Ringkasan Khotbah Minggu, 14 Juli 2013


Info Minggu 21 Juli 2013


BAGAIMANA CARA MENGETAHUI KEHENDAK TUHAN ?


1. Bagaimana langkah pertama untuk mengetahui kehendak Tuhan ?
Langkah pertama yang harus kita lakukan yaitu percaya bahwa kehendak Tuhan itu adalah kehendak yang terbaik atas hidup kita. Setelah itu kita berserah dan mengikuti kehendak Tuhan itu dengan sepenuh hati kita. Sekalipun kehendak Tuhan itu bertentangan dengan kehendak kita, kita mau tunduk, takluk pada kehendakNya. Tuhan Yesus sendiri telah memberi teladan kepada kita, bagaimana Dia tunduk pada kehendak Bapa.
Tuhan Yesus berkata : "Ya Bapa-Ku, jikalau Engkau mau, ambillah cawan ini dari padaKu; tetapi bukanlah kehendakKu, melainkan kehendakMulah yang terjadi." (Lukas 22:42).
Ketika Tuhan Yesus tunduk pada kehendak Allah maka terjadilah penebusan atas dosa manusia di atas kayu salib.
Jadi kita harus memulai dari penyerahan diri kita lebih dahulu pada kehendak Tuhan. Pemazmur berkata : “ Serahkanlah hidupmu kepada TUHAN dan percayalah kepada-Nya, dan Ia akan bertindak;” (Mazmur 37:5)

2. Siapa yg dapat membimbing kita mengetahui kehendak Tuhan ?
Roh Kudus adalah Roh yang dapat membimbing kita untuk mengetahui kehendak Tuhan. Karena Roh Kudus sendiri adalah Roh Tuhan.
Firman Tuhan dalam Yohanes 16: 13-14 berkata: “ Tetapi apabila Ia datang, yaitu Roh Kebenaran, Ia akan memimpin kamu ke dalam seluruh kebenaran; sebab Ia tidak akan berkata-kata dari diri-Nya sendiri, tetapi segala sesuatu yang didengarNya itulah yang akan dikatakanNya dan Ia akan memberitakan kepadamu hal-hal yang akan datang.  Ia akan memuliakan Aku, sebab Ia akan memberitakan kepadamu apa yang diterimanya dari padaKu.”
Jadi Roh Kuduslah yang akan menyingkapkan kehendak Allah itu pada kita, sebab Dia yang tahu apa yang terdapat di dalam diri Allah (1 Korintus 2:11)

3. Dimanakah kehendak Tuhan itu dapat ditemukan ?
Kehendak Tuhan pertama-tama dapat kita temukan di dalam Alkitab. Pemazmur berkata : “ Firman-Mu itu pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku.” (Mazmur 119:105).
Jadi Firman Tuhan dapat menerangi segala langkah kehidupan kita, apa yang baik bagi kita belum tentu itu baik menurut firman Tuhan.
Itu sebabnya segala perbuatan kita harus diuji lebih dahulu dengan kebenaran Alkitab. Jikalau itu bertentangan dengan Alkitab, berarti itu bukan kehendak Tuhan.
Dikatakan dalam 2 Timotius 3:16: "Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran.” Jadi segala ketidakbenaran kita, ketidakberesan kita semua dapat diterangi oleh firman Tuhan.



4. Apakah Tuhan bisa menyatakan kehendakNya lewat mimpi ?
Adakalanya Tuhan menyatakan kehendakNya lewat mimpi. Dikatakan dalam Yoel 2:28 :” "Kemudian dari pada itu akan terjadi, bahwa Aku akan mencurahkan RohKu ke atas semua manusia, maka anak-anakmu laki-laki dan perempuan akan bernubuat; orang-orangmu yang tua akan mendapat mimpi, teruna-terunamu akan mendapat penglihatan-penglihatan.”
Tokoh-tokoh Alkitab yang pernah mendapatkan mimpi sebagai kehendak Tuhan :
1. Abraham (Kej. 15:12-16)
2. Abimelekh (Kej. 20:2-7)
3. Yakub (Kej. 28:10-16)
4. Laban (Kej. 31:10-13)
5. Yusuf (Kej. 37:5-9)
6. Juru roti dan juru minuman raja Firaun (Kej. 40:1-13, 16-22)
7. Raja Firaun (Kej. 41:17-32)
8. Gideon (Hakim 7:9-15)

