Sabar Di Tengah Kesulitan (Khotbah 15 Juli 2012)

SABAR DI TENGAH KESULITAN (Roma 8:28; Ibrani 12:5-11) - Kesulitan hidup sangat dekat dengan kehidupan manusia dan selama hidup tidak seorang pun yang bebas dari kesulitan. Terkadang ketika mengalami kesulitan kita dapat menyalahkan orang lain bahkan juga menyalahkan Tuhan. Kita merasa paling malang, mengeluh, bertanya pada diri sendiri,”mengapa semua ini terjadi padaku ? apa salahku ? dan seterusnya.

Orang yang berhasil bukan berarti tidak pernah mengalami kesulitan tetapi mereka mampu menghadapi serta mengatasi kesulitan. Alkitab juga mencatat banyak tokoh-tokoh yang juga mengalami kesulitan : Musa, Yusup, Rut, Paulus dan sebagainya.  Salah satu yang dibutuhkan ketika mengalami kesulitan adalah KESABARAN.

Sabar berarti : tenang, tabah, tidak mudah putus asa, tahan terhadap cobaan. Sabar merupakan salah satu buah Roh Kudus (Galatia 5:22).

Ada 3 KEBENARAN yang perlu kita ingat supaya dapat SABAR dalam menghadapi kesulitan hidup :

1.    TUHAN YANG MENGIJINKAN KESULITAN (Roma 8:28)
Sebagai orang percaya, perlu kita dapat menemukan bagian yang terbaik dari kesulitan dalam hidup. Karena Allah tidak pernah menjerumuskan manusia, tetapi Tuhan mengijinkan kesulitan dan berkarya di dalamnya. Firman Tuhan sangat menghibur kita dengan mengingatkan  bahwa segala sesuatu yang terjadi (termasuk kesulitan) Tuhan ijinkan untuk tujuan yang baik bagi orang yang mengasihi DIA (Roma 8:28). Kesulitan dalam hidup merupakan salah satu alat yang Tuhan pakai untuk menyatakan kasih, kebaikan, kekuatan pada umat-Nya. Marilah kita ingat apa yang Tuhan katakan,” Marilah kepada-Ku semua yang letih lesu dan berbeban berat Aku akan memberi kelegaan kepadamu” (Markus 8:34).

2.    TUHAN SEDANG MENDIDIK, MELATIH UMAT-NYA (Ibrani 12:5-11)
Penulis Kitab Ibrani mengatakan, karena kita adalah anak-anak Tuhan maka Tuhan mendidik dan melatih kita. Yang perlu disadari Tuhan mendidik, melatih dengan cara yang TEPAT walaupun tidak tidak mudah kita mengerti karena menyedihkan, menyakitkan, melelahkan dan sebagainya. Tidak ada seorang pemenang/juara yang tanpa latihan, bahkan setelah menangpun akan terus berlatih dan bersedia dididik untuk mempertahankan kemenangan. Jika saat ini kita sedang mengalami kesulitan, ingatlah Tuhan sedang mendidik, melatih untuk tujuan yang benar, mulia dan berguna sehingga hidup kita berkenan di hadapan Allah.

3.    TUHAN MENGASIHI, MENOLONG (Ibrani 12:6; 1 Kor 13:7).
Kesulitan apapun yang kita alami, tidak melampaui kekuatan kita. Bahkan tidak memisahkan kita dari kasih Allah. Hal ini menjadi keyakinan Paulus sehingga ia sabar dalam menghadapi situasi yang sulit dalam hidup dan pelayanannya. Marilah kita menyadari dan percaya bahwa KASIH ALLAH lebih besar dari pada kesulitan apapun, oleh karena itu tetaplah bersandar pada Tuhan dan percayalah TUHAN memberikan kekuatan yang kita butuhkan. (Tuhan mengijinkan, mendidik, mengasihi).




Ev. Anam Peni Asih,
15 Juli 2012

Map