Ringkasan Khotbah, 5 Oktober 2014

HIDUP DENGAN HATI NURANI YANG MURNI

Kejadian 1:27, Kisah Rasul 24:16; 2 Timotius 1:3a


Di dalam Kisah 24:16, Paulus berkata demikian : “Sebab itu aku senantiasa berusaha untuk hidup dengan hati nurani yang murni di hadapan Allah dan manusia.” 2 Timotius 1:3a: “Aku mengucap syukur kepada Allah, yang kulayani dengan hati nurani yang murni seperti yang dilakukan nenek moyangku. Dari ke-2 ayat ini, kita melihat bagaimana sikap hidup Paulus di hadapan Tuhan. Paulus bertekad hidup dengan hati nurani yang murni, dan melayani Tuhan juga dengan hati nurani yang murni.

Apa yang dimaksud dengan nurani ? Istilah nurani berasal dari kata "nur" yang berarti sinar atau cahaya. Kata ini menunjuk adanya suara, yang mendorong kita hidup di dalam terang, sekaligus  suara itu menerangi setiap perbuatan yang kita lakukan dalam gelap sekalipun.
Dari manakah asal usul hati nurani itu ?
1.    Hati nurani berasal dari Tuhan sendiri. Kejadian 1:27: “Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya, menurut gambar Allah diciptakan-Nya dia; laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka.”  Karena manusia diciptakan menurut gambar Allah, maka manusia pasti memiliki hati seperti hati Allah.  Nah disinilah hati nurani manusia itu menuntun manusia hidup sesuai kehendak Allah.  

2.    Hati nurani  dapat juga dibentuk oleh pengaruh lingkungan, dimana nilai-nilai moral yang diajarkan oleh lingkungan memberitahukan hal yang baik dan buruk. Namun demikian, kita tidak dapat bersandar pada nilai-nilai moral lingkungan, karena tidak semua nilai moral lingkungan itu sesuai dengan nilai-nilai dari Tuhan.
Apakah hati nurani itu dapat hilang ?  Tidak dapat. Buktinya: dalam 1 Samuel 24:6:"Kemudian berdebar-debarlah hati Daud, krn ia telah memotong punca Saul" Jadi kata hati Daud melarang Daud mewujudkan keinginan hatinya. Alasannya krn Saul adalah raja yg diurapi oleh Tuhan.  Disini kita dpt melihat peran kata hati atau hati nurani di dalam menyampaikan kehendak Tuhan kpd manusia.
Bagaimana cara memelihara hati nurani kita ?

1.    Mengisi hati kita dengan firmanNya. Mazmur 4:23: Jagalah hatimu dgn penuh kewaspadaan, krn dari situlah terpancar kehidupan." Cara menjaga adalah rajin-rajinlah mendengarkan firman Tuhan, baik lewat khotbah, lewat radio, lewat televise, dll.
2.    Gumuli setiap firman Tuhan di dalam doa, agar firman itu masuk dalam hati dan pikiran kita. Mulai lakukan firman itu tahab demi tahab dalam hidup kita.
3.    Bergaullah dengan orang-orang Kristen yang memiliki kedewasaan rohani yang baik, spy karakter mereka dipakai Tuhan mengasah karakter kita.


Ringkasan Kotbah 05 Oktober 2014 oleh Pdt Djoni Febrianto
Forum diskusi : facebook : gktjember
           

Map