Apa Ajaran Alkitab Tentang Allah Tritunggal?


1.  Dapatkah kita manusia memahami tentang Allah Tritunggal secara menyeluruh ?
Konsep Allah Tritunggal adalah konsep yang tidak mungkin dapat dimengerti secara penuh oleh manusia apalagi untuk dijelaskan. Allah jauh lebih besar dan agung dari kita karena itu jangan berharap bahwa kita dapat memahami Dia secara penuh. Alkitab mengajarkan bahwa Bapa adalah Allah, Yesus adalah Allah, dan Roh Kudus adalah Allah. Alkitab juga mengajarkan bahwa hanya ada satu Allah. Meskipun kita memahami beberapa hal mengenai hubungan antar Pribadi dalam Tritunggal, pada akhirnya kita tetap tidak dapat mengerti secara keseluruhan. Allah itu begitu besar, ajaib dan ada di luar jangkauan akal manusia. Karena itu jelaslah bahwa tidak ada bahasa manusia (bahasa Ibrani atau Yunani) yang bisa menggambarkan Allah dengan sempurna. Namun demikian, tidak berarti bahwa Tritunggal tidak benar atau bukan berdasarkan ajaran Alkitab.

2. Apakah istilah Allah Tritunggal ada ditulis di Alkitab ?
Istilah Allah Tritunggal (Trinitas) tidak digunakan dalam Alkitab. Istilah ini digunakan untuk menjelaskan ketritunggalan Allah, yaitu Allah yang terdiri dari tiga Pribadi yang berada bersama dalam kekekalan. Haruslah dimengerti bahwa ini TIDAK berarti ada tiga Allah. Tritunggal berarti satu Allah yang terdiri dari tiga Pribadi. Tidak ada salahnya menggunakan istilah Tritunggal atau Trinitas walaupun istilah ini tidak ditemukan dalam Alkitab. Lebih gampang mengucapkan “Tritunggal” atau “Trinitas” daripada mengatakan “Allah yang Esa yang terdiri dari tiga Pribadi yang berada bersama dalam kekekalan.”



3. Apakah benar kita menyembah Allah yang esa ? benar, berikut ini bukti ayat-ayat di Alkitab yang menunjukkan bahwa Allah kita itu esa
a) “ Dengarlah, hai orang Israel: TUHAN itu Allah kita, TUHAN itu esa!” (Ulangan 6:4)
b) “ Lalu kata ahli Taurat itu kepada Yesus: "Tepat sekali, Guru, benar kata-Mu itu, bahwa Dia esa, dan bahwa tidak ada yang lain kecuali Dia.” (Markus 12:32)
c) “ Inilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwa mereka mengenal Engkau, satu-satunya Allah yang benar, dan mengenal Yesus Kristus yang telah Engkau utus.” (Yohanes 17:3)
d) “ Karena Allah itu esa dan esa pula Dia yang menjadi pengantara antara Allah dan manusia, yaitu manusia Kristus Yesus,” (1 Timotius 2:5)

4.  Apakah  benar Allah yang esa itu menyatakan diriNya di dalam 3 pribadi ?  benar, berikut ini bukti ayat-ayat  di Alkitab yang menunjukkan adanya ke-3 pribadi Allah yaitu Bapa, Putra dan Roh Kudus

Dalam Perjanjian Lama : 
penggunaan kata ELOHIM untuk Allah  (Kej.1:1 dll) merupakan kata bentuk jamak/plural . Kata ELOHIM mempunyai bentuk tunggal yaitu ELOAH yang digunakan dalam Ulangan 32:15-17 dan Habakuk 3:3. Dalam PL, kata ELOAH hanya digunakan sekitar 250x, sedangkan kata ELOHIM sekitar 2500x. Jadi penggunaan kata bentuk jamak jauh lebih banyak dibandingkan kata bentuk tunggal . Hal ini menunjukkan adanya “kejamakan di dalam diri Allah”. Jadi Allah itu tunggal dalam hakekatnya, tetapi jamak dalam pribadiNya

Penggunaan kata bentuk jamak untuk Allah atau dalam hubungannya dengan Allah :
“ Berfirmanlah Allah: "Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita, supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap di bumi."” (Kejadian 1:26)
“ Berfirmanlah TUHAN Allah: "Sesungguhnya manusia itu telah menjadi seperti salah satu dari Kita, tahu tentang yang baik dan yang jahat;” (Kejadian 3:22a)

“ Baiklah Kita turun dan mengacaubalaukan di sana bahasa mereka, sehingga mereka tidak mengerti lagi bahasa masing-masing."” (Kejadian 11:7)

Kata Kita menunjukkan bahwa pribadi-pribadi dalam Allah Tritunggal itu berbicara satu sama lainnya dan ini menunjukkan adanya kejamakan tertentu dalam diri Allah

Dalam Perjanjian Baru :
Perjanjian Baru menunjukkan ketiga pribadi Allah dengan lebih jelas, dan menyetarakan mereka.
“ Kalau Aku bersaksi tentang diri-Ku sendiri, maka kesaksian-Ku itu tidak benar;  ada yang lain yang bersaksi tentang Aku dan Aku tahu, bahwa kesaksian yang diberikan-Nya tentang Aku adalah benar.” (Yohanes 5:31-32)
 “ Bapa yang mengutus Aku, Dialah yang bersaksi tentang Aku. Kamu tidak pernah mendengar suara-Nya, rupa-Nyapun tidak pernah kamu lihat,” (Yohanes 5:37)

Yohanes 5:31 menunjukkan bahwa Yesus adalah saksi, Yohanes 5:32,37a menunjukkan Bapa sebagai saksi yang lain.

Ketiga pribadi itu juga disebutkan dalam satu bagian kitab suci:
“ Sesudah dibaptis, Yesus segera keluar dari air dan pada waktu itu juga langit terbuka dan Ia melihat Roh Allah seperti burung merpati turun ke atas-Nya,  lalu terdengarlah suara dari sorga yang mengatakan: "Inilah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan."” (Matius 3:16-17 TB)
“ Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus,” (Matius 28:19)

Kesimpulan :
Dalam kitab suci ada banyak ayat-ayat yang menunjukkan ketunggalan Allah dan juga ada banyak ayat-ayat yang menunjukkan kejamakan Allah

by Pdt. Djoni Febrianto

Map