Bermegah Hanya Di Dalam Kristus (Khotbah 1 Juli 2012)

BERMEGAH HANYA DI DALAM YESUS (Filipi 3:1b-11) - Dalam hidup ini banyak orang yang bermegah atas dirinya, kekuatan yang dimiliki  serta kemewahan dunia, dan lain-lain.  Dalam Yeremia 9:23 Tuhan melarang orang percaya bermegah karena diri sendiri  baik itu berupa kebijaksanaan, kekuatan maupun kekayaan yang kita miliki. Allah menghendaki agar kita bermegah, hanya bermegah di dalam Tuhan (2 Korintus  10:17)


Mengapa hanya bermegah di dalam Kristus
1. Karena Allah Telah Menebus Kita (Roma 5:11)

Kita bermegah di dalam Kristus karena Kristus telah menebus kita dan mendamaikan kita dengan Allah. Setelah manusia jatuh ke dalam dosa, manusia menjadi seteru Allah tetapi melalui penebusa Kristus kita diperdamaikan kembali dengan Allah.

Dan bukan hanya itu saja! Kita malah bermegah dalam Allah oleh Yesus Kristus, Tuhan kita, sebab oleh Dia kita telah menerima pendamaian itu. Sehingga hidup kita ini adalah milik Kristus (Galatia 2:20)


2. Perbuatan Allah Kepada Rasul Paulus
       1. Otoritas yang diperoleh dari Allah(2 Korintus 10:8)
       2. Memiliki Hati Nurani Yang Baik (2 Korintus 1:12)
       3. Pekerjaan Bagi Allah(Roma 15:17)



Bagaimana caranya agar kita dapat bermegah di dalam Tuhan
1. Tidak Menaruh Percaya Pada Hal-hal Lahiriah (Filipi 3:3)
Kemegahan Rasul Paulus secara lahiriah adalah di sunat pada hari ke 8, orang Ibrani asli dari suku Benyamin, orang Farisi yang sangat menekankan Hukum Taurat , tidak cacat dalam mentaati hukum Taurat, semangat dalam menganiaya orang percaya. Tetapi setelah percaya kepada Kristus hal itu menjadi kerugian (Filipi 3:7)

2. Mengenal Kristus Lebih Lagi (Filipi 3:10-11)
Yang kukehendaki ialah mengenal Dia dan kuasa kebangkitan-Nya dan persekutuan dalam penderitaan-Nya, di mana aku menjadi serupa dengan Dia dalam kematian-Nya, supaya aku akhirnya beroleh kebangkitan dari antara orang mati.

Tinggalkanlah kemegahan dunia karena itu hanya sementara, tapi berjuanglah untuk bermegah di dalam Yesus dan kita pasti akan menjadi PEMENANG.


Kesuksesan dan kemakmuran mengikat manusia pada dunia. Manusia merasa mengejar kesuksesan dan kemakmuran sebagai suatu proses dalam hidup untuk menemukan tempatnya di dunia. Padahal sebenarnya dunialah yang sedang mencuri tempat di dalam hatinya.

Ev. Kariaman Gea,
1 Juli 2012

Map