Kristus adalah:



a.    Hati atau beban kepada jiwa-jiwa yang tersesat. “Ketika Yesus mendarat, Ia melihat orang banyak yang besar jumlahnya, maka tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan…” (Matius 14: 14)
Hati atau beban terhadap jiwa-jiwa adalah dasar bagi semua Penjala Manusia, sebab tanpa hati atau beban melayani, tidak mungkin seorang Penjala Manusia atau pemberita Injil mau membayar harga sebagai seorang murid Yesus.

b.    Iman. “Yang ada pada kami hanya lima roti dan dua ikan…Yesus berkata: Bawalah ke mari kepada-Ku..” (Matius14:17-18) Iman menjadikan seorang murid mengerti dan tahu bahwa TUHAN selalu hadir dalam pelayanannya. Iman menjadikan para murid tahu apa yang diinginkan oleh TUHAN. Iman menjadikan para murid hidup sesuai dengan kehendak TUHAN.

c.    Kesimpulan, dengan dasar tersebut; Hati (beban) terhadap jiwa-jiwa yang tersesat maka seorang Penjala Manusia mampu untuk hidup penuh komitmen dalam menjalankan tugas panggilannya.
Bagian kedua adalah bagaimana seorang Penjala Manusia dapat menjangkau jiwa-jiwa (Yohanes 4:1-42) Ada beberapa prinsip rohani dalam menjangkau jiwa-jiwa yang tersesat, yaitu:

a.    Dalam menjangkau jiwa harus memiliki inisiatif. “Ia harus melintasi daerah Samaria.” (Yohanes 4:4). Tidak ada komunikasi dan persahabatan antara orang Yahudi dan Samaria, maka dari itu kebiasaan orang Yahudi tidak melintasi daerah Samaria. Tetapi Yesus harus melintasi daerah Samaria, untuk apa? Untuk menjangkau perempuan Samaria. Bagi semua penjala manusia harus memiliki inisiatif untuk menjangkau, sebab selalu dalam pelayanan tidak ada kesempatan atau peluang untuk memberitakan Injil. Tetapi kita harus mencari peluang dengan inisiatif-inisiatif yang baru.

b.    Dalam menjangkau jiwa harus bergairah. (Yohanes 4:31-38) Gairah atau passion adalah sebuah pendorong atau semangat bagi semua pekerja Injil. Sebab di ladang pelayanan kita akan menjumpai banyak keadaan yang menjadikan kita patah semangat atau kecewa. Gairah Injil adalah spirit atau roh yang mendorong pekerja Injil untuk terus bersemangat walaupun menderita.

c.    Dalam menjangkau jiwa tidak ada firman Tuhan yang sia-sia, selalu berbuah. (Yohanes 4:38-42) Hasil tuaian akan dituai, bukan saja oleh kita melainkan oleh pemberitaan Injil lainnya. Sebab tidak ada yang sia-sia dalam memberitakan Injil firman Allah yang hidup.


Ringkasan Kotbah 26 November 2014 oleh Pdt. Dwi Budi Cahyono

Forum diskusi : facebook : gktjember
           

Map