Ringkasan Khotbah Minggu, 3 Agustus 2014

BERMEGAH  HANYA DI DALAM SALIB KRISTUS

Kejadian 17:1-7; Galatia 6:11-18

 

Galatia 6:14 Paulus berkata : “Tetapi aku sekali-kali tidak mau bermegah, selain dalam salib Tuhan kita Yesus Kristus, sebab olehnya dunia telah disalibkan bagiku dan aku bagi dunia.”  Apa arti kalimat bermegah dalam bacaan kita ini ? Kata bermegah disini diterjemahkan dengan  “bersukaria” atau “bersukacita.” Bersukaria hanya dalam salib Kristus. Bersukacita hanya dalam salib Kristus.



Mengapa Paulus memilih hanya bermegah di dalam salib Kristus ?
1. Karena Paulus mengenal  siapa orang yang tergantung di atas kayu Salib itu.
Itulah Tuhan Yesus Kristus. Dia adalah Allah yang menjelma menjadi manusia, yang mati bagi dosa-dosa manusia. Dia adalah Allah yang sangat mengasihi umat manusia, rela mengorbankan nyawaNya demi keselamatan manusia.

2. Karena Paulus mengenal kuasa Salib Kristus.

Apa kuasa salib Kristus ? Salib Kristus berkuasa untuk menghapuskan segala dosa manusia. Sejahat apapun manusia, senajis apapun manusia, sekotor apapun manusia, bila dia datang kepada Kristus dan mohon pengampunan maka Tuhan sanggup membersihkan seluruh dosanya, menjadi seperti putih seperti salju, putih seperti bulu domba. Tidak tersisa sedikitpun. Dihapus total. Paulus pernah berkata: Di antara para rasul, akulah rasul yang paling berdosa. Karena dia pernah menganiaya jemaat Tuhan, waktu dia belum kenal Tuhan. Orang yang merasa diri paling berdosa, bila dia diampuni, maka dia akan sangat bersukacita. Itu sebabnya Paulus sangat membanggakan salib Kristus.

Apa kuasa salib Kristus ? Salib Kristus sanggup mematahkan kuasa maut. Paulus pernah berkata demikian :”Maut telah ditelan dalam kemenangan, hai maut dimanakah kemenanganmu ? Hai maut dimanakah sengatmu ? (1 Korintus 15:54 akhir, 55). Maut berbicara tentang kematian. Kematian telah dikalahkan, karena 3 hari setelah Kristus mati, Dia bangkit kembali. Tuhan Yesus telah mengalahkan maut. Dan ini pengharapan besar bagi Paulus, bahwa sekalipun dia mati, dia akan dibangkitkan kembali dan bertemu dengan Kristus. Itu sebabnya ketika Paulus diperhadapkan dengan hukuman pancung, kepala dipenggal, dia siap.

3. Karena Paulus mengenal tujuan dari Salib Kristus.

Tujuan salib Kristus : menjadikan orang yang percaya sebagai ciptaan baru!  Paulus berkata: “Hidupku bukannya aku lagi tetapi Kristus dalamku!” (2:20). Sebagai ciptaan baru maka hidup Paulus berputar 180 derajad, dulu dia benci Kristus dan pengikutnya, sekarang dia jadi pengikut Kristus,dulu dia benci injil sekarang dia cinta kpd injil, dulu dia balas jahat dgn jahat, tetapi sekarang dia balas jahat dengan kebaikan. Hidup Paulus berubah total. Inilah namanya ciptaan baru. Bagaimana dengan hidup kita ?


Ringkasan Kotbah, Minggu 03 Agustus 2014; oleh : Pdt. Djoni Febrianto





Map