Namun demikian kita harus berhati-hati dalam menentukan kehendak Allah berdasarkan mimpi, sebab :
Mimpi bisa terjadi karena kesibukan kita:
“Karena sebagaimana mimpi disebabkan oleh banyak kesibukan, demikian pula percakapan bodoh disebabkan oleh banyak perkataan.” (Pengkhotbah 5:2)

Ada mimpi dusta:
“ Sungguh, beginilah firman TUHAN semesta alam, Allah Israel: Janganlah kamu diperdayakan oleh nabi-nabimu yang ada di tengah-tengahmu dan oleh juru-juru tenungmu, dan janganlah kamu dengarkan mimpi-mimpi yang mereka mimpikan!” (Yeremia 29:8)

5. Apakah Tuhan bisa menyatakan kehendakNya lewat penglihatan ?
Ada kalanya Tuhan menyatakan kehendakNya lewat penglihatan. Tuhan pernah berkata demikian dalam Bilangan 12:6: “ Lalu berfirmanlah Ia: "Dengarlah firman-Ku ini. Jika di antara kamu ada seorang nabi, maka Aku, TUHAN menyatakan diri-Ku kepadanya dalam penglihatan, Aku berbicara dengan dia dalam mimpi.”

Tokoh Alkitab yang pernah mendapatkan penglihatan :
1. Abraham (Kej. 15:1-5)
2. Mikha (1 Raja 2:17,35)
3. Yehezkiel (Yeh.1:1-4)
4. Daniel (Dan 8:1,2; 10:4-7)
5. Zakharia (1:7-8)

Tetapi hati-hati terhadap penglihatan yang tidak benar :
Tuhan pernah berkata kepada nabi Yeremia demikian : “ Jawab TUHAN kepadaku: "Para nabi itu bernubuat palsu demi nama-Ku! Aku tidak mengutus mereka, tidak memerintahkan mereka dan tidak berfirman kepada mereka. Mereka menubuatkan kepadamu penglihatan bohong, ramalan kosong dan tipu rekaan hatinya sendiri.” (Yeremia 14:14);

6. Apakah Tuhan bisa menyatakan kehendakNya lewat sesama kita ?
"Apabila sesuatu perkara terlalu sukar bagimu untuk diputuskan, misalnya bunuh-membunuh, tuntut-menuntut, atau luka-melukai—perkara pendakwaan di dalam tempatmu—maka haruslah engkau pergi menghadap ke tempat yang akan dipilih TUHAN, Allahmu;  haruslah engkau pergi kepada imam-imam orang Lewi dan kepada hakim yang ada pada waktu itu, dan meminta putusan. Mereka akan memberitahukan kepadamu keputusan hakim. Dan engkau harus berbuat menurut keputusan yang diberitahukan mereka kepadamu dari tempat yang akan dipilih TUHAN; engkau harus melakukan dengan setia segala yang ditunjukkan mereka kepadamu. “(Ulangan 17:8-10 TB)

7. Apakah upah bila kita melakukan kehendak Allah ?
a) Orang yang melakukan kehendak Tuhan akan masuk dalam Kerajaan Sorga. Tuhan Yesus pernah berkata demikian : “ Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga.” (Matius 7:21)

b) Orang yang melakukan kehendak Tuhan, dialah orang yang dekat di hati Tuhan. Tuhan memandang mereka sebagai saudaraNya, ibuNya. “ Sebab siapapun yang melakukan kehendak Bapa-Ku di sorga, dialah saudara-Ku laki-laki, dialah saudara-Ku perempuan, dialah ibu-Ku."” (Matius 12:50)

c) Orang yang melakukan kehendak Tuhan, mereka menjadi sahabat-sahabat Tuhan. “ Kamu adalah sahabat-Ku, jikalau kamu berbuat apa yang Kuperintahkan kepadamu.” (Yohanes 15:14)




Ringkasan Khotbah 23 Juni 2013


Info Minggu 30 Juni 2013


Map