Artikel Misi : "Kemah Injil"

KEMAH INJIL


Jadi jika aku terlambat, sudalah engkau tahu bagaimana orang harus hidup sebagai keluarga Allah, yakni jemaat dari Allah yang hidup, taing penopang dan dasar kebenaran (I Timotius 3:15).

Hari ini pada ibadah sore diadakan ibadah keluarga, sebagai keluarga Kristen mari kita selalu dirikan kemah Injil ( Keluarga melayani Allah dan sesama melalui penginjilan). 
Apa yang disebut keluarga melayani Allah dan sesama melalui penginjilan ?

1. Hidup didalam kasih Kristus
    Ketika kita berbicara tentang injil, kita merenungkan kembali tentang kasih Tuhan Yesus tentang pengorbanan-Nya di atas kayu salib untuk menyelamatkan kita orang yang berdosa, yaitu kasih yang suci dan kasih yang begitu besar dan kasih inilah yang harus menjadi dasar keluarga Kristen. Rasul Yohanes berkata : Dan kami telah melihat dan bersaksi, bahwa Bapa mengutus Anak-Nya menjadi Juruselamat dunia. Barangsiapa mengaku, bahwa Yesus adalah Anak Allah, Allah tetap berada di dalam dia dan dia di dalam Allah. Kita telah mengenal dan telah percaya akan kasih Allah kepada kita. Allah adalah kasih, dan barangsiapa tetap berada di dalam kasih, ia tetap berada di dalam Allah dan Allah di dalam dia (I Yohanes 4:14-16). Secara sistimatis Rasul Paulus mengungkapkan tentang kasih Allah yang dinyatakan oleh Yesus Kristus menjadi Juru Selamat dunia dan Rasul Yohanes bersaksi tentang kasih Tuhan Yesus dan marilah kita juga bersasksi tentang kasih Tuhan sebagai keluarga Kristen. Beritakanlah Injil kepada keluarga/family kita yang belum percaya kepada Tuhan.


2. Memberi Perhatian Yang Positif
    Bersaksi tentang kasih Tuhan tidak hanya mengabarkan Injil Tuhan tetapi memberi perhatian yang positif kepada orang lain. Ada perbedaan antara keluarga Kristen jaman dulu dengan keluarga Kristen jaman sekarang, ada dua foto yang menggambarkan perbedaan tersebut, foto yang pertama adalah suasana makan bersama keluarga menunduk karena hendak berdoa sedangkan foto kedua situasi makan bersama jaman sekarang sama juga menuduk bukan karena berdoa, tetapi sedang asyik dengan tablet, smartphone dan gadget masing-masing. Kesibukan, urusan pekerjaan dan berbagai aktivitas termasuk aktivitas asyik bergadget membuat tak ada waktu untuk keluarga. Inilah problem yang sedang terjadi di banyak keluarga termasuk keluarga-keluarga Kristen. Maka firman Tuhan berkata : Marilah kita mengasihi bukan dengan perkataan atau lidah tetapi dengan perbuatan dan dalam kebenaran (I Yohanes 3:18) dan marilah kita saling memperhatikan supaya kita saling mendorong dalam kasih dan dalam pekerjaan baik. (Ibrani 10:24).

                                                                        By: Tim Misi GKT Jember




Ringkasan Kotbah, Minggu 22 Juni 2014

IMAN, PENDERITAAN DAN KEMULIAAN
Markus 8:31-38, Roma 8:17-18, 35-39


Dalam Markus 8:19-25, Tuhan Yesus menunjukkan kuasaNya yang luar biasa, memberi makan 5000 orang dengan 5 roti dan 2 ikan, menyembuhkan orang buta di Betsaida. Lewat muzizat-muzizat itu, nama Tuhan Yesus menjadi populer. Ketika sudah populer, maka tiba waktunya Tuhan Yesus menanyakan kepada murid-muridNya tentang siapa Dia menurut pandangan orang banyak dan siapa Dia menurut pandangan para murid sendiri ? Orang banyak mengakui bahwa Tuhan Yesus adalah nabi, sedangkan Petrus mengakui bahwa Tuhan Yesus  adalah Mesias, Anak Allah yang hidup. Kata Mesias berasal dari bahasa Ibrani mashiah berarti "yang diurapi". Istilah ini menunjuk pada seorang tokoh yang akan datang sebagai wakil Allah untuk membawa keselamatan bagi umat Yahudi.

