Ringkasan Khotbah Minggu, 17 Agustus 2014

MERDEKA DI DALAM KRISTUS
Kisah Rasul 12:1-19

Kisah Petrus masuk penjara karena Injil. Di penjara, Petrus dijaga dengan sangat ketat, dimana ada 4 pintu pengamanan bagi Petrus.  Disetiap pintu ada prajurit yang berjaga-jaga. Jadi adalah mustahil bagi Petrus dapat lolos dari penjara tersebut.

Pada waktu itu Yakobus, rekan Petrus, sudah dipenggal kepalanya, tinggal besok giliran Petrus. Pemandangan yang tidak lazim terjadi, Petrus bukan tidak bisa tidur menantikan eksekusi hukuman mati itu, tetapi justru dia dapat tidur lelap.  Kemungkinan Petrus berpikir, besok sudah selesai tugas saya  dalam pemberitaan injil. Dan saya akan bertemu dengan Tuhan Yesus. Jadi buat apa saya susah.

Sementara Petrus tertidur lelap, datanglah malaikat Tuhan menepuk pundaknya.  Malaikat itu membangunkan Petrus dan menyuruh Petrus untuk berkemas keluar dari penjara. Setelah sampai di luar penjara, malaikat tinggalkan Petrus. Lalu Petrus pergi menuju rumah saudara seiman, dimana waktu itu mereka sedang bersekutu di dalam doa, untuk mendoakan Petrus. Mereka tidak menyangka bahwa Petrus bisa bebas dari penjara. Tetapi itulah kuasa Tuhan.

Dari kisah ini, kita melihat bahwa Tuhan belum mengizinkan Petrus berhenti melayani Dia, berhenti memberitakan Injil. Tugas Petrus belum selesai.

Aplikasi:
1.    Di dalam pelayanan kita kepada Tuhan, jangan kita mudah mundur atau berhenti dari pelayanan. Apapun tantangan yang kita hadapi, mari kita terus giat melayani. Tidak ada istilah “pensiun” dari pelayanan. Pelayanan kita boleh berhenti, saat kita sudah dipanggil pulang ke rumah Bapa di sorga. Sekalipun kita sudah usia lanjut, kita masih dapat melayani Tuhan. Kita melayani lewat doa-doa kita, bagi gereja, bagi para hamba Tuhan, para pelayan Tuhan dlsnya.
2.    Bila kita diberi kepercayaan untuk melayani Tuhan, jangan mudah kita menolak pelayanan. Dengan alasan kita sibuk ini, sibuk itu dan seterusnya. Sediakan waktu untuk kita melayani Tuhan sesuai karunia /talenta kita.
3.    Jangan mudah komplain dengan Tuhan, bila kita sudah melayani Dia, tetapi kita masih sering mengalami masa-masa sulit dalam hidup kita. Mungkin mengalami kesulitan ekonomi, pekerjaan, masa depan dlsnya.
4.    Jangan mudah “ngambul” bila pelayanan kita kurang dihargai orang. Bahkan mungkin dicemooh dlsnya. Ingatlah selalu bahwa kita melayani Raja di atas segala raja.


Ringkasan Kotbah, Minggu 17 Agustus 2014; oleh : Pdt. Tommy Matakupan
Forum diskusi : facebook : gktjember

Map