Ringkasan Khotbah 29 Juni 2014


SALING MEMPERHATIKAN DALAM KELUARGA

Ibrani 10:24

Dalam firman Tuhan ini jelas bahwa orang percaya, harus memperhatikan sesamanya. Kemudian memperhatikan bukan hanya tanggung jawab pihak-pihak tertentu tetapi merupakan tanggung jawab semua orang Kristen. Ini berarti orang Kristen tidak diajarkan untuk meminta perhatian dari sesama, tetapi Tuhan perintahkan kepada kita untuk memperhatikan sesama. 

Orang Kristen berbeda dengan orang-orang yang belum percaya. Orang Kristen adalah umat pilihan Allah yang sudah dikuduskan melalui pengorbanan Kristus. Ini berarti orag Kristen tidak lagi berada dibawah kuasa dosa tetapi berada di dalam kasih Tuhan atau di tempat yang kudus. Orang kristen menjadi kudus karena Roh Kudus yang berdiam di dalam diri orang percaya.

Namun demikian Tuhan menyadari bahwa walaupun saudara dan saya sudah berada di tempat yang kudus tetapi karena natur kita berdosa maka tidak mungkin secara otomatis bisa berubah menjadi orang-orang kudus. Oleh karena itu Allah meminta kita untuk saling memperhatikan satu dengan yang lain supaya kita bisa saling mendukung sehingga kita mampu melalukan yang baik untuk kemuliaan Tuhan.

Bagaimana seharusnya kita mewujudkan sikap saling memperhatikan dalam keluarga kita?



1.    Jadilah Anggota Keluarga Yang Tidak Egois (Yakobus 3:16)
Anggota keluarga tidak hidup mementingkan diri sendiri atau hanya mengutamakan kepentingan diri sendiri dan tidak mau peduli dengan anggota keluarga yang lain. Hal ini membuat anggota keluarga tidak bisa saling memperhatikan dalam keluarga.

2.    Membangun Sikap Saling Menghargai Dalam Keluarga (Roma 12:10)
Anggota keluarga harus hidup saling menghargai satu dengan yang lain. Dalam keluarga tidak boleh saling merendahkan anggota keluarga lainnya walaupun anggota keluarga itu memiliki kelemahan.

3.    Hiduplah Sesuai Dengan Peranan Anda Dalam Keluarga ( Efesus 5:22-25; 6:1-3)
Dalam firman Tuhan, Tuhan sudah mengatur sedemikian rupa peranan masing-masing anggota keluarga. Suami adalah kepada keluarga sedang istri adalah sebagai penolong.
Suami harus mengasihi istri seperti Tuhan mengasihi jemaatNya. Istri harus tunduk kepada suaminya. Sedangkan anak-anak harus taat kepada orang tua di dalam Tuhan. Peranan di atas sangat  indah kalau kita lakukan dalam keluarga kita. Tetapi dalam realitanya seringkali tidak bisa berjalan dengan baik.

Kesimpulan
Anggota keluarga kita membutuhkan perhatian anggota keluarga lainnya khususnya perhatian orangtua kepada anak-anak. Jangan dunia yang memperhatikan anak-anak atau keluarga kita sehingga mereka jatuh ke dalam dosa dan semakin jauh dari Tuhan.



                                Ringkasan Kotbah, Minggu 29 Juni 2014; oleh : Ev. Kariaman Gea

Map