Minggu, 28 September 2014


Sukacita Ditengah Pencobaan

Yakobus 1:2-8


    Apakah kita mampu menghayati penderitaan yang kita alami sebagai sukacita? Hal ini tidaklah gampang, membutuhkan kedewasaan rohani bagi kita untuk bisa memahami penderitaan sebagai sukacita. Orang Kristen tidak mungkin lepas dari penderitaan. Bahkan mungkin penderitaan kita melebihi penderitaan atau kesukaran  orang yang tidak percaya. Seperti yang dikatakan Tuhan Yesus dalam Matius 7:13-14. Dalam Firman Tuhan menjelaskan kepada kita bahwa penderitaan atau kesukaran orang Kristen berbeda dengan penderitaan orang yang ada diluar Tuhan. Penderitaan orang percaya memiliki tujuan. Dalam firman Tuhan yang kita baca paling tidak ada 2 tujuan penderitaan orang Kristen

1.    Untuk Menghasilkan Ketekunan (V 3)
Apa itu ketekunan? Dalam bahasa Yunani digunakan kata HUPOMONE yang berarti kemampuan bertahan dalam kesukaran, bukan dengan sikap sekedar bertahan (diam atau pasif), tetapi dengan sikap sedemikian rupa sehingga kita mampu menjadikan situasi atau hal yang tidak menyenangkan itu menjadi sesuatu yang memuliakan Tuhan.
2.    Untuk Menyucikan Orang Kristen (V 4)
Dalam Ay 4 menunjukkan tujuan pemberian kesukaran itu, yaitu supaya kita menjadi sempurna dan utuh dan tak kekurangan sesuatu apapun. Sama seperti emas harus dibakar supaya menjadi murni, dan pohon anggur harus dibersihkan / dipangkasi supaya lebih banyak berbuah, maka orang kristen harus mengalami kesukaran supaya hidupnya bisa disucikan.
Kalau kita sudah melihat tujuan penderitaan orang percaya. Sekalang kita melihat bagaimana orang Kristen menghadapi penderitaan :
1.    Menganggap Penderitaan Sebagai Suatu Kebahagian ( V. 2)
Firman Tuhan ini tidak berarti kita bahwa dengan sengaja mencari-cari penderitaan  atau kesukaran.  Dalam ayatnya yang ke 2, menunjukkan bahwa kita tidak mencari dengan sengaja. Tetapi yang membuat berbahagia adalah dampak dari penderitaan itu sendiri. Saudara banyak orang berubah karena mengalami penderitaan. Banyak orang percaya kepada Tuhan Yesus karena mereka mengalami penderitaan atau kesukaran. Banyak orang yang imannya bertumbuh karena mengalami penderitaan.

2.    Meminta Hikmat Dari Tuhan (V. 5-6)
Dalam ayat 5-6, Tuhan mengetahui dengan jelas bahwa manusia tidak mampu menghadapi penderitaan bahkan cenderung kita putus asa dan bingung ketika menghadapi penderitaan. Oleh karena itu Tuhan meminta kita agar kita meminta hikmat dari Tuhan supaya kita mampu menghadapi kesukaran dengan benar. Allah adalah sumber hikmat, dan Ia berjanji akan memberikan hikmat asalkan kita mau memintanya kepadaNya (ay 5b).

KESIMPULAN
Penderitaan orang Kristen tidak ada yang sia-sia oleh karena ketika kita menghadapi penderitaan hadapilah dengan berserah kepada Tuhan. Karena tidak ada penderitaan orang percaya yang sia-sia dihadapan Tuhan.
                   
Ringkasan Kotbah 28 September 2014 oleh Ev. Kariaman Gea
Forum diskusi : facebook : gktjember

           

Map