Info Minggu, 10 November 2013


Ringkasan Khotbah, 3 November 2013

HIDUP TAKUT AKAN TUHAN
LUKAS 15 : 11-32

Makna dari teks ini adalah untuk menekankan suatu prinsip penting yaitu bagaimana cara  Allah mengasihi manusia. Pasal 15:1-2 menjelaskan bahwa ahli Taurat dan orang Farisi menyangkal keilahian Kristus karena berelasi dengan orang orang-orang berdosa. Untuk menjawab keraguan mereka maka Yesus memberikan pengajaran dengan perumpamaan.
I. Perilaku Hidup Tanpa Takut Akan Tuhan.
Si bungsu meminta warisan saat bapaknya masih hidup. Tujuannya untuk hidup mandiri tanpa control dari orang tua. Ia merasa bahwa dengan kekuatannya sendiri mampu untuk menghidupi diriya sendiri. Ia lebih memilih hidup dengan berfoya-foya. Salah satu penafsir mengatakan bahwa berfoya-foya dibagian ini sama dengan main perempuan, berjudi, mabuk-mabukan. Ia tidak suka hidup dibawah peraturan yang ada di dalam rumahnya. TidakjarangumatTuhansamasepertisibungsuini. Natur kita yang telah rusak total membuat tujuan hidup kita bukan lagi untuk memuliakan Tuhan. Kita tidak mau jika Tuhan yang memimpin hidup kita. Kita ingin mengatur hidup kita sendiri.
II. Dampak Dari Hidup Tidak Takut Akan Tuhan
Firman Tuhan dalam ayat 14-16 menjelaskan dampak dari hidup tidak takut akan Tuhan. Teks mengatakan setelah bencana kelaparan datang maka si bungsu pun sudah tidak memiliki uang samasekali. Selanjutnya, si bungsu mengalami suatu kehinaan yang hebat. Mengapa ia dianggap hina?(1) Menjadi budak orang kafir (15a), (2) Menjadi penjaga binatang yang haram (15b), (3) Memakan makanan binatang yang haram (16).Orang yang hidupnya tidak takut akan Tuhan digambarkan sangat hina. Ia tidak akan mengalami ketenangan. Hidupnya tidak ada damai sejahtera. Perasaan bersalah akan menghantui hidupnya sepanjang waktu. Sama seperti anak bungsu yang terlunta-lunta tidak memiliki ketenangan.
III. Respon Allah
Penerimaan Allah digambarkan secara luar biasa dalam bagian ini. Allah tidak hanya sekedar menerima begitu saja, namun Allah mengapresiasi tindakan orang yang mau kembali kepada-Nya. Hal ini ditunjukkan dengan cara:
a. Memberikan jubah yang terbaik (20a)
b. Cincin pada jarinya (20b)
c. Sepatu pada kakinya (20c)
d. Mengadakan pesta baginya.
Di bagian ini, Allah tidak hanya menerima orang yang berdosa. Namun, Allah bersukacita menerima orang yang kembali kepada-Nya.


Ringkasan Khotbah Minggu, 3 November 2013 || Oleh : Ls. Herman Napitupulu
©2013 GKT Jember 

Map