Ringkasan Khotbah, Minggu 6 Juli 2014

Pertanyaannya bagi kita sekarang adalah bagaimana caraya agar kita  mengerti isi hati Tuhan dalam hidup kita sehingga kita mampu berjalan sesuai kehendak Allah dalam hidup kita?

1. MEMBANGUN HUBUNGAN YANG INTIM DENGAN TUHAN
Hubungan yang intim dengan Allah memampukan kita untuk mengerti apa itu kehendak Allah dalam hidup kita. Kita semakin intim  dengan Allah maka kita akan semakin memahami apa dikehendaki Allah dalam hidup kita. Sehingga orang Kristen yang ingin mengetahui kehendak Allah dalam hidupnya, harus  membangun hubungan yang intim dengan Tuhan. Ada banyak cara yang dilakukan orang Kristen ketika membangun hubungan yang intim dengan Tuhan misalnya dengan berpuasa, terus menggumulkan dalam doa, dan lain-lain.



Membangun hubungan yang intim dengan Allah, membutuhkan iman yang sungguh-sungguh. Kita tidak mungkin membangun hubungan yang intim dengan Allah kalau kita sendiri tidak beriman kepada Tuhan. Nuh adalah orang yang memiliki hubungan yang intim dengan Allah. Imannya kepada Tuhan tidak digoyahkan kalau keadaan sekitarnya yang penuh dengan dosa. Tetapi justru di tengah-tengah kesusahan yang dia alami, dia tetap berpegang teguh kepada Allah. Membangun hubungan yang intim dengan Allah memang tidak gampang, banyak tantangan yang harus kita hadapi mungkin itu dari diri kita sendiri ataupun dari tekanan luar.

Ada jemaat yang ingin membangun hubungan dengan Allah tetapi kedagingannya lebih kuat misalnya mau ibadah atau baca Alkitab tetapi di halangi oleh kemalasan. Demikian juga tantangan dari luar misalnya kesibukan kita, orang-orang di sekitar kita membuat kita tidak bisa datang kepada Tuhan dengan leluasa. Kita belajar dari Nuh walaupun dia menghadapi berbagai tantangan dan kesulitan, hal itu tidak mengalanginya untuk membangun hubungan yang intim dengan Allah.
Hubungan yang intim dengan Allah menolong kita untuk berjalan dalam rencana Allah dalam kehidupan kita. Semakin baik hubungan kita dengan orang tua kita maka kita akan semakin mengerti apa yang dikehendaki orang tua kita untuk kita lakukan.

2. MEMAHAMI KEBENARAN FIRMAN ALLAH DALAM TERANG ROH KUDUS
Dalam Perjanjian Lama, biasa Allah menunjukkan kehendakNya kepada umatNya melalui berbagai cara misalnya Mimpi, dalam Perjanjian Lama, mimpi digunakan oleh Allah untuk menunjukkan kehendaknya kepada umatNya misalnya mimpi Firaun, Yusuf dan lain. Kemudian penglihatan, Tuhan atau malaikat Tuhan beribicara langsung kepada Nabinya untuk menyampaikan kehendakNya kepada umatNya, selain itu ada juga tanda dan mujizat. Namun sekarang di jaman Perjanjian baru, Allah tidak lagi melakukan hal-hal di atas untuk memberitahukan kehendakNya kepada manusia. Karena Alkitab sudah sempurna. Di dalam Alkitab kita menemukan apa yang menjadi kehendak Allah dalam hidup kita. Kemudian Roh Kudus yang sudah diam di dalam diri kita akan terus menolong kita untuk berjalan dan hidup di dalam kehendak Allah. Karya Roh Kudus dalam diri kita tergantung keintiman kita dengan Allah.

Ilustrasi :
Pemuda yang bekerja di perusahaan rokok. Sebuah perusahaan rokok menawarkan kepada seorang pemudi aktivis gereja untuk bekerja di perusahaan mereka. Tetapi karena memahami firman Tuhan bahwa rokok itu dapat merusak tubuh manusia, maka dia sadar bahwa itu pasti bukan kehendak Allah karena bertentangan dengan Alkitab.

3. MENTAATI KEHENDAK ALLAH
Ketika Nuh membuat bahtera yagn sangat besar, bukanlah hal yang gampang untuk dilakukan. Selain Nuh mempersiapkan bahan-bahan untuk dijadikan kapal, Nuh juga menghadapi orang-orang yang mengolok-olok dia. Tetapi apa yang dilakukan Nuh? Apakah dia mengeluh dan berkata mengapa kehendak Allah ini sangat sulit untuk dilakukan. Nuh tidak mengeluh dan memberontak kepada Allah, tetapi Nuh tetap taat kepada peritnah Allah.
Banyak orang Kristen yang memberontak kepada Allah karena kehendak Allah tidak ksesuai dengan keinginan hati kita. Memang Kadang kehendak Allah tidak selamanya menyenangkan hati kita. Tetapi kalau kita meyakini bahwa kehendak Allah yang terbaik dalam hidup kita. maka kita harus mentaatinya, karena hal itu mendatangkan kebaikan bagi kita. Dalam Yeremia 29:11 dikatakan Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan w  apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan  yang penuh harapan.

KESIMPULAN
Kehendak Allah sangat bertentangan dengan keinginan daging kita. Kalau keinginan daging yang menguasai hidup maka kita tidak akan mungkin memahami isi hati Allah dalam hidup kita. Karena keinginan daging membuat kita tidak intim dengan Allah tetapi membuat kita jauh dari Tuhan. Tuhan Memberkati.

Ringkasan Kotbah, Minggu 13 Juli 2014; oleh : Ev. Kariaman Gea

Forum diskusi : facebook : gktjember

Map