Jadi Tuhan Yesus sangat setuju ketika diriNya diakui sebagai Mesias. Setelah pengakuan itu, Tuhan Yesus mulai menyampaikan misi utamanya datang ke dunia yaitu untuk mati di atas kayu salib. (Markus 8:31-32). Misi inilah yang sulit sekali dipahami oleh para murid. Karena dalam pemahaman para murid, tidak mungkin Mesias akan mati, bukankah Dia itu Juruselamat. Kalau Dia mati, maka tidak mungkin Dia bisa menjadi Juruselamat dunia.  Petrus menarik Tuhan Yesus ke samping dan menegor Dia. Maka berpalinglah Yesus dan sambil memandang murid-murid-Nya Ia memarahi Petrus, kata-Nya: "Enyahlah Iblis, sebab engkau bukan memikirkan apa yang dipikirkan Allah, melainkan apa yang dipikirkan manusia." Tuhan Yesus meluruskan konsep dari Petrus, karena konsep Petrus=konsep Iblis yang menghalangi Mesias mati di kayu salib. Tahukah saudara,bila Tuhan Yesus tidak mati dikayu salib, maka karya keselamatan bagi umat manusia, tidak akan terjadi.

Mari kita merenungkan : mengapa untuk menyelamatkan hidup kita, Tuhan Yesus memilih jalan yang sulit ? Bukankah Dia Tuhan yang berkuasa menyelamatkan hidup kita tanpa harus mati dikayu salib. Mengapa Dia  memilih jalan penderitaan. Sesungguhnya Tuhan menderita dengan tujuan menguatkan iman kita dalam menghadapi berbagai penderitaan di tengah-tengah dunia ini. Tuhan tahu pergumulan kita, kesusahan kita, kesulitan kita, tantangan yang kita hadapi dalam hidup ini. Tuhan ingin agar kita memiliki iman yang militan, seperti tokoh-tokoh di dalam Alkitab.


Berikut ini contoh iman yang militan.
Iman Habakuk : Habakuk 3:17-18: “Sekalipun pohon ara tidak berbunga, pohon anggur tidak berbuah, hasil pohon zaitun mengecewakan, sekalipun ladang-ladang tidak menghasilkan bahan makanan, kambing domba terhalau dari kurungan, dan tidak ada lembu sapi dalam kandang, namun aku akan bersorak-sorak di dalam TUHAN, beria-ria di dalam Allah yang menyelamatkan aku.”

Iman Paulus :“Siapakah yang akan memisahkan kita dari kasih Kristus? Penindasan atau kesesakan atau penganiayaan, atau kelaparan atau ketelanjangan, atau bahaya, atau pedang? (Roma 8:35). Sebab aku yakin, bahwa baik maut, maupun hidup, baik malaikat-malaikat, maupun pemerintah-pemerintah, baik yang ada sekarang, maupun yang akan datang, atau kuasa-kuasa, baik yang di atas, maupun yang di bawah, ataupun sesuatu makhluk lain, tidak akan dapat memisahkan kita dari kasih Allah, yang ada dalam Kristus Yesus, Tuhan kita.”
(Roma 8:38-39). Kemuliaan apa yang akan kita peroleh bila kita setia kepada Tuhan sampai akhir ? Paulus berkata di dalam Roma 8:18 Sebab aku yakin, bahwa penderitaan zaman sekarang ini tidak dapat dibandingkan dengan kemuliaan yang akan dinyatakan kepada kita.”


                    Ringkasan Kotbah, Minggu 22 Juni 2014; oleh : Pdt. Djoni Febrianto


Info Minggu, 29 Juni 2014

IBADAH KELUARGA
Minggu ini,29 Juni 2014, pkl: 17.00 WIB diadakan Ibadah Keluarga. Diharapkan jemaat dapat membawa anggota keluarga untuk dapat menghadiri acara tersebut.

CUTI PDT. DJONI FEBRIANTO
Terhitung mulai tanggal 1-14 Juli 2014, Pdt. Djoni Febrianto dan keluarga mengambil masa cuti. Mohon dukungan doa jemaat

DONOR DARAH
Aksi Donor Darah akan diadakan pada hari Minggu, 13 Juli 2014, pkl: 10.00-13.00 WIB. Bagi jemaat yang ingin mendonorkan darahnya dapat mendaftarakan diri kepada Ibu Eva Virlyana atau Ibu Kho May Djing.

