Penginjilan Anak-Anak

PENGINJILAN ANAK-ANAK


Ingatlah juga bahwa dari kecil engkau sudah mengenal kitab suci yang dapat memberi hikmat kepadamu dan menuntun engkau kepada keselamatan oleh iman kepada Kristus Yesus 
(II Timotius 3:15).

21 April 1855, guru sekolah minggu DL Moody yang bernama Edward Kimbali mengunjunginya di toko sepatu, sambil menaruh tangannya sebelah bahu DL Moody, Ia mulai berbicara sedapat-dapatnya untuk membangkitkan iman DL Moody, berasal dari sekolah minggu yang mendengarkan injil dari guru sekolah minggunya, Dan pada abad ke sembilan belas menjadi utusan injil terbesar, mak taburkanlah benih penginjilan kepada anak-anak. Seperti Rasul Paulus Berkata kepada Timotius, sebab aku teringat akan imanmu yang tulus ikhlas, yaitu iman yang pertama-tama hidup di dalam nenekmu Lois dan di dalam ibumu Eunike dan yang aku yakin hidup juga di dalam dirimu (II Timotius 1:5). Iman yang hidup yang dimiliki oleh nenek dan ibu Timotius. MEmbuat Timotius juga menjadi orang yang memiliki iman yang hidup dan tulus.

Bagi kita yang jadi guru sekolah minggu . Sudahkan membuat anak-anak sekolah minggu memiliki iman yang hidup?

Ada seorang pria bernama Biodin yang bisa menyebrang melalui tali baja diatas air terjun Niagara. Pada pertunjukan pertama Biodin berhasil juga menyebrang kembali menggunakan kereta dorong berisi pasir. Akhirnya manajernya berseru kepada penonton, apakah saudara sekalian percaya dia dapat melintasi tali baja ini kembali ke seberang dengan mendorong seseorang di dalam kereta? Penonton serentak berkata ya percaya!
Baiklah kata sang manajer, siapa yang bersedia naik ke dalam kereta itu? Ternyata tidak ada yang bersedia. Akhirnya ada seorang anak kecil naik kereta dorong dan membiarkan dirinya di dorong oleh Biodin menyebrangi Niagara dan selamat. Semua orang percaya Biodin bisa mendorong seseorang dengan selamat sampai ke sebrang.
Tetapi hanya satu orang yang bersedia mempercayakan diri sepenuhnya kepadanya. Jadi iman yang menyelamatkan bukan hanya sekedar mempercayai Kristus di mulut atau menyetujuinya secara akal saja, tetapi menyerahkan diri kita sepenuhnya di pegang oleh-Nya menuju hidup yang kekal atau surga.


Kesimpulan:
Mari kita menginjili anak-anak tentang iman yang hidup, yaitu iman yang menyelamatkan yaitu mengenal dan mengandalakan Yesus saja sebagai Tuhan dan Juruslamat untuk memperoleh hidup yang kekal.                                          

                          
By: Tim Misi GKT Jember

Map