Headlines News :
Home » » Hidup Berpegang pada Janji Tuhan (Khotbah 12 Agustus 2012)

Hidup Berpegang pada Janji Tuhan (Khotbah 12 Agustus 2012)

Hidup Berpegang Pada Janji Tuhan ( Kejadian 6 : 18 – 21 ; 9 : 9 – 17) - Berbicara tentang janji Allah, kata “Janji/perjanjian” pertama kali muncul di Kejadian 6:18, yg menunjuk kepada perjanjian dengan Nuh sebelum air bah. Dalam hunjukan yg singkat ini dikemukakan apa perjanjian itu.  Setelah air bah, perjanjian Allah juga diberikan kepada Nuh. Perjanjian ini  lebih terarah kepada respon atas kesetiaan Nuh kepada Allah.

Di dalam perjanjian ini nampak ciri-ciri :
a.  Perjanjian itu disusun dan ditetapkan oleh Allah sendiri,  Allahlah yang berkerja dalam perjanjian
b. Jangkauannya umum, meliputi bukan hanya Nuh tapi juga keturunannya sesudah dia dan segala makhluk hidup.
c. Perjanjian ini tanpa syarat; namun didalamnya ada kewajiban bagi Nuh dan keturunannya yg dapat dipandang sebagai alat yg dengannya karunia yg dijanjikan dapat direalisasikan.
d. Perjanjian ini tak dapat digugurkan dan bersifat kekal.
  
Perjanjian Allah tidak hanya diberikan kepada Nuh, namun juga berkembang termasuk kepada Abraham, Daud dan juga di dalam masa Perjanjian Baru. Inti dari janji Allah adalah sama, diberikan kepada umat Allah  dan di dalamnya dituntut tanggung jawab manusia untuk merealisasikan janji Allah.
  
Salah satu bentuk janji Allah adalah “Penyertaan kepada umat-Nya.” Seperti dinyatakan dalam   Ibrani 13 : 5b - 6 “aku sekali-kali tidak akan membiarkan engkau dan aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau. Sebab itu dengan yakin kita dapat berkata “Tuhan adalah penolongku, aku tidak akan takut. Apakah yang dapat dilakukan manusia terhadap aku ?”
  
Sayang, di dalam kenyataan hidup ini, manusia sering tidak menyadari dan tidak mengalami janji Allah, termasuk saat menghadapi kesulitan./ masalah. Hal ini bisa terjadi karena manusia mengelola masalah dengan pemikirannya sendiri. Sebab lain, manusia berkata bahwa dia sudah berserah, namun kenyataannya tidak ada penyerahan yang sungguh-sungguh kepada Tuhan. Akibatnya, kesulitan tetap menjadi bagian di dalam dirinya dan dikelola oleh dirinya sendiri.
  
Sebenarnya, kesulitan / masalah adalah hal yang wajar dan terjadi pada semua manusia. Masalah terjadi karena faktor luar yang kemudian berpengaruh dalam diri kita atau juga karena faktor dari dalam diri kita sendiri. Bagaimana mengelola masalah adalah hal yang penting. Secara umum dapat dikatakan dengan cara seperti ini :
    Masalah + Pikiranku =  Keruwetan
    Masalah + Pikiranku + Penyerahan pada Kristus = Keruwetan
    Masalah + Penyerahan = Penyelesaian.

Jadi di sini nampak jelas bahwa sebenarnya bagi seseorang yang sedang bergumul dengan kesulitan, janji Allah tetap akan berlaku dalam dirinya.

Bagaimana janji Allah dapat terjadi dalam diri orang percaya ?  Hal ini hanya dapat terjadi jika orang percaya memiliki komitmen-komitmen :
-    Tetap memiliki hubungan yang intim dengan Allah, apapun yang terjadi
-    Mengoreksi diri dalam menjalani hidup bersama Tuhan
-    Penyerahan seutuhnya kepada Tuhan

Akhirnya yang menjadi pertanyaan adakah kita menjadi orang yang selalu berpegang pada janji Tuhan ? Percayalah dan berserahlah sepenuhnya di dalam tangan Allah kita, amin.

Ev. Elani,
12 Agustus 2012
Share this article :

GKT Shots

Dokumentasi Lebih Lama »
 
Support : Copyright © 2014. GKT JEMBER - All Rights Reserved
Template Modify by GKT jember
Proudly powered by Free Coupons