Info Minggu, 18 September 2016

Cuti Hamba Tuhan
Pdt. Kariaman Gea & Ev. Nahum Daely mengambil cuti pada tgl. 15-22 September 2016.
Mohon perhatian seluruh jemaat.

Doa Misi
     Hari/tanggal : Senin, 19 September 2016
     Pukul               : 07.00 Wib
     Tempat           : Ruang Doa
Mohon perhatian dan kehadiran seluruh anggota Misi.

Paduan Suara
Latihan Paduan Suara Selasa, 20 September DILIBURKAN  dan DIADAKAN kembali Selasa, 27 September.
Mohon perhatian seluruh anggota Paduan Suara

Pokok-Pokok Doa
     1. Hamba Tuhan, majelis dan pertumbuhan iman jemaat.    
     2. Jemaat yang berulang tahun, lanjut usia dan sakit:          
           Ibu Lay Ik Cen, Ibu Kurniawati, Ibu Tjang Pik Yun,
          Ibu Loe Sai Ing, Bpk. Hariyanto & Bpk. Tjoa Tek Min
     3. Bangsa dan Negara Indonesia.

Ringkasan Khotbah 4 September 2016

BERKAT DIBALIK ANUGERAH TUHAN

Efesus 2:1-10



Istilah anugerah dalam bahasa Ibrani ditulis dengan kata hesed, dicatat sebanyak 245x, dalam bahasa Yunani, dipakai kata   “Charis”, dicatat sebanyak 156x, (gambar raja dan rakyat): kedua istilah ini memiliki arti yang sama yaitu pemberian cuma-cuma dari atasan kepada bawahan, dari raja kepada rakyat, dari tuan kepada hamba, dari Tuhan kepada kita manusia berdosa. Dan pemberian ini sama sekali, tidak didasarkan pada kebaikan manusia, jasa manusia, tetapi semata-mata oleh kasih Allah. Itulah arti dari pada anugerah. Alkitab mencatat ada dua macam Anugerah Allah kepada manusia, pertama yaitu anugerah secara jasmani dan kedua anugerah secara rohani. Secara jasmani contohnya: Tuhan memberikan matahari dan hujan kepada semua orang. Baik orang jahat maupun orang baik, baik orang benar maupun orang tidak benar, semuanya mendapatkan terik matahari, semuanya mendapatkan curahan air hujan. Itulah salah satu wujud anugrah Tuhan bagi semua orang tanpa pandang bulu.

Anugerah kedua, bersifat rohani, itulah anugrah keselamatan. Anugrah ini adalah anugrah terbesar dari Tuhan untuk manusia, karena ini menyangkut hidup kekal di sorga. Bagaimana kita dapat mengerti bahwa anugrah Tuhan itu sangat besar atas hidup kita ? Pertama-tama kita harus mengenal terlebih dahulu, siapa sesungguhnya diri kita di hadapan Tuhan. Kita adalah orang berdosa yang patut dimurkai oleh Tuhan.. Paulus secara terbuka mengoreksi jemaat Efesus, sekaligus mengoreksi dirinya sendiri sebagai rasul Tuhan. Paulus berkata kpd jemaat Efesus : kamu dahulu hidup di dalam dosa-dosamu, mengikut jalan dunia ini, mengandalkan kuasa iblis, demikian juga kami, juga hidup di dalam hawa nafsu daginng dan menuruti pikiran kami yang jahat. Pada dasarnya kami adalah orang-orang yang harus dimurkai, sama seperti mereka yang lain. Kata-kata harus dimurkai, menunjukkan bahwa  posisi kita sebagai manusia berdosa berada dibawah murka Tuhan.

Bagaimana respons orang percaya terhadap anugerah Tuhan? Menghargai anugrah Tuhan yang sangat mahal itu. Dikatakan dalam 1 Petrus 1:18-19:  “Sebab kamu tahu, bahwa kamu telah ditebus dari cara hidupmu yang sia-sia yang kamu warisi dari nenek moyangmu itu bukan dengan barang yang fana, bukan pula dengan perak atau emas, melainkan dengan darah yang mahal, yaitu darah Kristus yang sama seperti darah anak domba yang tak bernoda dan tak bercacat.” Anugrah Tuhan bukan anugrah murahan, tetapi anugrah yang sangat mahal, karena diberikan melalui darahNya yang tak bernoda dan tak bercacat. Darah =nyawa. Bila nyawa kita begitu berharga di mata Tuhan, maka seharusnya kita menghargai anugerah Tuhan ini. Bagaimana cara menghargai anugrahTuhan?

1.    Tinggalkan dosa-dosa kita.
2.    Taati perintah Tuhan, lakukan apa yang baik bagi Tuhan dan sesama kita.
3.    Ceritakan anugrah Tuhan itu kepada sesama kita, agar mereka juga beroleh kasih karunia dari Tuhan Yesus Kristus.
4.    Meneladani anugrah Tuhan dengan cara : Belajar memberikan “anugrah” kepada mereka yang bersalah kepada kita.

Ringkasan Khotbah 04 September 2016 oleh Pdt. Djoni Febrianto

Map