RETREAT PASUTRI

Retreat Pasutri Growth Couple (GC) diadakan pada tanggal 17-19 Oktober 2014, di Hotel Royal Trawas dengan biaya Rp. 1.500.000 (per pasutri). Bagi alumni ME GKT Jember, diharapkan dapat segera mendaftarkan diri kepada Ibu Meiliana Hartanto (Ibu Pik Me) atau Pdt. Djoni Febrianto, paling lambat pertengahan Juli 2014.

GKT NEWS
Bagi jemaat GKT Jember yang belum mengirim sms ke GKT NEWS mohon segera mendaftarkan no handphone bpk/ibu dengan mengetik nama lengkap kirim ke 0857 369 707 65.

POKOK-POKOK DOA

1. HUT Komisi Remaja, HUT Komisi Wanita dan Pembinaan Aktivis.
2. Hamba Tuhan, Majelis dan pertumbuhan Iman jemaat.
3. Jemaat yang berulang tahun, lanjut usia dan sakit.
4. Bangsa dan Negara Indonesia.



Artikel Misi - Minyak Wangi Penginjilan


MINYAK WANGI PENGINJILAN


Ketika Yesus berada di Betania, dirumah Simon si kusta, datanglah seorang perempuan kepadanya membawa sebuah buli-buli pualam berisi minyak wangi yang mahal. Minyak itu dicurahkannya ke atas kepala Yesus yang sedang duduk makan. Melihat itu murid-murid gusar dan berkata : untuk apa pemborosan ini ? sebab minyak itu dapat di jual dengan mahal dan uangnya dapat diberikan kepada orang-orang miskin.

    Tetapi Yesus mengetahui pikiran mereka lalu berkata : mengapa kamu menyusahkan perempuan ini, sebab ia telah melakukan suatu perbuatan yang baik padaku. Karena orang-orang miskin selalu ada padamu, tetapi Aku tidak akan selalu bersama-sama kamu. Sebab dengan mencurahkan minyak itu ke tubuhku, ia membuat suatu persiapan untuk penguburanku. Aku berkata kepadamu sesungguhnya di mana saja Injil ini diberitakan di seluruh dunia, apa yang dilakukannya ini akan disebut juga untuk mengingat Dia (Matius 26:6-13). 
 
Mari kita renungkan bagian firman Tuhan diatas, Yesus memuji seorang perempuan yang mempersembahkan minyak wangi yang mahal untuk Tuhan Yesus dan apa yang dipersembahkan oleh perempuan itu dikaitkan dengan Injil yang diberitakan di seluruh dunia. Saudara yang dikasihi oleh Tuhan Yesus, mari kita dukung pelayanan Tim Misi Penginjilan GKT Jember melalui persembahan untuk melancarkan pekerjaan Tuhan di dalam pelayanan penginjilan.
 

    Bila Tuhan menggerakan saudara untuk mendukung Tim Misi Penginjilan melalui persembahan, persembahan anda dimasukkan ke kotak yang disediakan di depan pintu masuk Gereja atau masukkkan persembahan anda ke kantong merah pada Minggu yang ke-4. Mari kita membangun pelayanan Injil Kerajaan Sorga!.Berilah dan kamu akan diberi, suatu takaran yang baik yang dipadatkan, yang digoncang dan yang tumpah ke luar akan dicurahkan ke dalam ribaanmu. Sebab ukuran yang kamu pakai untuk mengukur akan diukurkan kepadamu (Lukas 6:38). Kiranya Tuhan memberkati anda.


                                                                        By: Tim Misi GKT Jember

Ringkasan Khotbah Minggu, 15 Juni 2014

JANGAN MENGINGINI MILIK SESAMAMU
Keluaran 20:1-18

Bunyi hukum ke-10: “Jangan mengingini rumah sesamamu; jangan mengingini isterinya, atau hambanya laki-laki, atau hambanya perempuan, atau lembunya atau keledainya, atau apapun yang dipunyai sesamamu." Apa arti mengingini ? Mengingini disini artinya menyukai, menggemari, mendambakan, mencita-citakan. Jadi ada satu keinginan yang kuat untuk memiliki. Ketika dikatakan jangan mengingini berarti jangan menyukai, jangan menggemari, jangan mendambakan milik sesamamu.

        Fakta membuktikan bahwa manusia dari generasi ke generasi berjatuhan dalam dosa ini, contoh:
        1.    Dosa Adam dan Hawa, baru diciptakan sudah ingin menjadi seperti Allah Penciptanya. 
Kej 3:4-5“ Tetapi ular itu berkata kepada perempuan itu: ‘Sekali-kali kamu tidak akan mati, tetapi Allah mengetahui, bahwa pada waktu kamu memakannya matamu akan terbuka, dan kamu akan menjadi seperti Allah, tahu tentang yang baik dan yang jahat.’ 

        2.    Dosa Miryam dan Harun ingin jadi penyambung lidah Allah spt Musa. 
Bil 12:2 : Kata mereka: ‘Sungguhkah TUHAN berfirman dengan perantaraan Musa saja? Bukankah dengan perantaraan kita juga Ia berfirman?’ Dan kedengaranlah hal itu kepada TUHAN”. 

        3.    Dosa Daud mengingini istri  dari panglima perangnya yang bernama Batsyeba (2Sam 11).




Dalam konteks masa kini, perintah Tuhan ini bisa berbunyi demikian: Jangan mengingini toko sesamamu, barang sesamamu, harta warisan milik sesamamu, tanah sesamamu, suami/istri sesamamu, jabatan sesamamu, pembantu atau karyawan sesamamu dstnya. 

Amsal 15:16  Lebih baik sedikit harta tapi disertai takut kepada TUHAN, daripada banyak harta tapi disertai kecemasan. 
Ams 16:8  Lebih baik berpenghasilan sedikit dengan kejujuran, daripada berpenghasilan banyak dengan ketidakadilan.

    Agar kita tidak jatuh dalam dosa mengingini milik sesama kita, maka hal-hal  berikut ini perlu kita lakukan :
    1.    Bersyukur atas apa yang sudah Tuhan berikan kepada kita, bersyukur juga atas apa yang sudah Tuhan berikan kepada sesama kita. Bila sesama kita punya materi lebih dari kita, ikutlah bersyukur, dengan cara ini, kita terhindar dari sikap iri hati. 

    2.    Setialah dengan apa yang sudah Tuhan berikan kepada kita. Bila kita diberi 5 talenta ya kembangkan semaksimal mungkin menjadi 5 talenta lagi, bila kita diberi 3 talenta ya kembangkan menjadi 3 talenta lagi. 

    3.    Kembangkan mental kerja, saling menguntungkan. Kita untung, orang yang bekerja dengan kita juga untung. Jauhi mental kerja, yang penting saya untung, orang lain rugi masa bodoh. 

    4.    Mendahulukan orang lain. Abraham mendahulukan Lot memilih tanah, dimana dia mau tinggal disana. Ternyata tanah itu kemudian menjadi Sodom dan gomora yang dibinasakan oleh Tuhan. 


                    Ringkasan Kotbah, Minggu 15 Juni 2014; oleh : Pdt. Djoni Febrianto

 

Info Minggu, 22 Juni 2014

PADUAN SUARA UNIVERSITAS PETRA
Senin, 23 Juni 2014 PADUAN SUARA UNIVERSITAS PETRA TIDAK BISA HADIR ke GKT Jember. Mohon perhatian dari anggota paduan suara umum, usianda dan jemaat.

BERITA KELAHIRAN
Kami Hamba Tuhan dan Majelis mengucapkan selamat berbahagia kepada Bpk/Ibu Yudy Sugiarto atas kelahiran anak ke 2 yang bernama Caitlyn Vanuel Sugiarto yang lahir pada hari Senin, 16 Juni 2014.

IBADAH UCAPAN SYUKUR
Hari/Tanggal     : Rabu, 25 Juni 2014
Pukul                 : 18.00 WIB
Penerima           : Kel. Sugianto (Bing An)
Tempat               : Kompleks ruko kreyongan square jl; dr. subandi 8J 
                             (sebelah stadion)
Mengundang jemaat wilayah utara untuk hadir.

RETREAT PASUTRI
Retreat Pasutri Growth Couple (GC) diadakan pada tanggal 17-19 Oktober 2014, di Hotel Royal Trawas dengan biaya Rp. 1.500.000 (per pasutri). Bagi alumni ME GKT Jember, diharapkan dapat segera mendaftarkan diri kepada Ibu Meiliana Hartanto (Ibu Pik Me) atau Pdt. Djoni Febrianto, paling lambat pertengahan Juli 2014.

GKT NEWS
Bagi jemaat GKT Jember yang belum mengirim sms ke GKT NEWS mohon segera mendaftarkan no handphone bpk/ibu dengan mengetik nama lengkap kirim ke 0857 369 70765.

POKOK-POKOK DOA
1. Retreat Anak tgl : 1-4 Juli 2014
2. Hamba Tuhan, Majelis dan pertumbuhan Iman jemaat.
3. Jemaat yang berulang tahun, lanjut usia dan sakit.
4. Bangsa dan Negara Indonesia.

Map